Bung Roestam Yth,. Iran, Filipina, RI, Irak, Tunisia,Mesir, giliran Yaman dan Yordania,. adalah negara yang awalnya otoriter dan dipelihara oleh USA untuk menjaga kepentingannya,.. pada ujung cerita para penguasa tersebut dipaksa ataupun terpaksa ,.. harus menyerahkan kekuasaannya. Nampaknya giliran Israel dan USA yang mendholimi rakyat dunia,. akan terkena imbasnya.
Salam,. ________________________________ Dari: S Roestam <[email protected]> Kepada: [email protected]; [email protected] Terkirim: Sen, 31 Januari, 2011 05:43:51 Judul: [indonesia] Transisi Pemerintahan Mesir secara Damai: Mubarak harus ikuti jejak mantan Presiden RI Suharto Kawan2 Milis Yth, Tuntutan dari para demonstrans di Tahrir Square, Kairo, Mesir terus berlanjut, walaupun Pemerintahan Hosni Mubarak menyatakan bahwa telah diterapkan Jam Malam untuk tidak keluar rumah dari pukul 16.00 sampai dengan pukul 08.00 pagi. Mereka tetap menuntur agarPresiden Hosni Mubarak mundur dari Pemerintahan Mesir untuk digantikan oleh Pemerintahan yang lebih domokratis. Mohamad ElBaradei, mantan Dirjen Badan Tenaga Atom Internasional PBB yang sempat ditahan oleh Pemerintah Hosni Mubarak, akhirnya dilepaskan kembali, dan bergabung dengan para protester di Tahrir Square. Ia menuntut agar Presiden Hosni Mubarak segera mundur dari jabatan kepresidenannya. Tuntutan yang sama juga diserukan oleh Pemimpin Moslem Brotherhood Mohamed Badei, agar Mubarak mundur untuk dapat dibentuk diganti oleh Pemerintahan yang dipilih secara demokratis. Sementara itu akibat dari pembakaran gedung-gedung dan penutupan toko-toko, rakyat Mesir mulai merasakan kekurangan bahan makanan, dan tidak dapat bekerja untuk mencari nafkah. Sementara itu dikhabarkan bahwa para penjarah toko-toko dan gedung ternyata adalah anggota kepolisian yang menyamar untuk mengacaukan situasi di Mesir. Para penjahat yang lepas dari penjara-penjara Mesir sebagian dapat ditangkap kembali oleh pihak keamanan Mesir. Yang dikhawatirkan oleh masyarakat Mesir adalah berita akan kembalinya polisi di jalan-jalan kota Mesir pada besok pagi, Senin 31 Januari 2011, yang memungkinkan bentrok dengan para pengunjuk rasa seperti sebelumnya. Sebab antara Tentara Mesir dan para pemrotes telah ada kesepakat yang tidak tertulis untuk berdamai. Kesulitan yang dihadapi Mesir saat ini adalah belum dibentuknya Kabinet baru Mesir, kecuali hanya ada Presiden, Wakil Presiden, dan Perdana Menteri yang tidak disetujui oleh mayoritas rakyat Mesir. Presiden AS Barack Obama mempunyai dilema untuk memaksa Mubarak untuk mundur, sebab ia adalah merupakan sekutu setia AS yang cukup lama. Maka Obama hanya meminta agar dilakukan transisi damai ke Pemerintahan yang demokratis. Obaam hanay bisa meminta bantuan sekutu lainya di Timur Tengah, seperti Turki dan Saudi Arabia agar mendesak Mubarak untuk mundur dari jabatan kepresidenan Mesir. Mubarak harus mencontoh mantan Presiden R.I. Suharto yang bersedia mundur dari jabatan kepresidenannya yang telah disandangnya selam 32-tahun, sehingga dapat berlangsung transisi Pemerintahan secara demokratis dan damai. Ini akan merupakan jalan terbaik bagi negeri Mesir. Semoga bermanfaat. Wassalam, S Roestam http://presidenku.com http://presidenku.wirenode.mobi dari Ponsel Anda
