Kawan2 Anggota Milis Yth,

Hari Kamis 27 Januari 2011 yang lalu seluuh jaringan Internet di Mesir 
dimatikan oleh Pemerintahan Presiden Hosni Mubarak, akibat diketahuinya bahwa 
gerakan demo besar-besaran menetang Pemerintahan Mubarak yang dikomandokan 
melalui jaringan InternetMesir, khususnya melalui Twitter dan Facebook.
Sekarang tercatat dalam sejarah, bahwa Mesir adalah satu-satunya negara di 
Dunia yang mematikan jaringan Internet. Padahal, berkali-kali para terorist 
berusaha keras untuk mematikan jaringan Internet untuk meneror masyarakat, 
namun selalu saja upaya ini gagal, sebab Internet itu sangat tangguh, yang 
sejak awal di-disain oleh Departemen Pertahanan AS untuk mampu tetap 
berkomunikasi saat ada serangan Bom Atom. Internet terdiri dari simpul-simpul 
jaringan yang banyak sekali, sehingga bila ada satu yang tidak beroperasi, ada 
yang lain lagi yang dapat menggantikannya.
Pada tahun 2009 di DPR AS juga pernah dibahas sebuah RUU untuk memungkinkan 
Presiden AS memencet tombol untuk mematikan seluruh jaringan Internet AS, bila 
sewaktu-waktu diperlukan. Namun RUU ini akhirnya tidak lagi dilanjutkan, karena 
banyak pihak yang menentang.
Jaringan Internet saat ini memang sangat luas penggunaannya, baik untuk 
komunikasi antar pribadi, namun jauga lebih banyak lagi sebagai sarana 
komunikasi bisnis dan transaksi bisnis komersiil. Jadi dengan matinya Internet, 
maka akan sangat besar kerugian yang akan diderita oleh sebuah negara, 
contohnya Mesir. Besarnya kerugian ekonomi di Mesir baru akan dapat dihitung 
setelah Revolusi Mesir ini selesai, mudah-mudahan dalam beberapa hari lagi, 
dengan bergantinya Pemerintahan Presiden Mubarak dengan Pemerintahan yang lebih 
demokratis dan terbuka, yang dapat mensejahterakan Rakyat Mesir. Semoga...


Wassalam,
S Roestam
http://wartaduniamaya.blogspot.com

Kirim email ke