Kawan2 Anggota Milis Yth,
Taktik "Third Force" adalah taktik yang sukses yang dijalankan oleh rezim Kulit Putih di Afrika Selatan pada awal tahun 1990-an sehingga mampu menunda pemberian kekuasaan kepada kaum kulit hitam Afrika Selatan sampai lebih dari 5-tahun. Third Force adalah para anggota kepolisian, pihak sekuriti dan orang-orang bayaran yang tugasnya untuk mengacaukan situasi, sehingga tiap kali ada tuntutan kemerdekaan kulit hitam, maka "third force" akan membuat kekacauan, memadamkan gerakan kulit hitam itu, dan akhirnya rezim kulit putih tetap diperlukan dan berkuasa terus. Taktik "third force" inilah yang saat ini sedang dijalankan oleh rezim otoriter Mubarak untuk menciptakan situasi kekacauan, menyerang dan menghancurkan para pendukung pro-demokrasi Mesir. Situasi ini akan memaksa masyarakat Mesir untuk tetap mempertahankan rezim Mubarak sebagai Penguasa Mesir, sebagai satu-satunya yang mampu memberikan kedamaian di Mesir. Dengan demikian maka Mubarak dapat dengan mudah untuk mempersiapkan penggantinya yang akan tetap loyal kepadanya, bisa itu adalah Wakil Presiden yang baru diangkatnya, yaitu Omar Suleiman, atau putra yang telah lama dibinanya, yaitu Gamal Mubarak, yang saat ini sedang bersembunyi di Inggris. Tanda-tanda penggunaan taktik ini jelas terlihat saat Perdana Menteri Mesir yang baru, Ahmed Shafiq berbicara pada konferensi Pers malam tadi di Kairo. Ia dengan lantang menyatakan bahwa Pemerintahannya meminta maaf atas timbulnya korban bentrokan antara pendukung Pro-Demokrasi dan Pendukung Mubarak yang bukan atas keinginan Pemerintah. Ia menyatakan akan membuat investigasi lengkap siapa saja pelaku kekacauan yang menimbulkan korban itu, serta menindaknya dengan tegas. Padahal berdasarkan bukti dilapangan, para pendukung Mubarak diturunkan dari truk-truk khusus, membawa poster-poster yang sama, dan tepat secara bersamaan dari berbagai penjuru melakukan serngan fisik ke para pendukung Pro-Demokrasi Mesir. Sudah terbukti bahwa para pendukung Mubarak adalah polisi yang pakai baju sipil (karena saat itu tidak ada satupun polisi yg berpakaian Dinas ada di jalan-jalan Kairo), pihak keamanan yg berpakaian sipil dan para pengacau bayaran yang dibayar US$17 per hari per orang. PM Ahmed Shafiq mengaku bahwa munculnya 18-orang penunggang kuda dan 2-penunggang Onta yang mebuat kekacauan di Lapangan Tahrir membuat dirinya juga kaget karena tidak tahu. Ia memperkirakan bahwa orang-orang sipil itu adalah para pemilik tempat sarana turis yang marah akibat adanya demo para pendukung Pro-Demokrasi, maka bisnis turisnya terhenti. Memang pintar sekali pak Shafiq ini berargumentasi, pantesan ia dipilih Mubarak sebagai PM. Kita akan buktikan apakah taktik "third force" rezim Mubarak akan berhasil mengembalikan kekuasaan Mubarak di Mesir. Hanya waktu yang bisa membutikannya. May God be with the people of Egypt.... Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara. Wassalam, S Roestam http://presidenku.com http://presidenku.wirenode.mobi dari Ponsel Anda...
