Kawan2 Anggota Milis Yth,


Administrasi AS Pimpinan Presiden Obama bersama dengan Pejabat-pejabat Mesir 
telah melakukan diskusi untuk mengganti Presiden Hosni Mubarak dengan Wakil 
Presiden Omar Suleiman dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, bisa jadi pada 
sore hari Jumat, 4 Februari 2011 sesuai ultimatum yang diberikan oleh para 
Pendemo Anti-Mubarak yang merencanakan pengumpulan massa terbesar sepanjang 
sejarah Mesir di Lapangan Tahrir.

Pola ini mirip dengan pergantian pucuk Pimpinan Nasional Indonesia pada tahun 
1998 dari Presiden Suharto ke Wakil Presiden B.J. Habibie yang berlangsung 
cukup lancar, setelah didahului oleh pergolakan mahasiswa yang membawa korban 
cukup banyak. Pola ini merupakan pilihan terbaik dari berbagai alternatif, 
sebab dengan pola ini maka resistensi dari pihak rezim Mesir yang sedang 
berkuasa saat ini dapat diminimalkan.

Walaupun diberitakan bahwa Presiden Mubarak belum menyetujuinya, namun rencana 
ini telah mendapat dukungan Jenderal Sami Enan, Kepala Angkatan Bersenjata 
Mesir, Field Marshall Mohamed Tantawi, Menteri Pertahanan Mesir, sehingga 
memungkinkan dilanjutkannya perubahan Konstitusi Mesir menuju yang lebih 
demokratis.

Dengan mundurnya Mubarak, maka akan segera dapat dibentuk Kabinet Transisi baru 
Mesir yang melibatkan semua unsur nasional Mesir, termasuk wakil dari kelompok 
Ikhwanul Muslimin yang sebelumnya dilarang beroperasi di Mesir pada era rezim 
Mubarak.

Sepertinya solusi ini akan menjadi pilihan yang terbaik saat ini bagi bangsa 
Mesir, sehingga para Pendemo Anti-Mubarak dapat segera menghentikan aktivitas 
mereka, serta kembali ke rumah masing-masing dan situasi Mesir dapat cepat 
kembali ke normal.

Mari kita doakan agar situasi di Mesir dapat kembali menjadi normal, dan 
demokrasi serta kebebasan berpendapat dapat ditegakkan, dan kesejahteraan 
rakyatnya dapat tercapai.

Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat.
Wassalam,
S Roestam
http://presidenku.com

Kirim email ke