Kawan2Anggota Milis Yth.
Jumat 4 Februari 2011 yang diharapkan oleh para Pendemo Anti-Mubarak sebagai
"Day of Departure" bagi Mubarak untuk meninggalkan Mesir menuju ke tempat
pengasingannya, namun sampai hari berganti, Mubarak tetap saja duduk tenang
diatas kursinya yang empuk. Alasan Mubarak, walaupun ia sudah bosan jadi
Presiden dan tentara selama 62-tahun, ia khawatir kalau ia pergi maka akan
terjadi kekacauan di Mesir. Saat para Pendemo berteriak-teriak sepanjang jumat
dan sabtu pagi, sepertinya Mubarak menutup matanya dan mungkin tidur dengan
nyenyak di istananya.
Apa saja sebenarnya tuntutan para Pendemo Anti-Mubarak itu? Rinciannya adalah
sebagai berikut:
Membubarkan Parlemen Mesir karena Pemilu sebelumnya terjadi banyak
kecurangan
Membentuk Pemerintahan Transisi yang terdiri dari semua unsur Rakyat
Mesir
Mencabut Undang-undang Keadaan Darurat
Melakukan perubahan Konstitusi Mesir dengan yang lebih Demokratis
Menindak tegas para pelaku kejahatan pelanggaran HAM dan korupsi di
Mesir di masa lalu.
Tak kurang dari Presiden Barack Obama, Menlu AS Hillary Clinton, PM Inggris
David Cameron, Kanselir Jerman Angela Merkel, PM Turki Tayyip Erdogan,
Ayatollah Ali Khameini dari Iran, Sekjen PBB Ban-ki Moon, dan Ketua Uni Eropa
Lady Ashton yang menyerukan agar Mubarak mendengarkan suara para pendemo di
Lapangan Tahrir Kairo dan kota-kota lainnya di Mesir agar melakukan transisi
Pemerintahan Mesir sekarang juga.
Hanya ada satu Pemimpin Eropa yang mendukung kebijakan Mubarak, yaitu PM Italia
Sylvio Berlusconi, yang setuju dengan langkah Mubarak yang ingin bertahan
sampai September 2011 dan tidak mencalonkan kembali dirinya sebagai Presiden
Mesir.
Demo di New York dan kota-kota lain di dunia telah pula berlangsung guna
mendukung para Pendemo Anti-Mubarak di Kairo dan kota-kota lain di Mesir. Para
pendemo di Lapangan Tahrir Kairo pagi ini berteriak-teriak bahwa mereka akan
tetap bertahan di lapangan itu, dan Mubarak-lah yang harus pergi. Tetapi apakah
teriakan-teriakan ini terdengar atau terlihat oleh Mubarak dari istananya yang
nyaman itu? Mungkin saja tidak, sebab ia mungkin sedang tidur dengan nyenak.
Menurut konstitusi Mesir yang ada saat ini, memang kedudukan Mubarak tidak
tergoyahkan, kecuali kalau ia dengan sukarela mengundurkan dirinya. Oleh karena
itu salah satu Pemimpin Mesir yang baru muncul, yaitu Mohamed Elbaradei
mengusahakan akan adanya perubahan Konstitusi Mesir, tetapi jelas proses ini
akan berlangsung sangat lama, sebab Parlemen Mesir dikuasai oleh para pendukung
Mubarak secara mayoritas yang besar.
Sementara itu Sekjen PBB Ban-ki Moon menyarankan agar segera saja dilakukan
Pemilu di Mesir untuk memilih Presiden baru Mesir. Mungkin hal ini adalah
langkah yang paling adil dan paling mungkin, asalkan penyelenggaraannya
dilakukan secara jujur dan adil.
Dalam satu-dua hari mendatang Uni Eropa akan mengirimkan PM Yunani George
Papanderou untuk membawakan surat protes dari Uni Eropa yang menentang
penggunaan kekerasan terhadap para pendemo yang damai, untuk disampaikan
langsung ketangan Presiden Mesir Hosni Mubarak.
Dengan berbagai tekanan dalam negeri dan luar negeri tersebut diatas, apakah
Mubarak akan tetap bertahan diatas singgasananya? Khabar terakhir menyebutkan
bahwa Presiden Hosni Mubarak akan menyampaikan Pidato kepada Rakyat Mesir pada
malam hari ini, Sabtu, 5 Februari 2011. Apakah isi pidato Mubarak malam nanti?
Apakah ia akan mengundurkan dirinya secara sukarela ataukah ia akan menyatkan
ingin tetap bertahan sebagai Presiden Mesir sehingga akan membuat marah
mayoritas Rakyat Mesir? Kita lihat saja perkembangannya malam ini....
Semoga bermanfaat dan silahkan ditanggapi.
Wassalam,
S Roestam
http://presidenku.wirenode.mobi -- dari PONSEL ANDA