Kawan2 Milis Yth,

Pulau Komodo di NTT Indonesia akhirnya batal dicoret dari daftar 28 Finalis New 
7 Wonders of Nature yang akan ditetapkan pada tanggal 11-11-2011 ini. Ini 
adalah sebagai response dari penolakan Kemenbudpar untuk menjadi tuan rumah 
penyelenggaraan kompetisi dengan beban biaya US 45 juta, dengan pembayaran 
dimuka sebesar US$ 10 juta. Ini memang sebuah angka yang fantastis, yang 
diminta oleh panitia, yang bila kita hitung biaya penyelenggaraan  event 
semacam itu adalah tidak lebih dari US 1 juta saja.

Panita N7W ini berada di Swiss, dengan Presidennya yang bernama iapa partner 
dari Bernard Weber. Ia batal mencoret naam Komodo Island karena diancam pak 
Menteri BudPar Jero Wacik, bahwa kasus ini akan dibawa ke meja hijau, sebab 
Indonesia belum secara resmi membuat kontrak penyelenggaraan event, hanya 
sebatas berjanji saja. Kalau Indonesia batal, khan seharusnya peran ini dapat 
diambil alih oleh 27-anggota lainnya.

Karena pembatalan ini, maka Panita N7W tidak lagi melibatkan Menbupar sebagai 
anggota komite penyelenggaraan itu. Namun perlu dicari tahu, siapa mitra 
Yayasan N7W itu di Indonesia, dan mengapa sampai terjadi kesalah-pahaman 
tersebut. Jangan sampai Yayasan itu hanya tukang palak.

Juga perlu dimintakan penjelasan dari Yayasan N7W itu, untuk apa saja dana 
sebesar US $ 45 juta, angka yang fantastis untuk sebuah event internasional.

Silahkan ditanmggapi dan semoga bermanfaat.
Wassalam,
S Roestam
http://presidenku.wirenode.com dari Ponsel Anda

Kirim email ke