Kawan2 Anggota Milis Yth,

Pemerintah Mesir akhirnya membebaskan Wael Ghonim, Kepala Marketing Google di 
Timur Tengah dan Afrika Utara , setelah menahannya selama beberapa hari dengan 
tuduhan menyebarluaskan berita-berita dan foto-foto pergolakan di Mesir selama 
2-minggu yang lalu. Para wartawan media cetak, TV, Internet dan foto di Mesir 
saat ini menghadapi ancaman penangkapan, kekerasan ataupun pembunuhan oleh 
agen-agen pendukung Pemerintah Mesir. Ini terbukti dari peristiwa-peristiwa 
dalam minggu yang lalu dimana beberapa orang wartawan ditangkap, dirampas 
peralatan kamera dan video mereka. Malah ada satu orang wartawan TV Aljazeera 
di Mesir yang ditembak mati oleh sniper ketika sedang meliput peristiwa demo 
Anti-Pemerintah di Lapangan Tahrir, Kairo.

Peristiwa pemblokiran Internet di seluruh negeri Mesir mulai tanggal 28 Januari 
2011 merupakan peristiwa yang pertama di dunia yang memberi dampak luas pada 
komunikasi bisnis dan antar personal di negei itu, sebab dewasa ini Internet 
merupakan sarana vital bagi masyarakat luas, terutama setelah munculnya sarana 
Facebook dan Twitter yang terbukti sangat efektif dan cepat untuk melakukan 
koordinasi gerakan Pro-Demokrasi di Mesir. Namunsaat ini jaringan Internet 
Mesir dan jaringan telpon seluler Mesir telah direstorasikan kembali.

Upaya memblokiran informasi dari peristiwa Gerakan Pro-Demokrasi itu merupakan 
upaya Pemerintahan Otoriter yang saat ini sangat ditentang oleh mayoritas 
rakyatnya, agar tidak diketahui dan tidak didukung oleh Masyarakat 
Internasional. Dari berita mutakhir, diketahui bahwa dalam pembicaraan pertama 
antara Wakil Presiden Mesir dengan wakil-wakil kelompok oposisi, Wapres Mesir 
masih minta agar posisi Presiden Mesir tetap dijabat oleh Hosni Mubarak sampai 
bulan September 2011, saat ada Pemilu untuk pemilihan Presiden Baru. Kelompok 
oposisi berahan padapendiriannya, agar Mubarak harus mundur dulu, untuk 
memastikan berlangsungnya Reformasi di Mesir.

Dalam rangka mencari penyelesaian krisis Mesir itu, Presiden RI SBY mengirim 
mantan Menlu Hasan Wirayuda ke Kairo untuk menyampaikan surat pak SBY, yang 
intinya agar Mesir meniru proses transisi ke Pemerintahan yang Demokratis, 
seperti yang dilaksanakan oleh Indonesia tahun 1998. Semoga saran pak SBY ini 
dapat diterima oleh semua pihak yang bertikai di Mesir.

Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat.
Wassalam,
S Roestam
http://presidenku.com
http://presidenku.wirenode.mobi dari Ponsel Anda

Kirim email ke