Kawan2 Anggota Milis Yth, Berita mutakhir dari Mesir menyebutkan bahwa Presiden Hosni Mubarak dan keluarganya telah melarikan diri mereka ke tempat peristirahatan kaum kaya Mesir, yaitu Sharm El Shiekh di tepi pantai Mediterranian. Peristiwa ini terjadi setelah hari Kamis malam 10 Februari 2011 Presiden Mubarak menyampaikan pidato kenegaraan yang dengan jelas menyatakan bahwa dirinya tidak akan mundur darp jabatan Presiden Mesir, walaupun menyatakan juga bahwa sebagian kekuasaannya telah ia limpahkan kepada Wakil Presiden Omar Suleiman.
Pidato ini membuat para demonstran Pro-Demokrasi yang jumlahnya mencapai beberapa juta orang, menjadi kecewa dan marah, sebab yang diharapkan para demonstrator adalah pengunduran Mubarak dari kepresidenannya, serta pergantian rezim yang ada saat ini dengan Pemerintahan yang demokratis. Sejak Jumat pagi para demonstran bergerak mengepung Stasiun TV Kairo, Gedung Parlemen, Istana Presiden dan kantor-kantor Pemerintahan Mesir. Sebelum terkepung, rupanya Mubarak dan keluarganya melarikan diri mereka secara diam-diam ke Sharm El Sheikh, kemungkinan besar menggunakan pesawat helikopter kepresidenan. Akhirnya Dewan Angkatan Bersenjata Mesir mengambil alih kekuasaan, dan kemudian disusul dengan pengumuman pengunduran Mubarak oleh Wakil Presiden Omar Suleiman melalui YV Mesir. Inilah hasil dari Revolusi Mesir yang memaksa Mubarak untuk mundur pada hari Jumat malam, 11 Februari 2011, yang menjadi tonggak sejarah baru bagi Mesir dan Dunia Arab di Timur Tengah. Secara kebetulan, hari kemenangan Revolusi Mesir bertepatan dengan ulang tahun ke-32 tahun Revolusi Iran. Pemerintah Iran menyambut Revolusi Mesir ini sebagai "Great Victory" bagi seluruh rakyat Timur Tengah. Hosni Mubarak naik menjadi Presiden setelah tertembaknya Presiden Mesir sebelumnya, Anwar Sadat oleh oknum tentara Mesir yang marah atas ditandatanganinya Perjanjian Perdamaian dengan Israel. Selanjutnya Mubarak mendukung terus kebijakan Barat di Timur Tengah, dan mengucilkan Rakyat Palestina di Jalur Gaza, menutup perbatasan Palestina-Mesir. Ia kemudian menandatangani kerjasama penyaluran minyak ke Isreal yang ditentang banyak rakyat Timur Tengah yang berlawanan dengan kebijakan negara-negara Arab lainnya. Presiden AS Barack Obama mengucapkan selamat atas kemengan Rakyat Mesir dan tumbangnya Mubarak dari rezim otoriter Mesir yang berlangsung dselama 30-tahun. Obama memuji keberhasilan Revolusi Mesir ini tanpa kekerasan, dan mengharap agar Tentara Mesir melakukan transisi ke Pemerintahan Demokrasi secara damai dan teratur, tanpa kekerasan dan terorisme. Ini adalah "The Power of Human Dignity" yang tak dapat dibendung. Ia memuji contoh People Power yang membawa era Pemerintahan Demokrasi seperti runtuhnya Tembok Berlin, dan Reformasi Indonesia tahun 1998 oleh para Mahasiswa Indonesia, serta gerakan non-kekerasan dari Mahatma Gadhi. Obama berjanji akan memberikan bantuan apa saja untuk kemajuan Mesir kepada Rakyat Mesir saat ini. Namun janji Obama ini harus melalui saringan ketat dari Parlemen AS, sebab ada indikasi untuk menghentikan bantuan Militer sebesar US$1,5 Milyar pertahun saat berlangsungnya rezim Mubarak. Rakyat Indonesia harus juga ikut mendukung kemenangan Rakyat Mesir pada Revolusi Mesir 2011 ini secepatnya, sebab selama ini belum terdengan suara dari Indonesia. Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat. Wassalam, S Roestam http://presidenku.com
