Fir'aun itu Roboh Juga -- Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin, akhirnya Fir’aun di abad modern itu tumbang juga.
Kabar gembira ini saya ketahui pagi ini dari tayangan televisi bahwa setelah tiga minggu berturut-turut diguncang demonstrasi besar-besaran, Husni Mubarak mau mundur. Betapa tidak, setelah tarik ulur dan ngotot mempertahankan posisinya selama hampir 30 tahun. Benar-benar sebuah rekor yang hampir menandingi Bapak Pembangunan, Soeharto. Mungkin, karena sesama negara pemrakarsa Konferensi Asia Afrika, sama-sama berjiwa monopoli kekuasaan, dan menganggap tidak ada yang bisa menggantikan peran, tugas dan tanggung jawabnya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi siapapun di muka bumi ini, terutama yang mengambil peran sebagai pemimpin, kepala negara / pemerintahan, bahwasanya semakin lama berkuasa, semakin rusak dan semakin jelek harkat dan martabat anda di mata rakyat. Dan sepertinya begitu pula di mata Tuhan. Betapa kekuasaan itu sangat-sangat memabukkan, menjadikan lupa diri, lupa terhadap janji-janji semasa masih belum / awal menjabat. Saya masih ingat ulasan di TV bagaimana Mubarak berjanji di awal kekuasaannya hanya akan berkuasa selama 12 tahun saja, alias dua periode. Atau, jangan-jangan yang berkuasa selebihnya adalah bukan Mubarak ya ? Dan demi melanggengkan kekuasaannya, segala macam cara dijalani, termasuk mengubah perundangan yang mengatur masa jabatan presiden. Dan ini kemungkinan juga bisa terjadi di Indonesia. Maka, bila rakyat tidak bisa bersatu, bersiaplah untuk dirobek-robek oleh Firaun, Thoghut, penguasa yang aniaya, dholim, penindas rakyat dengan berbagai alat dan instrumen kekuasaannya. Dan tanda-tanda itu di Indonesia sudah mulai tampak. Bagaimana upaya penghancuran umat yang dilakukan secara sistematis, dengan meminjam tangan. Meminjam tangan untuk mendiskreditkan Islam. Maka, tugas besar bagi Ummat Islam di Indonesia untuk menanggulangi hal ini. Mubarak Turun, Harapan Baru untuk Palestina Mesir, selama ini berperan sebagai penjaga kepentingan Israel di bumi Timur Tengah. Dengan kawasan perbatasan dengan Palestina, Mesir berperan memblokade segala macam akses masuk ke Palestina. Akibatnya, banyak penduduk Palestin yang menjadi korban kesewenangan Israel dan menjadi semakin parah kondisinya. Padahal, bila dirunut, masih lebih identik latar belakang Mesir dan Palestina dibandingkan Mesir dengan Israel, baik dari sisi agama maupun etnisnya. Tetapi mungkin Mubarak sudah menganut aliran Firaun dalam memerintah Mesir. Maka, saat inilah harapan akan Palestina yang merdeka, akses bebas melalui mesir, menjadi impian masyarakat Dunia Islam dan Palestina khususnya. Dengan berakhirnya dominasi antek Israel, diharapkan posisi Palestina semakin menguat, dan Israel menjadi semakin terdesak. (SON) On 2/12/11, nurcholid setiawan <[email protected]> wrote: > Ck.ck.ck.ck.ck.. Amerika amerika.. > Gak tau malu apa dia? Makin lama makin muak aja dg negara satu ini, emang > siapa sih yg dukung mubarak selama ini?.. Skrg ngomong lain lg.. > > Msh percaya sama demokrasi? > > Kalo saja nanti ikhwanul muslimin pimpin mesir, apakah apa yg terjadi pd FIS > di aljazair, apa besar kemungkinan terjadi jg di mesir?.. > Semoga ikhwan bs pegang mesir, sehingga lonceng kematian zionis israel > semakin dekat. > > Salam, > Nurcholid > > > "..Hasbunallah wa ni'mal wakiil." > (QS.Ali Imran 173) اَللَّهُمَّ > صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ > > -----Original Message----- > From: S Roestam <[email protected]> > Sender: [email protected]: Sat, 12 Feb 2011 03:31:55 > To: <[email protected]>; <[email protected]>; > <[email protected]>; <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [indonesia] Mubarak mundur - Kemenangan Revolusi Mesir bagi Rakyat > Mesir > > Kawan2 Anggota Milis Yth, > > Berita mutakhir dari Mesir menyebutkan bahwa Presiden Hosni Mubarak dan > keluarganya telah melarikan diri mereka ke tempat peristirahatan kaum kaya > Mesir, yaitu Sharm El Shiekh di tepi pantai Mediterranian. Peristiwa ini > terjadi setelah hari Kamis malam 10 Februari 2011 Presiden Mubarak > menyampaikan pidato kenegaraan yang dengan jelas menyatakan bahwa dirinya > tidak akan mundur darp jabatan Presiden Mesir, walaupun menyatakan juga > bahwa sebagian kekuasaannya telah ia limpahkan kepada Wakil Presiden Omar > Suleiman. > > Pidato ini membuat para demonstran Pro-Demokrasi yang jumlahnya mencapai > beberapa juta orang, menjadi kecewa dan marah, sebab yang diharapkan para > demonstrator adalah pengunduran Mubarak dari kepresidenannya, serta > pergantian rezim yang ada saat ini dengan Pemerintahan yang demokratis. > > Sejak Jumat pagi para demonstran bergerak mengepung Stasiun TV Kairo, Gedung > Parlemen, Istana Presiden dan kantor-kantor Pemerintahan Mesir. Sebelum > terkepung, rupanya Mubarak dan keluarganya melarikan diri mereka secara > diam-diam ke Sharm El Sheikh, kemungkinan besar menggunakan pesawat > helikopter kepresidenan. > > Akhirnya Dewan Angkatan Bersenjata Mesir mengambil alih kekuasaan, dan > kemudian disusul dengan pengumuman pengunduran Mubarak oleh Wakil Presiden > Omar Suleiman melalui YV Mesir. Inilah hasil dari Revolusi Mesir yang > memaksa Mubarak untuk mundur pada hari Jumat malam, 11 Februari 2011, yang > menjadi tonggak sejarah baru bagi Mesir dan Dunia Arab di Timur Tengah. > > Secara kebetulan, hari kemenangan Revolusi Mesir bertepatan dengan ulang > tahun ke-32 tahun Revolusi Iran. Pemerintah Iran menyambut Revolusi Mesir > ini sebagai "Great Victory" bagi seluruh rakyat Timur Tengah. > > Hosni Mubarak naik menjadi Presiden setelah tertembaknya Presiden Mesir > sebelumnya, Anwar Sadat oleh oknum tentara Mesir yang marah atas > ditandatanganinya Perjanjian Perdamaian dengan Israel. Selanjutnya Mubarak > mendukung terus kebijakan Barat di Timur Tengah, dan mengucilkan Rakyat > Palestina di Jalur Gaza, menutup perbatasan Palestina-Mesir. Ia kemudian > menandatangani kerjasama penyaluran minyak ke Isreal yang ditentang banyak > rakyat Timur Tengah yang berlawanan dengan kebijakan negara-negara Arab > lainnya. > > Presiden AS Barack Obama mengucapkan selamat atas kemengan Rakyat Mesir dan > tumbangnya Mubarak dari rezim otoriter Mesir yang berlangsung dselama > 30-tahun. Obama memuji keberhasilan Revolusi Mesir ini tanpa kekerasan, dan > mengharap agar Tentara Mesir melakukan transisi ke Pemerintahan Demokrasi > secara damai dan teratur, tanpa kekerasan dan terorisme. Ini adalah "The > Power of Human Dignity" yang tak dapat dibendung. > > Ia memuji contoh People Power yang membawa era Pemerintahan Demokrasi > seperti runtuhnya Tembok Berlin, dan Reformasi Indonesia tahun 1998 oleh > para Mahasiswa Indonesia, serta gerakan non-kekerasan dari Mahatma Gadhi. > Obama berjanji akan memberikan bantuan apa saja untuk kemajuan Mesir kepada > Rakyat Mesir saat ini. Namun janji Obama ini harus melalui saringan ketat > dari Parlemen AS, sebab ada indikasi untuk menghentikan bantuan Militer > sebesar US$1,5 Milyar pertahun saat berlangsungnya rezim Mubarak. > > Rakyat Indonesia harus juga ikut mendukung kemenangan Rakyat Mesir pada > Revolusi Mesir 2011 ini secepatnya, sebab selama ini belum terdengan suara > dari Indonesia. > Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat. > Wassalam, > S Roestam > http://presidenku.com > -- mukhlason blog.mukhlason.com indobranding.com -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
