Demo yang banyak terjadi kemarin di berbagai daerah oleh berbagai ormas yang 
meminta Nurdin mundur, bisa ditindaklanjuti dengan cara smart, elegan dan 
cerdik, yaitu "menculik" secara damai Ketua dan Pengurus Inti DPW PSSI Provinsi 
dan Kota/Kabupaten seluruh Indonesia agar tidak hadir di Kongres PSSI 26 Maret 
mendatang. Mereka pengurus PSSI daerah ini sebagian besar kroni-nya Nurdin 
Halid... 


Dengan demikian Kongres tidak quorum dan legitimasi Ketua menjadi lemah




________________________________
From: Cardiyan HIS <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sun, February 20, 2011 4:10:34 PM
Subject: [indonesia] Menggulingkan Nurdin Halid? Serahkan kepada Ical


Menggulingkan Nurdin Halid? Serahkan kepada Ical 
Oleh Cardiyan HIS
 
Nurdin Halid adalah sosok fenomenal bagaimana seorang anak manusia harus 
survive. Mana mau dia disuruh turun. Sedangkan semasa di dalam bui saja dia 
bisa 
mengendalikan PSSI. Ketua Umum PSSI, bagi Nurdin  Halid adalah segalanya. 
Jabatan kebanggaan yang sangat prestisius apalagi setelah dirinya  dua kali 
menjadi terpidana dan beberapa kasus lagi masih menghadang di depan. Lalu?
 
Bagaimana menggusur Nurdin Halid? Menurut penulis, ya serahkan saja ke  
Aburizal 
Bakrie (Ical), Ketua Umum Golkar. Lho ke Ical? Tentu saja, karena 
“keberhasilan” 
timnas masuk final Piala AFF ybl diklaim Nurdin Halid adalah karena kemampuan 
dirinya memimpin PSSI. Dan kemudian ada embel-embelnya, kata Nurdin Halid lagi, 
 karena dukungan Partai Golkar! Nurdin memang jagoan memanipulasi fakta. Ketika 
lawannya menekan dengan jalur politik, Nurdin berkilah jangan mempolitisi 
sepakbola. Dan sebaliknya manakala Nurdin mengklaim keberhasilan PSSI 
digadang-gadang berkat dukungan Partai Golkar. 

Nurdin Halid sendiri memang kader Golkar “terpercaya”  dan sudah menjadi 
rahasia 
umum menjadi “ATM Berjalan” sejak jaman rejim Soeharto. Dan dalam rangka 
pemenangan Pemilu Presiden 2014, Nurdin Halid telah ditunjuk Ical sebagai Ketua 
Pemenangan Pemilu Golkar se Sulawesi. Bukan main! 

PSSI yang bulan Maret 2011 nanti akan  mengadakan Kongres antara lain agendanya 
“meresmikan” Nurdin Halid sebagai Ketua Umum PSSI yang ketiga kali 
berturut-turut; telah memakan korban-korbannya. Arifin Panigoro (teman sekampus 
Ical di ITB, bahkan sama-sama dari jurusan Teknik Elektro ITB),  yang memiliki 
PS Bandung Raya dan menjadi pembina dan sponsor tetap kompetisi PSSI U-15 
adalah 
salah satu korban “kepiawaian” Nurdin Halid berorganisasi di PSSI (dan Golkar). 
George Toisutta, jenderal bintang 4 yang sekaligus KASAD yang nota bene puluhan 
tahun membina Persatuan Sepakbola Angkatan Darat (anggota PSSI) juga tak lolos 
verifikasi Panitia Pemilihan PSSI yang  nota bene kroni-kroni Nurdin Halid.
Dua tokoh kuat secara figur dan keuangan telah dilindas kehebringan Nurdin 
Halid. Gebrakan Arifin Panigoro melalui Liga Primer Indonesia (LPI) secara 
konsepsional dan komersial adalah bagus. Tetapi itu saja tidak cukup karena 
“negara adidaya”  bernama FIFA lebih mendukung “perpanjangan tangannya” di 
Indonesia yakni kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) di bawah Ketua Umum PSSI, 
Nurdin Halid. Hebatnya FIFA  pun tutup mata dengan Statuta FIFA yang 
dimanipulasi oleh Nurdin Halid dan membolehkan “Nurdin good boy Halid” 
terpidana 
dua kali dan beberapa kasus pidana bakal  menghadang di depannya; lolos 
verifikasi untuk menjadi calon Ketua Umum PSSI 2011-2015. Sebuah pelecehan akal 
sehat tetapi suatu fakta ini kehebatan kekuasaan Nurdin Halid.
Gerakan gusur Nurdin Halid melalui jaringan Facebook dan Twitter yang telah 
mencapai jutaan tetap tak mampu menurunkan nyali Nurdin Halid untuk mundur. 
Begitu pula ribuan demonstrasi para maniak sepakbola di seluruh Indonesia 
nyata-nyata tidak efektif. Bahkan yang efektif  adalah slogan Nurdin Halid 
sendiri; “Saya sangat mencintai demokrasi. Sederhana saja. Saya hanya bisa 
diturunkan oleh anggota PSSI melalui Kongres PSSI”. Hebatnya, anggota-anggota 
PSSI sudah “disuap” macam-macam mulai amplop, entertaintments, studi banding ke 
klub-klub Real Madrid dan Manchester United  dan entah apalagi.
Jadi untuk menggusur Nurdin Halid, menurut penulis hanya dua cara saja yang 
akan 
sangat efektif:
Pertama;serahkan kepada Ical, bosnya Nurdin Halid di Partai Golkar. Kalau 
Partai 
Golkar ingin memenangi Pemilu 2014 sekaligus mencalonkan Ical jadi Presiden RI 
2014, jangan pelihara kader yang bermasalah seperti Nurdin Halid. Penggemar 
sepakbola itu mayoritas pemilih muda yang nota bene menjadi sasaran utama 
garapan Partai Golkar. Mana mau anak muda Indonesia memilih Partai Golar kalau 
juru kampanyenya orang-orang bermasalah seperti Nurdin Halid atau bahkan Ical 
sendiri yang masih bermasalah karena masih belum juga melunasi kewajiban kepada 
korban lumpur Lapindo. Dari sekarang Ical sebaiknya meminta Nurdin Halid mundur 
dari pencalonan Ketua Umum PSSI 2011-2015 demi misi yang lebih besar bagi 
Partai 
Golkar memenangi Pemilu 2014dan Pilpres 2014.
Kedua; sebenarnya lebih gampang lagi yakni pakai jalur hukum baik melalui KPK 
maupun Polisi dan Jaksa. Mengapa? Karena Nurdin Halid hanya takut dengan urusan 
hukum pidana. Sedikitnya ada 2 (dua) bukti pidana yang melilit dirinya. Yakni 
bukti aliran dana dari penetapan Pengadilan di Samarinda bahwa Nurdin Halid dan 
Andi Darussalam menerima aliran dana korupsi APBD dari terdakwa mantan manajer 
Persisam  masing-masing Rp. 100 juta dan Rp. 80 juta. Kemudian bukti pengakuan 
Hamka Yamdhu, mantan anggota DPR 2004-2009 dari Partai Golkar yang juga mantan 
Bendahara PSSI pada Pengadilan Tipikor, bahwa Nurdin Halid menerima dana Rp. 
500 
juta berupa suap cek pelawat pemenangan Miranda Goeltom, sebagai Deputi Senior 
Gubernur Bank Indonesia. 

Masalahnya Nurdin Halid pun tak bakalan tinggal diam. Otak Nurdin barangkali 
sudah berpikir melampaui jamannya. Apalagi KPK, Polisi dan Jaksa sering 
berolahraga “jalan di tempat” dari pada bergerak jalan aktif mencokok para 
koruptor kelas kakap.
www.cardiyanhis.blogspot.com


      

Kirim email ke