Saya tidak membela dipo alam lho. Pernyataan ajakan boikot secara terbuka memang tidak pantas.
Tapi langkah mengajukan ke pengadilan secara pidana dan perdata, ganti rugi 101 T itu juga kontradiksi dengan kebebasan pers yang saat ini mereka sembah-sembah. Karena ketika mereka merugikan orang lain dan akan dituntut pidana/perdata, mereka selalu meminta mekanisme hak jawab dan dewan pers saja. Kenapa gak bisa untuk di sisi sebaliknya? Kalau bahasa jawanya, ora pandak. Sent from my XL BlackBerry® -----Original Message----- From: "Agung Kresnamurti" <[email protected]> Sender: [email protected]: Sun, 27 Feb 2011 04:21:42 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [indonesia] Re: Menyedihkan Mantan Aktivis Kampus Menjadi Diktator dan atau Koruptor Kalau sy berpendapat, apa yg dilakukan oleh Media Group sdh sesuai prosedur. Mereka mediasi lewat Dewan Pers dan mereka pakai hak somasi. Tapi sy sbg alumni UI, jg melihat ada sisi arogansi seorang Dipo Alam, dalam mensikapi isu ini. Sikap kenegarawan tidak ditampilkan. Satu hal lagi, sepertinya ada perang terselubung antar media. Pembela pemerintah dan pengkoreksi pemerintah. Media Group vs Group Jawa Post. Kita gimana? Kita jd penonton aja. Dgn analisa dan komentar yg sah2 saja.....demi menjauhi sikap apatis....yg memang bukan sikap membangun.... Semangat!!! Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: "[email protected]" <[email protected]> Date: Sun, 27 Feb 2011 11:51:24 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [indonesia] Re: Menyedihkan Mantan Aktivis Kampus Menjadi Diktator dan atau Koruptor You chose to allow [email protected] even though this message failed authentication Disallow: https://www.boxbe.com/anno?tc=7083234620_1493661526&action=authfail&set=false
