Kawan2 Yth,

Berikut ini adalah perkembangan mutakhir tentang rencana penyelenggaraan Siaran 
TV Digital untuk dapat diketahui dan dipersiapkan sbb:

Siaran TV Digital (Digital TV Broadcasting) sudah mulai dapat dinikmati di 
banyak negara-negara maju, sebab banyak sekali keuntungan yang diapat 
diperoleh, diantaranya adalah penghematan spektrum frekwensi yang sangat 
significant (disebut sebagai "Digital Dividend"), dan makin baiknya mutu siaran 
dengan dipakainya High Definition TV, dengan mutu gambar/video yang sangat 
tinggi. Contoh High Definition TV (HD TV) ini dapat dilihat pada artikel ini, 
dimana rincial detail gambar yang sangat bagus dan tajam.

Untuk melakukan transisi dari TV Analog ke TV Digital diperlukan biaya yang 
sangat besar, baik dari sisi Penyelenggara Siaran TV maupun disisi pelanggan, 
sebab mereka harus mengganti pesawat TV mereka ke pesawat TV Digital yang High 
Definition, atau dengan sekadar memasang Set Top Box untuk konversi sinyal 
digital ke Analog (kualitas-nya masih rendah).

Selain dari pada itu, pihak Penyelenggara Siaran TV Digital juga harus 
melakukan siaran paralel selama transisi, yaitu siaran TV analag dan siaran TV 
Digital, dan ini akan memerlukan biaya investasi dan operasional yg sangat 
besar.

Berikut ini adalah pokok2 penting dari rekomendasi Tim Penyusunan RUU Siaran 
sbb:


Selama masa transisi TV Analog ke Digital, penyelenggara Siaran TV Digital yang 
menyelenggarakan siaran analag secara paralel, dibebaskan dari biaya BHP Siaran 
Digital, sebab mereka sudah membayar BHP Analog, agar mereka bisa survive.
Dalam tahap-tahap Analog Switch Off (ASO) di berbagai lokasi/wilayah, 
Pemerintah hendaknya memberikan subsidi perangkat Set Top Box kepada rakyat 
golongan menegah kebawah yang tidak mampu membelinya atau tidak mampu membeli 
TV Digital.
Tim merekomendasikan pengunaan Standar Kompresi Video MPEG4 dan Standar ini 
ditetapkan sejak awal agar para Manufaktur lokal dapat mempersiapknnya secara 
awal pula, dan tidak harus merubahnya (seperti kalau dimulai dengan MPEG2, maka 
harus merubah ke MPEG4 dengan biaya investasi pabrik yg besar).
Tim juga merekomendasikan Sistem Transmisi Digital DVB-T2 (Digital Video 
Broadcast-Terrestrial versi-2), bukan DVB-T1), untuk menghindarkan biaya 
konversi di masa depan yang mahal.
Masa transisi ke Digital dengan coverage nasional 30% ditarget-kan pada tahun 
2015
Siaran Full TV Digital (Analog Switch Off) ditargetkan tahun 2020.


Berikut ini adalah Video dalam Format HD TV tentang rapat tersebut diatas untuk 
dapat dinikmati oleh kita sekalian:

http://wartamastel.blogspot.com

Semoga bermanfaat.
Wassalam,
S Roestam

Kirim email ke