Kawan2 Milis Yth,

Peningkatan kebutuhan layanan data dipicu oleh penetrasi berbagai jenis 
perangkat mobile dengan beberapa pengembangan terhadap sistem operasi baru yang 
menggunakan interkoneksi internet. Meningkatnya kebutuhan akan layanan data ini 
sudah tidak lagi dapat ditampung oleh sarana telekomunikasi data dengan 
teknologi seluler generasi ke-3 atau 3G.

Menurut Director & Country Manager Qualcom Indonesia Harry K Nugraha, LTE 
merupakan solusi perkembangan layanan data baik untuk CDMA maupun GSM sebagai 
evolusi teknologi seluler Generasi ke-3 (3G) ke generasi ke-4 (4G).

Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementrian Kominfo Gatot S. Dewabroto 
kebijakan mengenai implementasi LTE belum diputuskan, meskipun sudah ada 
beberapa operator telekomunikasi yang sudah melakukan ujicoba. Sampai sekarang 
masih dibahas dan kajiannya belum diputuskan. Kementerian Kominfo tidak akan 
membatasi ujicoba LTE oleh operator, selama tidak digunakan untuk layanan 
komersiil.

Berita tersebut diatas dikutip dari Harian Bisnis Indonesia terbitan Jumat, 8 
April 2011. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimanakah kelanjutan dari 
penggelaran jaringan Wireless Broadband Access WiMAX sudah ditetapkan pada pita 
frekwensi 2,3 GHz, sebab belum terdengar layanan jasa komunikasi broadband 
wireless access untuk masyarakat umum, dimana sasaran semula BWA yang 
diharapkan dapat menjadi andalan kebangkitan Industri Manufaktur Nasional 
menjadi tidak terlaksana, karena standar yang ditetapkan menghasilkan produk 
yang tidak kompetitif di pasar dalam negeri.

Pengalaman keterlambatan/kegagalan penggelaran jaringan BWA perlu menjadi 
pelajaran yang berharga untuk merancang masa depan jaringan BWA/LTE. Apakah 
BWA/WiMAX akan tetap dilanjutkan ataukah akan diganti dengan BWA/LTE? Dapatkah 
LTE menjadi andalan kebangkitan Industri Manufaktur Nasional seperti yang 
diharapkan dari WiMAX?

Perbedaan utama antara keduanya, adalah, WiMAX merupakan produk bukan 
propritary, sedangkan LTE adalah produk proprietary, sehinggan Indonesia harus 
membayar lisensi/paten produk ini. Ini akan mengurangi manfaat pengembangan 
Industri Manufaktur DN yang berbasi LTE.

Silahka diberikan tanggapan atau saran-saran yang positif.
Wassalam,
S Roestam
WIRELESS TECHNOLOGY

Kirim email ke