Kang Roestam,

Menurut Gatot S. Dewabroto kan pemerintah sudah jelas menutup pintu untuk mobile Wimax 802.16e. Artinya kita tidak mempunyai masa depan untuk implementasi Wimax. Mana ada operator yang mau pakai 16d ? Ini sama artinya dengan kita tidak punya pilihan untuk harus memakai LTE.


Wassalam.

On 08/04/2011 14:38, S Roestam wrote:
Kawan2 Milis Yth,

Peningkatan kebutuhan layanan data dipicu oleh penetrasi berbagai jenis perangkat mobile dengan beberapa pengembangan terhadap sistem operasi baru yang menggunakan interkoneksi internet. Meningkatnya kebutuhan akan layanan data ini sudah tidak lagi dapat ditampung oleh sarana telekomunikasi data dengan teknologi seluler generasi ke-3 atau 3G.

Menurut *Director & Country Manager* *Qualcom Indonesia Harry K Nugraha*,*LTE* merupakan solusi perkembangan layanan data baik untuk CDMA maupun GSM sebagai evolusi teknologi seluler Generasi ke-3 (3G) ke generasi ke-4 (4G).

Menurut *Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementrian Kominfo Gatot S. Dewabroto* kebijakan mengenai*implementasi LTE belum diputuskan*, meskipun sudah ada beberapa operator telekomunikasi yang sudah melakukan ujicoba. Sampai sekarang masih dibahas dan kajiannya belum diputuskan. Kementerian Kominfo tidak akan membatasi ujicoba LTE oleh operator, selama tidak digunakan untuk layanan komersiil.

Berita tersebut diatas dikutip dari Harian Bisnis Indonesia terbitan Jumat, 8 April 2011. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimanakah kelanjutan dari penggelaran*jaringan Wireless Broadband Access WiMAX* sudah ditetapkan pada pita frekwensi 2,3 GHz, sebab belum terdengar layanan jasa komunikasi broadband wireless access untuk masyarakat umum, dimana sasaran semula BWA yang diharapkan dapat menjadi *andalan kebangkitan Industri Manufaktur Nasional* menjadi tidak terlaksana, karena*standar* yang ditetapkan menghasilkan *produk yang tidak kompetitif* di pasar dalam negeri.

Pengalaman keterlambatan/kegagalan penggelaran jaringan BWA perlu menjadi pelajaran yang berharga untuk merancang masa depan jaringan BWA/LTE. Apakah *BWA/WiMAX akan tetap dilanjutkan* ataukah akan *diganti dengan BWA/LTE*? Dapatkah LTE menjadi andalan kebangkitan Industri Manufaktur Nasional seperti yang diharapkan dari WiMAX?

Perbedaan utama antara keduanya, adalah, WiMAX merupakan produk *bukan propritary*, sedangkan LTE adalah produk *proprietary*, sehinggan Indonesia harus membayar lisensi/paten produk ini. Ini akan mengurangi manfaat pengembangan Industri Manufaktur DN yang berbasi LTE.

Silahka diberikan tanggapan atau saran-saran yang positif.
Wassalam,
S Roestam
WIRELESS TECHNOLOGY <http://wirelesstekno.blogspot.com>

Kirim email ke