Mahasiswa ITB Juga Pernah Diculik NII
Senin, 25 April 2011 - 19:32 wib
Iman Herdiana - Okezone

Bendera NII (Foto: kabaractual.blogspot)
enlarge this image
BANDUNG- Kasus penculikan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
oleh kelompok Negara Islam Indonesia (NII) ternyata bukan kali
pertama.

Di Bandung, ada seorang seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung
(ITB) juga pernah menjadi korban penculikan oleh gerakan NII. Ini
diungkapkan Direktur Humas dan alumni ITB Marlia Singgih.

Berdasarkan kasus tersebut, ITB melakukan peningkatkan dan pengawasan
terhadap mahasiswanya.

"Kita lakukan pemantauan mahasiswa melalui dosen pembimbing melalui
himpunan mahasiswa," kata Marlia, usai jumpa pers lomba rancang pabrik
nasional di Rektorat ITB, Bandung, Jawa Barat, Senin (23/4/2011).

Marlia menuturkan, mahasiswa ITB yang menjadi korban NII terjadi tahun
lalu. Mahasiswa yang tak disebutkan nama dan fakultasnya itu bahkan
sempat dinyatakan hilang. "Dia ditemukan di Kalimantan, sekarang sudah
kembali lagi kuliah," ungkapnya.

Kasus lain, lanjut Marlia, menimpa anak seorang karyawan ITB yang
terjadi tiga tahun lalu. "Bahkan kasusnya cukup ekstrim. Untuk
menyelamatkan anaknya, karyawan tersebut harus menculiknya di markas
NII," tutur Marlia.

Korban penculikan tersebut, kata Marlia, langsung dibina ITB secara
psikologis maupun keagamaan. Bagi yang terlibat kasus NII, mereka
didekati secara persuasif untuk keluar dan kembali kuliah seperti
biasa di ITB. Mereka juga tidak diberi sanksi mengingat mereka adalah
korban, bukan pelaku.

Maka, kata Marlia, ITB secata intensif melakukan pengawasan terhadap
kegiatan mahasiswa yang terjadi di dalam kampus. Namun, masalahnya
gerakan NII justru bersifat nonformal dan sembunyi-sembunyi. "Jadi
untuk deteksi dini susah juga," ujarnya.

Untuk saat ini, pihaknya mengaku tidak ada laporan tentang mahasiswa
yang hilang karena NII. Namun, dia mengimbau supaya orang tua yang
menemukan tindak mencurigakan dari anaknya supaya langsung lapor ke
Rektorat ITB. "Sehingga kita bisa tempuh solusi bagaimananya," saran
Marlia.

Dia juga sepakat NII memang sangat merugikan masyarakat. Maka jika ITB
mengetahui ada mahasiswanya yang absen lama, orang tua akan langsung
dihubungi. "Supaya bisa dideteksi dini kenapa mahasiswa tersebut ga
masuk kuliah, jangan sampai terlambat penanganannya," pungkasnya.
(kem)

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke