Lho majikannya sudah tidak ada ... sekarang menggigit tetangga bahkan tukang kebun rumah sebelah .... :-(
On 4/26/11, [email protected] <[email protected]> wrote: > Seperti banyak disebutkan para pengamat, NII yg banyak disebut sebut akhir > akhir ini adalah NII yg sudah dimasuki intelejen. Maksud awalnya adalah > untuk "mengendalikan" dari dalam dan "membelokkan" visi dan misinya dengan > moda penciptaan teror dan mengumpulkan dana berkedok infaq. Sebagian besar > upaya intelejen ini berhasil, masyarakat anti pati terhadap NII, namun > beberapa kelompok menjadi tidak terkendali. > > Kelompok yg "dibina" untuk melakukan teror sebagian "disekolahkan" di > Afghanistan dan Filipina. Dengan terputusnya orde baru, rantai pembinaan ini > juga putus, akibatnya kelompok afghanistan dan filipina ini menjadi tidak > terkendali, demikian pula kelompok yg gemar mengumpulkan dana berkedok > infaq, modusnya malah makin "kreatif" dengan cuci otak, hipnotis dan > menculik. > > Seperti Al Qaeda nya Osama bin Laden yg dibina oleh CIA, NII juga adalah > produk intelejen sejak zaman Ali Murtopo. > > Begitulah kalau memelihara macan, kurang pasokan, salah-salah majikannya > yang digigit. > > Wassalam. DZA > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]> > Sender: [email protected]: Tue, 26 Apr 2011 00:19:41 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Cc: <[email protected]>; Kuyasipil<[email protected]> > Subject: [indonesia] Mahasiswa ITB Juga Pernah Diculik NII > > Mahasiswa ITB Juga Pernah Diculik NII > Senin, 25 April 2011 - 19:32 wib > Iman Herdiana - Okezone > > Bendera NII (Foto: kabaractual.blogspot) > enlarge this image > BANDUNG- Kasus penculikan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang > oleh kelompok Negara Islam Indonesia (NII) ternyata bukan kali > pertama. > > Di Bandung, ada seorang seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung > (ITB) juga pernah menjadi korban penculikan oleh gerakan NII. Ini > diungkapkan Direktur Humas dan alumni ITB Marlia Singgih. > > Berdasarkan kasus tersebut, ITB melakukan peningkatkan dan pengawasan > terhadap mahasiswanya. > > "Kita lakukan pemantauan mahasiswa melalui dosen pembimbing melalui > himpunan mahasiswa," kata Marlia, usai jumpa pers lomba rancang pabrik > nasional di Rektorat ITB, Bandung, Jawa Barat, Senin (23/4/2011). > > Marlia menuturkan, mahasiswa ITB yang menjadi korban NII terjadi tahun > lalu. Mahasiswa yang tak disebutkan nama dan fakultasnya itu bahkan > sempat dinyatakan hilang. "Dia ditemukan di Kalimantan, sekarang sudah > kembali lagi kuliah," ungkapnya. > > Kasus lain, lanjut Marlia, menimpa anak seorang karyawan ITB yang > terjadi tiga tahun lalu. "Bahkan kasusnya cukup ekstrim. Untuk > menyelamatkan anaknya, karyawan tersebut harus menculiknya di markas > NII," tutur Marlia. > > Korban penculikan tersebut, kata Marlia, langsung dibina ITB secara > psikologis maupun keagamaan. Bagi yang terlibat kasus NII, mereka > didekati secara persuasif untuk keluar dan kembali kuliah seperti > biasa di ITB. Mereka juga tidak diberi sanksi mengingat mereka adalah > korban, bukan pelaku. > > Maka, kata Marlia, ITB secata intensif melakukan pengawasan terhadap > kegiatan mahasiswa yang terjadi di dalam kampus. Namun, masalahnya > gerakan NII justru bersifat nonformal dan sembunyi-sembunyi. "Jadi > untuk deteksi dini susah juga," ujarnya. > > Untuk saat ini, pihaknya mengaku tidak ada laporan tentang mahasiswa > yang hilang karena NII. Namun, dia mengimbau supaya orang tua yang > menemukan tindak mencurigakan dari anaknya supaya langsung lapor ke > Rektorat ITB. "Sehingga kita bisa tempuh solusi bagaimananya," saran > Marlia. > > Dia juga sepakat NII memang sangat merugikan masyarakat. Maka jika ITB > mengetahui ada mahasiswanya yang absen lama, orang tua akan langsung > dihubungi. "Supaya bisa dideteksi dini kenapa mahasiswa tersebut ga > masuk kuliah, jangan sampai terlambat penanganannya," pungkasnya. > (kem) > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan > akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt > -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
