mudah2an pak Hatta ngga brnasib seperti besan yg lain 2011/4/27 <[email protected]>
> Menurut saya kok lebih pas SBY yang mundur. Terbukti banyak persoalan > bangsa yg tidak bisa beliau 'kontrol' penyelesaiannya, tidak sekedar besan > mantu. > Salam, > HW > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > ------------------------------ > *From: *Agus Purwanto <[email protected]> > *Sender: *[email protected] > *Date: *Tue, 26 Apr 2011 14:59:51 -0700 (PDT) > *To: *<[email protected]>; ITB<[email protected]> > *ReplyTo: *[email protected] > *Cc: *<[email protected]>; <[email protected]> > *Subject: *[indonesia] Re: Ibas-Aliya, Kekuatan Cinta dan Etika Politik > > saya sepakat demikian > Hatta mundur > perlu memberi keteladan dan pendidikan politik yang elegan > > masalahnya, > apa Hatta memang politisi kelas tinggi > atau hanya berjabatan tinggi? > > > > > > > Agus Purwanto > LaFTiFA ITS > http://purwanto-laftifa.blogspot.com > http://ayatayatsemesta.wordpress.com > > > ------------------------------ > *From:* Mohammad Andri Budiman <[email protected]> > *To:* ITB <[email protected]> > *Cc:* [email protected]; [email protected] > *Sent:* Wed, April 27, 2011 1:46:49 AM > *Subject:* [indonesia] Ibas-Aliya, Kekuatan Cinta dan Etika Politik > > Excerpt: "Karena ada persinggungan hubungan familiar dengan jabatan > publik untuk menghindari itu saya kira mestinya Hatta Rajasa mundur > dari jabatan menteri" > > Source: http://m.okezone.com/read/2011/04/26/339/450053 > > --begins-- > > Ibas-Aliya, Kekuatan Cinta dan Etika Politik > Selasa, 26 April 2011 - 13:00 wib > Insaf Albert Tarigan - Okezone > > Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono > ( Vibiddaily.com) > enlarge this image > JAKARTA - Kabar pernikahan Putra bungsu Presiden Susilo Bambang > Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dengan puteri Menko > Perekonomian Hatta Rajasa, Aliya Rajasa, terbukti bukan gosip semata. > Meskipun hingga kini tak ada pernyataan resmi dari kedua keluarga elit > tersebut misalnya, mengenai detail acara membahagiakan itu. > > Dalam berbagai kesempatan, Hatta Rajasa hanya tersenyum jika ditanya > wartawan mengenai pernikahan puterinya seraya sesekali meminta > dukungan doa masyarakat. Demikian halnya dengan Presiden Yudhoyono > yang diwakili Juru Bicaranya Julian Aldrin Pasha. Bahkan, kabar > pertunangan Ibas-Aliya yang lebih dahulu digelar malam nanti di > kediaman Hatta, komplek Perumahan Fatmawati Golf Mansion, Jalan RS > Fatmawati, Jakarta Selatan, tanpa pengumuman kepada media. > > Sudah disinggung sebelumnya, pernikahan akbar ini pasti memunculkan > spekulasi macam-macam, baik dari aktivis, pengamat maupun politikus, > dan tak ketinggalan media massa. Ada yang mengaitkannya dengan > pembentukan dinasti politik, perkawinan Partai Demokrat dengan Partai > Amanat Nasional dan ada juga yang menyebutnya model nepotisme gaya > baru. > > Bukan hal aneh mengingat Ibas dan Aliya -seperti kata Wakil Ketua DPR > Pramono Anung- bukan pasangan biasa. Ibas anak Presiden dan Aliya > puteri menteri senior dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Jika > Yudhoyono diibaratkan raja maka Hatta Rajasa ialah Mahapatihnya. > > Komentar juga datang dari masyarakat melalui jejaring sosial dan > internet. Sebagian dari mereka berucap. “Jodoh kan di tangan Allah. > Apa hubungannya dengan politik?”. > > Apa hubungannya dengan politik? > > Sosiolog dan pengajar filsafat Universitas Negeri Jakarta, Robertus > Robert tertawa saat ditanya mengenai hal ini. Dia sependapat dengan > masyarakat kebanyakan, benih-benih cinta barangkali benar-benar tumbuh > dari dalam hati Ibas dan Aliya karena mereka manusia biasa. Bukan > karena anak pejabat tinggi di Republik ini. > > Konon, perasaan cinta muncul karena mereka kerap bertemu di Yayasan > Tungga Dewi yang diketuai oleh Annisa Pohan, kakak ipar Ibas. Aliya > Rajasa kelahiran 25 tahun silam ini juga merupakan pendiri Yayasan > Tungga Dewi. > > Tidak jelas bagaimana percintaan itu bermula. Mungkin Ibas hanya > “kebetulan” seperti Ken Arok yang terhujam jantungnya manakala melihat > Ken Dedes, saat bertemu Aliya di Yayasan tersebut. > > Sastrawan Pramoedya Ananta Toer melukiskan adegan remeh-temeh > Arok-Dedes itu demikian. > > “Paramesywari turun dari tandu. Ia terpesona oleh kecantikannya. > Kulitnya gading. Angin meniup dan kainnya tersingkap memperlihatkan > pahanya yang seperti pualam. Arok mengangkat muka dan menatap Dedes. > Dengan sendirinya ekagrata ajaran Tantripala bekerja. Cahaya matanya > memancarkan gelombang menaklukkan wanita yang di hadapannya itu. Dedes > terpakukan pada bumi. Ia menundukkan kepala, merasa mata seorang dewa > sedang menumpahkan pengaruh atas dirinya. Ia gemetar. Dengan tangan > menggigil ia buka pintu Taman Larangan itu, tapi tak mampu. Arok > datang membantunya, dan ia dengar suara dewa itu: "Sahayalah orang > Yang Suci Dang Hyang Lohgawe." "Dirgahayu untukmu, Arok." > > Tapi, sebagai anak pejabat publik, bagaimanapun pernikahan itu tak > hanya menyangkut penyatuan Ibas dan Aliya. Hubungan Yudhoyono dengan > Hatta yang semula hanya jalinan profesional antara Presiden dengan > menterinya berubah jadi hubungan besan, keluarga. > > “Indonesia belum ada aturan menyangkut hubungan seperti itu,” kata > Robert di Jakarta, Selasa (26/4/2011). “Tapi TAP MPR Tentang KKN saya > kira itu mesti jadi patokan untuk melihat hal demikian.” > > Robert merujuk pada Ketetapan MPR Nomor XI Tahun 1998 tentang > Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan > Nepotisme. Baginya, mustahil Yudhoyono dan Hatta bisa menghindari > konflik kepentingan jika pernikahan Ibas-Aliya tetap berlangsung > sementara mereka tetap menduduki jabatan masing-masing. > > “Karena ada persinggungan hubungan familiar dengan jabatan publik > untuk menghindari itu saya kira mestinya Hatta Rajasa mundur dari > jabatan menteri,” katanya. > > Pengunduran diri Hatta sebagai “mahapatih” Yudhoyono, kata Robert, > lebih pas dipandang dari sisi etika publik. Dengan demikian, tiada > percampuran tak sehat antara wilayah privat dan wilayah kenegaraan. > > Haruskan Hatta mengundurkan diri? (abe) > --ends-- > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan > akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt >
