(bukan sekedar kerja keras tapi juga kerja bareng dan kerja2..... lainnya)

1 - 4 sudah berjalan di negara kita
insentif belum kelihatan
peternakan sapi merupakan industri bukan sekedar hewan peliharaan dirumah
penegakan hukum bagi pelanggar ASUH (aman sehat utuh halal)
dst
dll
dsb
.........

Rum D Mutiara


2011/6/14 Aristo Y. Suratman <[email protected]>

> Saya setuju item 1,2, dan 4. Jangan lakukan item #3, karena dari statistik
> kesehatan dunia, orang indonesia dari tahun ke tahun makin kecil. Bahkan
> dari statistik tsb bila berlanjut akan ada generasi yang pendek dan gemuk.
> Selain dari internet, saya juga baca di salah satu harian di ibukota. Saya
> juga tak setuju bila mahasiswa makan nasi kucing. Bisa jadi kucing betulan
> nantinya. Kurus melengkung. Oleh karena itu mulailah dari keluarga kita,
> untuk segera banyak makan daging banyak2.
>
>
>
> *From:* Sholeh Mr [mailto:[email protected]]
> *Sent:* 14 Juni 2011 15:18
> *To:* [email protected];
> [email protected]
> *Subject:* [indonesia] Stop Import Sapi
>
>
>
>
> Para Pejuang Yth,.
>
> Anda adalah sekumpulan orang yang bukan hanya berwawasan  tapi juga
> memiliki karakter pejuang untuk membangkitkan Indonesia yang lebih baik.
> Bila anda memiliki akses ke Mendag,.. maka solusi stop Impor Sapi adalah
> revolusi dagang pertama untuk bangsa ini,. :
> 1. Para petani ternak harus mulai meningkatkan kerja keras nya.
> 2. Sarjana Peternakan dari Unpad dan IPB atau lainnya harus turun padang
> guna mambantu manajemen peternakannya,. yang dikelola langsung oleh
> Departemen pertanian.
> 3. Rakyat Indonesia harus sabar dalam waktu yang cukup lama harga daging
> akan mahal atau menahan makan daging dalam kurun waktu tertentu sampai
> produksi sapi memadai.
> 4. Pemerintah harus terus berupaya melindungi rakyatnya dalam takaran
> globalisasi yang cenderung negara lain menggunakan senjata lainnya.
>
> Kesempatan emas untuk memkamurkan petani kita dan membiaya anak-anaknya ke
> sekolah perguruan tinggi yang lebih baik,.. jangan membiayai anak-anak
> petani australia saja Bung.
>
> Salam perjuangan.
>
>

Kirim email ke