Selamat Mas! Semoga upaya Anda jadi asbab penggalian ilmu yang "lebih" benar demi kemashlahatan semua orang dan alam (rahmatan lil alamin). Semoga para scientist, tokoh agama (dan juga ulama?) dan para pemimpin mulai sadar bahwa semua ilmu dapat digali dari Al-Quran... Karena Qur'an menerangkan tentang "segala sesuatu"... Semoga tidak lagi mengarang science dengan asal ngomong (say' in) tanpa jelas juntrungan dan tujuannya...
Apa tidak kasian anak-cucu jika bangsa ini terus menerus dicekoki ilmu-ilmu dangkal yang memperkuda dan membodoh-bodohi orang banyak, apalagi yang destuktif (merusak) bagi kehidupan…? Yusuf 12:111 Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. *Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat*, akan tetapi *membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya* dan *menjelaskan segala sesuatu*, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. An Nahl 16:89 (Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami, bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu *Al Kitab (Al Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu* dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. Al Israa’ 17:12 Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan *segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.* Dan agar para ahli social, ideology, politik, hukum, psikologi, manajemen, pemimpin dsb. juga bertambah akalnya bahwa ada yang namanya ILMU PASTI SOSIAL karena alam semesta ini (segala sesuatu) diciptakan Penciptanya dengan sangat RINCI (termasuk fenomena social). Jika TIDAK PASTI atau seperti cerita dongengan saja, KENAPA ILMU SOSIAL DIPELAJARI (dan mbayar mahal pula)? Semoga juga para skolar/intelektual “ILMU PASTI ALAM” (exacta) jangan pongah sendiri dengan menganggap cuma ilmu mereka yang PASTI karena ILMU SOSIAL YANG SEBENARNYA juga PASTI. Al Qamar 54:53 Dan *segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.* Al Hijr 15:19 Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya *segala sesuatu menurut ukuran.* Al Qamar 54:49 Sesungguhnya Kami menciptakan *segala sesuatu menurut ukuran.* Al Furqaan 25:1-3 Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya), dan *Dia telah menciptakan segala sesuatu*, dan *Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.* Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan. Al Jin 72:28 Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan *Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.* Yunus 10:61 Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur'an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. *Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi atau pun di langit.* Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). Saba 34:3 Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami." Katakanlah: "Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang ghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. *Tidak ada tersembunyi daripada-Nya seberat zarrahpun* *yang ada di langit dan yang ada di bumi* dan *tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu* dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)", An Nisaa’ 4:40 Sesungguhnya *Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah*, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. Az Zalzalah 99:7-8 Barangsiapa yang *mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun*, niscaya *dia akan melihat (balasan) nya.* Dan barangsiapa yang *mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun*, niscaya *dia akan melihat (balasan) nya pula.* Tentang kopyah, itu asalnya dari kata "kap-yah" atau "kippah"... http://en.wikipedia.org/wiki/Kippah http://wiki.answers.com/Q/What_is_a_Jew%27s_hat_called Barangkali disini "kata"nya dipakai untuk menghormati saudara tua... Yang agak mengherankan, kenapa bentuknya mirip topi Fir'aun yang di perpendek? http://www.123rf.com/photo_1243540_pharaoph-egypt-queen-hatshepsut-depicted-as-osiris-statue-close-up-deir-el-bahri-luxor-temple-of-hat.html http://www.flickr.com/photos/savingfutures/984682583/ http://heritage-key.com/blogs/ann/sca-releases-full-list-treasures-missing-cairo-museum http://librisnotes.blogspot.com/2010/11/sphinxs-princess-by-esther-friesner.html http://egypt7000bc.blogspot.com/2009/06/nefertiti.html Anyway, selamat (sukses) dan berkah ya! Salam Z 2011/6/24 Agus Purwanto <[email protected]> > di bandara Mataram terdapat baleho besar bertuliskan > Selamat Datang Peserta Musyawarah Kerja Nasional > Ulama al-Quran 2011 > bergambar Gubernur NTB dan sesepuhnya > > membaca tulisan itu hati pun bergetar > subhanallah > > sampai di hotel saya baru sadar > tidak bawa kopyah > subhanallah, > saya jadi merasa terasing > > ketika isi buku tamu/daftar hadir, sebelum saya ternyata Prof Umar Anggoro > Jeni mantan ketua LIPI > hwa ...tidak kopyahan juga > sedikit lega > beliau saya dekati dan berkenalan > > acara dibuka gubernur NTB yang masih usia 38 tahun > Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi, doktor tafsir cumlaude dari Universitas > al-Azhar Kairo > banyak menggunakan bahasa atau istilah Arab > "kalau pidato di depan SBY saya biasa-biasa saja, tetapi pidato di depan > para guru saya ini saya harus ekstra hatii > apalagi kalau Prof Quraish sudah begini (memegang dagu sambil menatap > serius) berarti kata demi kata saya diperhatikan dan jadi ketahuan salahnya, > makanya saya harus bicara singkat saja" > > malam pada pleno pertama, Prof Jeni sempat singgung AAS yang monumental > info lewat begitu saja, > hadirin tidak kenal apa itu AAS > apalagi kemudian presentasi dilanjutkan oleh mahaguru ilmu tafsir Prof > Quraish Shihab > dari uraiannya, > saya sedikit lega, apa yang beliau harapkan tentang pemahaman dan > penafsiran al-Quran > khususnya telaah ayat telah saya lakukan di NAAS Nalar AAS > > Rabu pagi saya melaksanaken tugas > presentasi hasil telaah saya atas tafsir ilmiy penciptaan jagat raya > seperti biasanya ... peserta seperti nonton sulap > begitu acara usai, hampir semua peserta mengusulkan saya dimasukkan tim > tafsir ilmiy kemenag > > Rabu sore, > pleno terakhir dengan dua narasumber Prof Didin Hafidudin dan Dr Adian > Husaini dihentikan, > dipindah dan dilanjutkan di pendopo gubernuran atas permintaan gubernur > acara dilanjut ba'da maghrib > gubernur ikut hadir pada presentasi Prof Didin dan mas Adian > dan dilanjut penutupan juga oleh gubernur > > setelah penutupan pembawa acara membacakan > "Selanjutnya adalah penyerahan cindera mata dari salah seorang peserta > Mukernas > berupa buku Sisii al-Quran yang terlupakan oleh Agus Purwanto DSc" > saya pun diminta maju > gubernur maju > para tukang foto juga maju > saya serahkan AAS pada gubernur, seperti biasa salaman sambil ngadep tukang > foto > ceklik ceklik klik ... > lha gubernur ngomong begini > "saya sudah beli buku ini setahun yang lalu, > berarti sekarang saya minta tanda tangan dan catatan dari penulisnya, > terimakasih pak Agus" > hadirin pun gerrrr ... mendengar pengakuan bahwa gubernur telah beli buku > AAS > berarti hadiahnya gak surprise lagi je ... > > acara dilanjut makan malam > ketika setiap peserta bersalaman pamit pulang dan tiba giliran saya > gubernur tanya,"bukunya sudah ditandatangi pak Agus?" > "Belum, besok saya masih di sini sampai sore" > > ketika saya di bus > staf gubernur nyusul saya sambil bawa AAS dan bollpoin > saya pun tanda tangan dan menulis > "Menemukan Kembali Mutiara yang hilang: > Ilmu Pengetauan > untuk Peradaban Islam" > > > sekali lagi, > yang memerlukan buku AAS > bisa kontak lgsg no hp 0856 4888 2554 > setelah transfer > Rp 80.000 untuk Jawa > Rp 85.000 untuk luar Jawa > ke no rek BNI 0100149129 > jangan lewatkan al-Quran al-'alim > mushaf ilmiy > > Agus Purwanto > LaFTiFA ITS > http://purwanto-laftifa.blogspot.com > http://ayatayatsemesta.wordpress.com > > > > >
