Saya juga pernah mengalami hal yang sama Pak Achmad.
Terimakasih telah mengingatkan kembali.

Imam 


Sent from my iPhone
Solitaire - Xingular

-----Original Message-----
From: "Achmad Chamdani Eka P." <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 24 Oct 2011 08:57:23 
To: <[email protected]>; <[email protected]>
Reply-To: Indonesia Next Better List <[email protected]>
Subject: [Indonesia] JANGAN MEMBAYAR PBB Melalui PERAKAT DESA !!!

Assalamu'alaikum W.W.

Saat ini musim tagihan PBB.
Saya hanya ingatkan saja, JANGAN SEKALI KALI MEMBAYAR TAGIHAN PBB MELALUI
PERAKAT DESA (KELURAHAN). Karena rawan manipulasi.

Kejadian ini menimpa saya sekitar 5 tahun yll. Saya kaget karena oleh 
dirjen pajak ditagih
PBB tahun tahun sebelumnya, mulai tahun 2001. Mereka bilang, saya belum 
membayar PBB.
Beruntung saya masih mempunyai bukti pembayaran PBB yang saat itu saya 
bayar melalui
kantor kelurahan. Rupanya, pihak kantor kelurahan tidak setor ke kantor 
Pajak.

Saya sempat ancam mereka dengan melaporkan ke pihak polisi. Buru buru 
mereka bilang
bahwa mereka akan menyelesaikan dengan kantor pajak. Saya cek ke kantor 
pajak, ternyata
belum juga ada pembayaran dari pihak kelurahan. Dus, kantor pajak juga 
tidak pernah menagih
lagi (rupanya mungkin tagihan tsb. diputihkan, tetapi transaksi masih 
menggantung tidak ada
pembayaran).

Untuk itu, saya ingatkan kepada rekan rekan :
1) Jangan sekali kali membayar PBB melalui kantor desa atau kelurahan 
karena rawan penyelewengan
seperti ini. Pihak kantor pajak tidak akan pernah membantu anda, 
walaupun kita sudah melaporkan kepada mereka.

2) Kalaupun berkas tagihan PBB harus diambil dari kantor kelurahan, 
ambil saja tagihannya, tetapi
jangan bayarkan PBB melalui mereka.

3) Bayarlah PBB melalui ATM dengan memasukkan nomer NOJP atau melalui 
teller Bank daerah di kantor Pajak.
dengan pembayaran online ini, pembayaran kita akan ter-record by system 
di database perbankan.
Dengan mudah bisa kita track walaupun kita kehilangan bukti pembayaran.

Ingatkan saudara saudara kita yang lain, saya tidak berkeberatan email 
ini disebarkan demi menjaga kerugian yang tidak
kita inginkan. Kelihatannya pemerintah tetap acuh tak acuh masalah 
kerugian ini. Tetapi, mudah mudahan pemerintah
mendengarkan hal ini dengan melakukan tindakan nyata penyelewangan PBB 
oleh aparat desa.


Wassalamu'alaikum.
Achmad Chamdani Eka
---------------------------------------------------------------------
Tagihan PBB Disalahgunakan Perangkat Desa
Gregorius Magnus Finesso | Agus Mulyadi | Jumat, 21 Oktober 2011 | 18:41 WIB

KEBUMEN, KOMPAS.com — Akumulasi tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 
di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, selama 10 tahun hingga Juni 2010, 
tercatat sebesar Rp 14,95 miliar.

Selain dari wajib pajak yang membandel, tunggakan PBB tersebut diduga 
akibat penyalahgunaan oleh kepala desa atau perangkat desa yang bertugas 
sebagai petugas pemungut PBB.

Kepala Bidang Pendapatan pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan 
Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kebumen Yoso Raharjo, Jumat (21/10/2011), 
mengatakan, ada indikasi kuat terkait penyalahgunaan penggunaan uang PBB 
oleh beberapa oknum kepala desa atau perangkat desa, baik untuk 
kepentingan desa maupun pribadi.

"Parahnya, ketika ditagih, sangat sulit. Tahun 2010, kami mencatat ada 
Rp 117 juta setoran PBB yang disalahgunakan kepala desa atau perangkat 
desa," kata Yoso.

Menurut dia, ada beberapa masalah yang muncul di lapangan sehingga 
realisasi penerimaan PBB tidak mencapai target dan tunggakan PBB terus 
meningkat. Masalah itu, misalnya, rendahnya kesadaran sejumlah wajib 
pajak, terutama yang berdomisili di luar desa, apalagi belum ada sanksi 
bagi wajib pajak yang bandel.

Selain itu, dia menyoroti rendahnya kesadaran beberapa kepala desa 
selaku petugas pemungut PBB atau perangkat desa selaku pembantu petugas 
pemungut PBB dalam melaksanakan kewajiban pemungutan dan penyetoran PBB. 
Bahkan, ada kecenderungan mereka baru menyetor hasil pemungutan setelah 
dimonitor tim kabupaten.

Sementera itu, realisasi penerimaan PBB hingga minggu kedua Oktober 2011 
masih di bawah target. Realisasi penerimaan PBB baru tercapai Rp 13,8 
miliar, atau masih kurang Rp 6,8 miliar dari target sebesar Rp 22,9 miliar.
_______________________________________________
Indonesia mailing list
[email protected]
http://nextbetter.net/mailman/listinfo/indonesia
http://indonesia.nextbetter.net
_______________________________________________
Indonesia mailing list
[email protected]
http://nextbetter.net/mailman/listinfo/indonesia
http://indonesia.nextbetter.net

Kirim email ke