Dari milis sebelah.... 2011/11/1 <[email protected]>
> He..he.. malah bagus kalau emas freepot atau newmont masuk pasar > Indonesia. > Ngak kayak sekarang beli Logam Mulia aja yang agak murah harus antri di > PT antam mulai jam dua subuh, karena dibatasi hanya untuk 150 antrian dan > setiap orang hanya boleh beli 2 keping. > > Kapasitas Produksi Logam Mulia Antam hanya sekitar 10 kg/per hari karena > sumber utamanya hanya dari Pongkor. > > Sementara Gunung emas seperti Freeport, Newmont dikasih buat orang lain > . > Menarik juga omongan inang inang waktu saya pernah antri di Antam , sambil > becanda ketawa ketawa. Kita ini bangsa yang sangat baik dan kaya raya , > semua yang kita punya diserahkan sama orang lain (mau emas kek, tembaga, > perak ke) silakan ambil. Dan kalau kita butuh sesuatu apa itu beras, gandum > sampai ke garam kita ngak mau minta, kita beli. Benar benar calon penghuni > surga he..he.. > > Salam > Yasmen '81 > > > > ------------------------------ > *From: *"muhammad aristo" <[email protected]> > *To: *[email protected] > *Sent: *Tuesday, November 1, 2011 3:47:05 PM > > *Subject: *Re: [Forum SMA 2] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport ..... > > Itu pasti uni/ uda, > Wajib ndak bisa ditawar. Namun di ayat lain di kasi tau juga, "bahwa tuhan > tidak akan merubah nasib suatu kaum, sebelum mereka berusaha, dst." > > Nah, usaha untuk merubah itu, melepaskan dari cengkreman kondisi dibawah, > paling ampuh kalau dilakukan presiden/ wakil atau sekelas mentri minimal > bisa merubahnya. > > Kalau kita, tentu dng porsi dan dalam jangkauan kita masing-masing (misal > sy ga akan beli emas buatam freport, tapi antam), nanti pilih presiden di > 2014 yg berani merubah kondisi di atas, dll. Sementara ini, doa dan > berserah wajib itu. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > , > ------------------------------ > *From: * "Virza Benzani" <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Tue, 1 Nov 2011 08:33:40 +0000 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [Forum SMA 2] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport ..... > > Apakah artinya disini kita tidak ada upaya lagi selain berserah diri > kepada Yang Maha Pencipta.? > > Salam > VB > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > > > 2011/10/29 Virza Benzani <[email protected]> > >> Ada usulan, kita harus berbuat bagaimana dengan kondisi seperti freeport >> ini, krn masih akan banyak lagi, kasus kasus seperti ini. >> Apakah cityzen lawsuit bisa dilakukan dalam hal ini, atau mungkin para >> ahli hukum yang lain punya pendapat.. >> VB >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> ------------------------------ >> *From: * [email protected] >> *Sender: * [email protected] >> *Date: *Sat, 29 Oct 2011 12:27:38 +0000 >> *To: *<[email protected]> >> *ReplyTo: * [email protected] >> *Subject: *Re: [Forum SMA 2] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport ..... >> >> Selama belum ada pemimpin sekelas Hugo Chavez atau Qadafi, jangan mimpi >> untuk berubah. >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> ------------------------------ >> *From: * [email protected] >> *Sender: * [email protected] >> *Date: *Sat, 29 Oct 2011 12:18:57 +0000 >> *To: *<[email protected]> >> *ReplyTo: *[email protected] >> *Subject: *Re: [Forum SMA 2] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport ..... >> >> Intinya, dibelakang layar semua ini ada "The Rockefeller family", Amerika >> saja di 'kendalikan' oleh Dinasti Rockefeller, apakah yakin kita bisa >> mengendalikan freeport?heheehe....harapan kita bersama tentu,semoga.... :) >> >> Salam, >> Dd '97 >> Sent from my BlackBerry® >> powered by Sinyal Kuat INDOSAT >> ------------------------------ >> *From: * mangoenpoerojo roch basoeki <[email protected]> >> *Sender: *[email protected] >> *Date: *Sat, 29 Oct 2011 03:36:57 -0700 (PDT) >> *To: *[email protected] >> *ReplyTo: *[email protected] >> *Subject: *Re: [Forum SMA 2] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport ..... >> >> Hai bangsaku, masih mau tidur teruskah membaca berita ini? >> salam, roch/62. >> >> ------------------------------ >> *From:* "[email protected]" <[email protected]> >> *To:* [email protected] >> *Sent:* Friday, October 28, 2011 9:38 PM >> *Subject:* Re: [Forum SMA 2] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport ..... >> >> Sedih membaca cerita seperti ini, lebih sedih lagi, apalagi hal kondisi >> seperti ini, yg diwanti wanti oleh sukarno dan hatta, tapi kejadian juga. >> Dan sedih tujuah balik, melihat pemimpin kita saat ini tidak menyadari saat >> bahwa indonesia sudah tergadai. >> >> kalau sudah tergadai banyak dan dalam, niscaya akan susah sekali untuk >> merubah dan melepaskannya. Misalnya saja, jika kontrak freeport direvisi, >> jangka waktu di perpendek dan porsi untuk kita diperbesar? yakinlah, us >> akan berusaha membuat papua lepas dari indonesia, atau mengirim armada ke 7 >> ke laut halmahera? >> >> Jadi ingat petuah kakek atau datuk saya: "nan lalok makanan dek nan jago, >> nan lamah makanan dek nan kuek, nan bodoh makanan dek nan cadiak" >> >> Sebenarnya kalau ada kemauan dan sedikit saja keberanian..., sayang, >> sayang seribu sayang,..., pemimpin puncak saat ini sepertinya tidak punya >> dua hal sedikit di atas sedikit saja, ndak banyak-banyak., >> >> Wallahualam bishawab.., >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> ------------------------------ >> *From: * "Virza Benzani" <[email protected]> >> *Sender: *[email protected] >> *Date: *Sat, 29 Oct 2011 03:54:47 +0000 >> *To: *<[email protected]> >> *ReplyTo: *[email protected] >> *Subject: *Re: [Forum SMA 2] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport ..... >> >> Subhanallah.... >> Sudah saatnya pemuda sekarang mengambil sumberdaya alam kita yang selama >> ini "tergadai" yaitu dengan cara nasionalisasi yang diawali dengan revolusi >> kebangsaan.. >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> ------------------------------ >> *From: * [email protected] >> *Sender: *[email protected] >> *Date: *Sat, 29 Oct 2011 03:38:00 +0000 >> *To: *<[email protected]> >> *ReplyTo: *[email protected] >> *Subject: *[Forum SMA 2] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport ..... >> >> Dari milis sebelah. Cukup menarik. Tolong dikomentari... MAH '66 >> Sent from my BlackBerry® >> powered by Sinyal Kuat INDOSAT >> ------------------------------ >> *From: * zainulb <[email protected]> >> *Sender: * [email protected] >> *Date: *Sat, 29 Oct 2011 09:48:16 +0700 (WIT) >> *To: *<[email protected]>; <[email protected]> >> *ReplyTo: * [email protected] >> *Subject: *[FKUI_73] Fwd: [PasPal66] Fw: JFK, Indonesia, CIA dan >> Freeport ..... >> >> >> >> Fyi >> >> ----- Forwarded Message ----- >> From: btiks >> >> JFK, Indonesia, CIA dan Freeport ..... >> >> Date: Thursday, October 27, 2011, 7:33 PM >> >> Salam kebangsaan yg terhina, >> >> Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam >> majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di >> Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and >> Freeport.” >> >> Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun >> 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun >> sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport >> Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangkrut >> berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959. >> >> Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh >> Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport >> Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi >> perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, >> berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap >> Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan. >> >> Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes >> Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan >> dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam >> pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan >> penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis >> Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah >> dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di >> perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang >> sudah berdebu itu dan membacanya. >> >> Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur >> itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga >> menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti >> wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada >> disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi >> tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias >> dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran >> cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka >> perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang >> sudah di depan mata. >> >> Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas >> Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak >> ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. >> Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk >> memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah >> terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut >> berkilauan ditimpa sinar matahari. >> >> Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain >> dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas >> dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD >> MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson >> memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah >> kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. >> Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo >> Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut. >> >> Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama >> dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas >> tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah >> memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat. >> >> Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald >> Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah spertinya >> mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan >> Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu >> memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari >> puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur >> dari Irian Barat. >> >> Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya >> mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui >> fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari >> AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut. >> >> Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan >> perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para >> pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan >> menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan >> melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan! >> >> Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy >> tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan >> Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum >> Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di >> Amerika. >> >> Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak >> belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi >> kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di >> belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden >> AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi >> Freeport. >> >> Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain >> kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex >> (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 >> memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen >> labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu >> dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh >> kebijakan Soekarno ini. >> >> Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar >> orang ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. >> Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia >> pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum >> lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA. >> >> Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara >> tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa >> saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal >> sebagai masa yang paling krusial. >> >> Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih >> sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus >> 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan >> AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar >> untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long >> diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang >> dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang >> disebutnya sebagai Our Local Army Friend. >> >> Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, >> pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak >> angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno >> berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika >> hal itu benar adanya. >> >> Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah >> perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan >> Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport >> sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. >> Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga >> 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke >> tangan Freeport? >> >> Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah >> mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. >> Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius >> Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu >> Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam >> angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional >> mereka. >> >> Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) >> yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, >> disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya >> ditandatangani Suharto adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak >> pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak >> dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto >> berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia. >> >> Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng >> Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA >> John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA >> Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978. >> >> Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bob” Moffet dan >> menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar >> AS pertahun. >> >> Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis >> sebuah buku berjudul “Grasberg” setelab 384 halaman dan memaparkan jika >> tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, >> sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia. >> >> Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan >> cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan >> menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga >> menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang >> ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!! >> >> Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya >> EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung >> tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, >> maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan >> sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan >> membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang >> 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu >> kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini >> sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia >> sampai sekarang!!! >> >> Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas >> Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang >> ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, >> dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, >> meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah >> orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu. >> >> Freeport merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang >> dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas >> terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri >> sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana >> untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka >> terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. >> Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih >> dahulu. >> >> Sumber : Blog Media Kata >> >> رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَة >> Sukses dan Bahagia Selalu 4 U All. >> >>
_______________________________________________ Indonesia mailing list [email protected] http://nextbetter.net/mailman/listinfo/indonesia http://indonesia.nextbetter.net
