Yth,. Sebangsa yang susah,..

Negeri ini didirikan oleh orang tua melalui pengorbanan harta dan jiwa,.. saat 
pembangunannya negeri ini memerlukan persatuan dan kesatuan pikiran. Namun 
untuk cadangan Suber Daya Alam,. sudah menjadi rahasia umum,.. kekuatan Asing 
akan mengorbankan apa saja termasuk di Irak, Libya, Suriah,. Arab Saudi untuk 
mendapatkannya,.. bila perlu memecah belah negeri itu agas sumber daya alam 
tetap mengalir ke negerinya,.. contoh yang belum lama ini terjadi adalah Negara 
Sudan Selatan.
Bila Indonesia terlalu bawel dan ingin mengambi sumber Daya Alam nya sendiri 
tanpa menghiraukan kerakusan mereka maka resikonya adalah dipecah belahnya 
negeri ini,..
Bangsa ini sedang sakit,. karena semua rakyat sakit hati kepada pemimpinnya 
yang kurang mengurus sejak lama...dan sangat mudah dipecah belah,... boleh jadi 
kasus negara-negara timur tengah akan melanda ke Indoneisa,. karena para tikus 
yang berpolitik juga akan mencari keuntungan masing-masing.. tabiat bangsa ini 
mudah dipecah belah sejak zaman hindia Belanda..
Kesadaran berbangsa dengan sumpah pemuda nya yang pernah tajir di tahun 1928, 
sulit untuk diwujudkan kembali,. karena penjajahnya saat ini adalah anak bangsa 
sendiri yang sedang bereforia dengan reformasinya,..

Semua daerah akan mencari jati dirinya masing-masing, bila ada yang memecah 
belah,..

Uhhhh, mengerikan,... 

Rakyatnya susah diatur dan pemerintahnya sudah kehabisan wibawa,... peran media 
termasuk didalamnya,.. alih-alih mengoreksi para pemimpin, tapi melahirkan 
generasi yang urakan dan tidak ada sopan santun dalam mengoreksi orang lain..

Sumber Daya Alam  adalah alat tukar yang harus dikorbankan untuk menjaga 
Republik ini kepada kekuatan Super power Dunia,..itulah yang terasa,.. karena 
semua para politikus,. penguasa, pengusaha, rakyat sekalipun sudah hidup 
nafsi-nafsi,.. Kita sulit mewariskan negara yang mandiri sesuai dengan 
cita-cita leluhur kita.

Mari kita didik anak kita untuk bisa mandiri ditengah-tengah kemiskinan 
idealisme lingkungan yang semakin hedonis.
wuahhh beratnya,... tolong dong pengelola media,.perankan mediamu untuk 
mengembalikan ke tajiran sumpah pemuda kita. Hiburan melulu sih.

Salam berjuang






















________________________________
Dari: Harlizon MBAu <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Cc: Indonesia Next Better List <[email protected]>; 
[email protected]; [email protected]
Dikirim: Kamis, 3 November 2011 19:11
Judul: [Indonesia] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport .....: President-2 & 
Anggota-2 DPR Indonesia Calon Penghuni Sorga...


Dari milis sebelah....


2011/11/1 <[email protected]>

He..he.. malah bagus kalau emas freepot atau newmont masuk pasar Indonesia. 
>Ngak  kayak sekarang beli Logam Mulia aja yang agak murah harus antri di PT 
>antam mulai jam dua subuh, karena dibatasi hanya untuk 150 antrian dan setiap 
>orang hanya boleh beli  2 keping.
>
>Kapasitas Produksi Logam Mulia Antam hanya sekitar 10 kg/per hari karena 
>sumber utamanya hanya dari Pongkor.
>
>Sementara Gunung emas seperti Freeport, Newmont  dikasih buat orang lain  . 
>Menarik juga omongan inang inang waktu saya pernah antri di Antam , sambil 
>becanda ketawa ketawa. Kita ini bangsa yang sangat baik dan kaya raya , semua 
>yang kita punya diserahkan sama orang lain (mau emas kek, tembaga, perak ke) 
>silakan ambil. Dan kalau kita butuh sesuatu apa itu beras, gandum sampai ke 
>garam kita ngak mau minta, kita beli. Benar benar calon penghuni surga he..he..
>
>Salam
>Yasmen '81
>
>
>
>>________________________________
>
>From: "muhammad aristo" <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Tuesday, November 1, 2011 3:47:05 PM
>
>Subject: Re: [Forum SMA 2] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport .....
>
>
>Itu pasti uni/ uda, 
>Wajib ndak bisa ditawar. Namun di ayat lain di kasi tau juga, "bahwa tuhan 
>tidak akan merubah nasib suatu kaum, sebelum mereka berusaha, dst."
>
>Nah, usaha untuk merubah itu, melepaskan dari cengkreman kondisi dibawah, 
>paling ampuh kalau dilakukan presiden/ wakil atau sekelas mentri minimal bisa 
>merubahnya. 
>
>Kalau kita, tentu dng porsi dan dalam jangkauan kita masing-masing (misal sy 
>ga akan beli emas buatam freport, tapi antam), nanti pilih presiden di 2014 yg 
>berani merubah kondisi di atas, dll. Sementara ini, doa dan berserah wajib itu.
>
>Powered by Telkomsel BlackBerry®,
>________________________________
>
>From:  "Virza Benzani" <[email protected]> 
>Sender:  [email protected] 
>Date: Tue, 1 Nov 2011 08:33:40 +0000
>To: <[email protected]>
>ReplyTo:  [email protected] 
>Subject: Re: [Forum SMA 2] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport .....
>
>Apakah artinya disini kita tidak ada upaya lagi selain berserah diri kepada 
>Yang Maha Pencipta.?
>
>Salam 
>VB
>Powered by Telkomsel BlackBerry®
>________________________________
>
>
>
>2011/10/29 Virza Benzani <[email protected]>
>
>Ada usulan, kita harus berbuat bagaimana dengan kondisi seperti freeport ini, 
>krn masih akan banyak lagi, kasus kasus seperti ini. 
>>Apakah cityzen lawsuit bisa dilakukan dalam hal ini, atau mungkin para ahli 
>>hukum yang lain punya pendapat..
>>VB 
>>Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>________________________________
>>
>>From:  [email protected] 
>>Sender:  [email protected] 
>>Date: Sat, 29 Oct 2011 12:27:38 +0000
>>To: <[email protected]>
>>ReplyTo:  [email protected] 
>>Subject: Re: [Forum SMA 2] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport .....
>>
>>Selama belum ada pemimpin sekelas Hugo Chavez atau Qadafi, jangan mimpi untuk 
>>berubah. 
>>Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>________________________________
>>
>>From:  [email protected] 
>>Sender:  [email protected] 
>>Date: Sat, 29 Oct 2011 12:18:57 +0000
>>To: <[email protected]>
>>ReplyTo: [email protected] 
>>Subject: Re: [Forum SMA 2] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport .....
>>
>>Intinya, dibelakang layar semua ini ada "The Rockefeller family", Amerika 
>>saja di 'kendalikan' oleh Dinasti Rockefeller, apakah yakin kita bisa 
>>mengendalikan freeport?heheehe....harapan kita bersama tentu,semoga.... :)
>>
>>Salam,
>>Dd '97
>>
>>Sent from my BlackBerry®
>>powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>>________________________________
>>
>>From:  mangoenpoerojo roch basoeki <[email protected]> 
>>Sender: [email protected] 
>>Date: Sat, 29 Oct 2011 03:36:57 -0700 (PDT)
>>To: [email protected]
>>ReplyTo: [email protected] 
>>Subject: Re: [Forum SMA 2] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport .....
>>
>>
>>Hai bangsaku, masih mau tidur teruskah membaca berita ini?
>>salam, roch/62.
>>
>>
>>
>>________________________________
>>From: "[email protected]" <[email protected]>
>>To: [email protected]
>>Sent: Friday, October 28, 2011 9:38 PM
>>Subject: Re: [Forum SMA 2] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport .....
>>
>>
>>Sedih membaca cerita seperti ini, lebih sedih lagi, apalagi hal kondisi 
>>seperti ini, yg diwanti wanti oleh sukarno dan hatta, tapi kejadian juga. Dan 
>>sedih tujuah balik, melihat pemimpin kita saat ini tidak menyadari saat bahwa 
>>indonesia sudah tergadai.
>>
>>kalau sudah tergadai banyak dan dalam, niscaya akan susah sekali untuk 
>>merubah dan melepaskannya. Misalnya saja, jika kontrak freeport direvisi, 
>>jangka waktu di perpendek dan porsi untuk kita diperbesar? yakinlah, us akan 
>>berusaha membuat papua lepas dari indonesia, atau mengirim armada ke 7 ke 
>>laut halmahera? 
>>
>>Jadi ingat petuah kakek atau datuk saya: "nan lalok makanan dek nan jago, nan 
>>lamah makanan dek nan kuek, nan bodoh makanan dek nan cadiak" 
>>
>>Sebenarnya kalau ada kemauan dan sedikit saja keberanian..., sayang, sayang 
>>seribu sayang,...,  pemimpin puncak saat ini sepertinya tidak punya dua hal 
>>sedikit di atas sedikit saja, ndak banyak-banyak.,
>>
>>Wallahualam
 bishawab..,
>>
>>Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>________________________________
>>
>>From:  "Virza Benzani" <[email protected]> 
>>Sender: [email protected] 
>>Date: Sat, 29 Oct 2011 03:54:47 +0000
>>To: <[email protected]>
>>ReplyTo: [email protected] 
>>Subject: Re: [Forum SMA 2] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport .....
>>
>>Subhanallah....
>>Sudah saatnya pemuda sekarang mengambil sumberdaya alam kita yang selama ini 
>>"tergadai" yaitu dengan cara nasionalisasi yang diawali dengan revolusi 
>>kebangsaan..
>>
>>Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>________________________________
>>
>>From:  [email protected] 
>>Sender: [email protected] 
>>Date: Sat, 29 Oct 2011 03:38:00 +0000
>>To: <[email protected]>
>>ReplyTo: [email protected] 
>>Subject: [Forum SMA 2] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport .....
>>
>>Dari milis sebelah. Cukup menarik. Tolong dikomentari... MAH '66
>>Sent from my BlackBerry®
>>powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>>________________________________
>>
>>From:  zainulb <[email protected]> 
>>Sender:  [email protected] 
>>Date: Sat, 29 Oct 2011 09:48:16 +0700 (WIT)
>>To: <[email protected]>; <[email protected]>
>>ReplyTo:  [email protected] 
>>Subject: [FKUI_73] Fwd: [PasPal66] Fw: JFK, Indonesia, CIA dan Freeport .....
>>
>>  
>>
>>Fyi
>>
>>----- Forwarded Message -----
>>From: btiks
>>
>>JFK, Indonesia, CIA dan Freeport .....
>>
>>Date: Thursday, October 27, 2011, 7:33 PM 
>>
>>Salam kebangsaan yg terhina, 
>>
>>Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam 
>>majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington 
>>DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and Freeport.” 
>>
>>Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, 
>>namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam 
>>tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian 
>>nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping ketika terjadi 
>>pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959. 
>>
>>Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh 
>>Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport 
>>Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya 
>>terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO 
>>Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun 
>>berkali-kali pula menemui kegagalan. 
>>
>>Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson 
>>yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan 
>>Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu 
>>Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas 
>>Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy 
>>di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna 
>>dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van 
>>Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan 
>>membacanya. 
>>
>>Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu 
>>jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga 
>>menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah 
>>lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh 
>>Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi 
>>di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera 
>>melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di 
>>dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa 
>>bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata. 
>>
>>Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas 
>>Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak 
>>ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson 
>>menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk 
>>memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah 
>>terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut 
>>berkilauan ditimpa sinar matahari. 
>>
>>Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain 
>>dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan 
>>perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, 
>>bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson 
>>memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah 
>>kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 
>>1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo 
>>Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut. 
>>
>>Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan 
>>yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian 
>>Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan 
>>Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat. 
>>
>>Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald 
>>Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah spertinya 
>>mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan 
>>Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu 
>>memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari 
>>puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur 
>>dari Irian Barat. 
>>
>>Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya 
>>mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui 
>>fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS 
>>tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut. 
>>
>>Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan 
>>perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin 
>>Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket 
>>bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan 
>>Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan! 
>>
>>Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas 
>>ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy 
>>merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang 
>>hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika. 
>>
>>Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak 
>>belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada 
>>Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang 
>>keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 
>>1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport. 
>>
>>Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain 
>>kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex 
>>(patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 
>>memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen 
>>labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu 
>>dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh 
>>kebijakan Soekarno ini. 
>>
>>Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar 
>>orang ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. 
>>Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah 
>>dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika 
>>tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA. 
>>
>>Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 
>>1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja 
>>yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai 
>>masa yang paling krusial. 
>>
>>Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih sebagai 
>>Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965, 
>>Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk 
>>masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk 
>>menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah 
>>satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan 
>>menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our 
>>Local Army Friend. 
>>
>>Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 
>>21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak angkatan 
>>darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. 
>>Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar 
>>adanya. 
>>
>>Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira 
>>loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur 
>>Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap 
>>mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu 
>>Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu 
>>darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan 
>>Freeport? 
>>
>>Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah 
>>mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. 
>>Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius 
>>Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu 
>>Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam 
>>angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional 
>>mereka. 
>>
>>Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang 
>>draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan 
>>tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani 
>>Suharto adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru 
>>dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu 
>>menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti 
>>itu malah merugikan Indonesia. 
>>
>>Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng 
>>Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA 
>>John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards 
>>Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978. 
>>
>>Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bob” Moffet dan menjadi 
>>perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS 
>>pertahun. 
>>
>>Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis 
>>sebuah buku berjudul “Grasberg” setelab 384 halaman dan memaparkan jika 
>>tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan 
>>untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia. 
>>
>>Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan 
>>cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan 
>>menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis 
>>jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di 
>>Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!! 
>>
>>Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya 
>>EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung 
>>tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka 
>>Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat 
>>mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun 
>>pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang 100 kilometer 
>>langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang 
>>akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh 
>>perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!! 
>>
>>Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas 
>>Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang 
>>ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, 
>>dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, 
>>meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah 
>>orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu. 
>>
>>Freeport merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang dari 
>>sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di 
>>dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan 
>>keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana untuk itu yang 
>>walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil 
>>karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau 
>>mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu. 
>>
>>Sumber : Blog Media Kata 
>>
>>رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَة 
>>Sukses dan Bahagia Selalu 4 U All. 
>>
>>

_______________________________________________
Indonesia mailing list
[email protected]
http://nextbetter.net/mailman/listinfo/indonesia
http://indonesia.nextbetter.net
_______________________________________________
Indonesia mailing list
[email protected]
http://nextbetter.net/mailman/listinfo/indonesia
http://indonesia.nextbetter.net

Kirim email ke