---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: Teuku Agam Redaksi yang terhormat Membaca edisi Serambi onlines 25/02/99 tentang PANGAB SETUJU BENTUK TIM INVESTIGASI KASUS IDI CUT. Dalam paragraf ke dua tertulis sbb "Sebab menurut Pangab, memang di temukan adanaya proyektil peluru yang bertuliskan "Pindad" dan selongsong peluru AK. "Peluru Pindad memang di gunakan ABRI. Dan AK milik GPL. Tapi Mungkin saja Pindad di gunakan GPL dari senjata yang mereka curi, " kata Pangab". Komentar Wiranto memang selalu berbelit - belit ingin mempojokkan Rakyat Aceh agar kesalahan anak buahnya bisa tertutup, tidak apa - apa Jendral . ..Tuhan itu tidak tertidur mendengar ucapan dan perencanaanmu. Kejadian ini berlangsung di depan umum yang bisa kita panggil saksi mata mungkin puluhan atau reratusan orang. Pada akhir 98 Pangab Wiranto mengatakan kuburan Massal yang ada di Aceh bekas "DOM" adalah kuburan bekas "PKI" kelihatanya Pangab lagi tidur siang waktu memberi komentar itu, melihat kejadian Aceh yang di porak- porandakan oleh anak buahnya hanya dalam mimpi. Dan juga Pangab Wiranto sempat mimpi jadi doketer ahli forensik yang bisa memberi keputusan bahwa tulang - tulang dalam kuburan "DOM" tersebut adalah tulang bekas kuburan "PKI" biarpun dalam kuburan masih di temukan celana jeans dan celana dalam yang masih fresh .??? Sekarang Pangab memberi komentar lagi soal peristiwa IDI CUT. Yang merengut nyawa sipil yang tak berdosa oleh anak buahnya, lalu mencoba menuduh GPL dengan memberi komentar belat - belit peluru yang di gunakan antara "Pindat dan AK". Mr Wiranto, bukan berarti saya membela GPL. GPL di Aceh tidak membunuh rakyat sipil, memperkosa dan, habis tembak lempar ke sungai. Yang melakukan ini anak buah Wiranto sendiri yang sudah latihan bertahun - tahun hanya untuk membunuh dan menculik. Seharusnya Pangab tidak perlu menanam keraguan dalam kasus ini sebagai mana saksi mata masih banyak yang hidup ..Ini membuktikan tidak yakinya pemerintah pusat menyelesaikan kasus Aceh baik kasus yang baru maupun bekas "DOM" walaupun Tim investigasi, dan tim - tim lainya sudah di bentuk, semuanya itu nonsense. Mohon maaf pak Wiranto kami orang Aceh ini tidak bodoh walaupun sekarang di injak - injak ABRI dan di kasih sisa nasi bungkus dari Jakarta. Kalau pak Wiranto masih berkomentar hal yang sama terhadap kasus Aceh biarpun seluruh dunia juga mencari solusi kasus Aceh takkan selesai. Apabila pemerentah pusat tidak bisa menyelesaikan masalah Aceh maka kami orang Aceh akan menyelesaikan sendiri referendum is our future. Silakan saja kirim tentara sebanyak - banyaknya. Walaupun setahun - dua tahun kami bisa menerima pasukan tentara di lingkungan kami, tetapi disaat kami merenungakan biadabnya tentara: "AYAH KAMI DI TEMBAK DI DEPAN MATA, ISTRI KAMI DIPERKOSA DI DEPAN MATA, ANAK GADIS YANG CACAT DAN BUTA DIPERKOSA, HARTA KAMI DI AMBIL DIDEPAN MATA, maka tunggulah tanggal mainya. Kami rela mati untuk mempertahankan harga diri. Juga untuk ABRI yang selalu merasa dirinya seperti hero bisa menedang, memukul, menembak, pingin makan makan gratis silakan saja anda ke Aceh cepat lambatnya umur ABRI dan orang Aceh di tangan Tuhan . Tentara - tentara Belanda sudah lebih duluan mencobanya. Dan bagi orang Aceh sendiri yang cita-cita ingin acting sebagai CUAK juga silakan saja memfitnah, tetapi anda harus INGAT. Ingatan yang pertama adalah Tuhan . Apakah Tuhan akan berikan kekuasaan Aceh kepada orang yang merampas harta anak yatim dan fakir miskin ??apakah mungkin Tuhan akan memberi kejayaan kepada pemerentah yang zalim dan pengkhianat, korupsi, kolusi dan nepotisme ? Kalau memeng Ia ucapan selamat dari saya semoga jadi CUAK yang panjang umur dan mudah rezeki. Kesimpulan yang lainnya kalau Wiranto sendiri tidak bisa mengclarify mana tindakan anak buahnya dan mana tindakan GPL rakyat Aceh lebih sulit lagi menentukannya. Jangan - jangan Wibawa 99 itu GPL semua !!!buktinya mereka (Wibawa 99) yang membunuh di depan khalayak ramai menggunakan "AK dan Pindad" mari kita orang Aceh mengusir GPL Wibawa 99. Get out off my country before I kick you out .. Teuku Agam South Australia ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Feb 1999 jam 03:52:57 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
