---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: Cornelius Yesus Kristus berkata bahwa Ia belum pernah menyaksikan pertandingan sepak bola. Maka kami, aku dan teman-temanku, mengajaknya menonton. Sebuah pertandingan sengit berlangsung antara kesebelasan Islam dan kesebelasan Kristen. Kami duduk di antara pendukung kesebelasan Kristen. Kesebelasan Kristen memasukkan bola terlebih dahulu. Yesus bersorak gembira dan melemparkan topinya tinggi-tinggi. Lalu ganti kesebelasan Islam yang mencetak gol. Dan Yesus bersorak gembira serta melemparkan topinya tinggi-tinggi. Hal ini rupanya membingungkan orang yang duduk di belakang kami. Orang itu menepuk pundak Yesus dan bertanya:"Saudara berteriak untuk pihak yang mana?" "Saya?" jawab Yesus, yang rupanya saat itu sedang sangat terpesona oleh permainan itu. "Oh, Saya tidak bersorak bagi salah satu pihak, Saya hanya senang menikmati permainan ini." Penanya itu berpaling kepada temannya dan mencemooh Yesus."Atheis!" Sewaktu pulang, Yesus kami beritahu tentang situasi agama di dunia dewasa ini. "Orang-orang beragama itu aneh, Tuhan,"kata kami. "Mereka selalu mengira, bahwa Allah ada di pihak mereka dan melawan orang-orang yang ada di pihak lain." Yesus mengangguk setuju. "Itulah sebabnya Aku tidak mendukung agama; Aku mendukung orang-orangnya," katanya. "Orang lebih penting daripada agama. Manusia lebih penting daripada hari Sabat". "Tuhan, berhati-hatilah dengan kata-kataMu," kata salah seorang di antara kami dengan was-was. "Engkau pernah disalibkan karena mengucapkan kata-kata serupa itu." "Ya - dan justru hal itu dilakukan oleh orang-orang beragama," kata Yesus sambil tersenyum kecewa. Note: Kiranya renungan yang disadur dari buku Burung Berkicau karangan Anthony De Mello ini boleh bermanfaat buat kita semua, yang mengaku "beragama", khususnya bagi saudara-sauda kita yang ada di Ambon sana, baik yang Islam maupun yang Kristen; supaya saling bunuh, saling benci dan dendam dihentikan di antara kita. Semoga cerita ini juga bisa bermanfaat buat bung Achmad Sudirman dan bung Awang Burhanuddin, supaya tidak terus menerus memperseterukan agama. Agama bukanlah suatu tujuan, agama hanyalah alat untuk mencapai tujuan. Tuhan memberkati umat beragama di Indonesia Coy Yogyakarta 26 Feb 1999 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Feb 1999 jam 03:56:16 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
