----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

LAGI-LAGI KERUSUHAN DI MALUKU

Diberitakan oleh media massa bahwa pada
tanggal 15/2-99 terjadi lagi kerusuhan di
Pulau Haruku Maluku Tengah dan telah
menelan korban jiwa atapun luka berat
termasuk korban materi akibat pembakaran
rumah warga dan entah korban apalagi.
Belum hapus duka yang tergores dihati
para keluarga korban kerusuhan Ambon
yang terjadi sekitar sebulan lalu, rupanya
masih perlu ditambah dengan duka yang lebih
dalam lewat kerusuhan di Haruku itu.
Apa sebenarnya yang terjadi di alam
Republik tercinta ini..? bukankah kita
selama ini selalu bangga dengan budaya
gotong royong dan rasa senasib dalam
persatuan dan kesatuan ?, mengapa budaya
itu demikian cepat berubah dan secara
tiba-tiba menjadi terbalik sehingga
mengesankan bangsa kita sebagai bangsa
Bar-bar yang tak kalah buasnya dari
Binatang buas sejenis Srigala sekalipun ?.
Segala macam doa dan munajat yang digelar
berbagai pemuka agama, mulai dari Lapangan
dan Masjid serta mushollah, sampai ke gereja,
kuil dan vihara, untuk mendoakan selamatan
negara dan bangsa rupanya tak lagi didengar
Tuhan, karena kerusuhan dan kerusuhan
berjalan serta terjadi dimana-mana,
penyelesaiannya pun tak pernah tuntas
karena budaya kebohongan dan kepura-puraan
dipermukaan agar tak ketahuan oleh rakyat
senantiasa menjadi model penampilan para elite
politik dalam menyikapi setiap persoalan bangsa
yang terjadi.
Apa artinya Pemilu yang akan digelar bulan
Juni 1999 mendatang jika kelak kerusuhan ini
tak terkendali dan semakin marak diberbagai
daerah mengiringi hasil Pemilu ?. Ternyata
pemimpin politik tidak lagi tepat untuk tampil
menenangkan hati rakyat yang mabuk reformasi
kebrutalan ini. Pemimpin agama atau tokoh
masyarakat yang bersih diri dari ambisi
politik mungkin semakin perlu mendapat posisi
terhormat  untuk dilibatkan dalam penyelesaian
masalah kerusuhan ini.
Selanjutnya pemerintah daerah Maluku juga
perlu belajar berkata jujur dan terbuka
dalam menginformasikan realitas keadaan
lapangan, jangan karena takut dikira tak
mampu menyelesaikan masalah sehingga laporan
dan pernyataannya selalu terselubung dan
tidak realistis. Kalau keadaan masih kritis
sampaikanlah situasi itu dengan jujur, jangan
ditutupi dengan kebohongan seolah tak ada lagi
masalah di Maluku, padahal terbukti dengan
mudahnya masyarakat daerah itu tersulut oleh
issu dan provokasi.
Kasus Maluku perlu menjadi contoh dan
pengalaman berharga bagi Kepala daerah
lain di Indonesia agar tidak terjebak dengan
masalah kerusuhan yang berlarut-larut,
karena situasi itu pada akhirnya akan semakin
menyengsarakan rakyat.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Feb 1999 jam 04:02:07 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke