----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


PENUNDAAN LIKUIDASI UNTUK SELAMATKAN BAKRIE

        JAKARTA (SiaR, 28/2/99) Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan
Industri, Ginandjar Kartasasmita memang kawan Aburizal Bakrie yang baik. Karena
peran Ginandjar, Bank Nusa Nasional (BNN)bisa lolos dari likuidasi. Likuidasi
bank yang sedianya diumumkan Sabtu, 27 Februari lalu, ditunda hingga dua minggu
lagi karena untuk memberi kesempatan delapan bank swasta untuk mengikuti program
rekapitalisasi. Alasannya, kedelapan bank yang tak disebutkan namnya itu baru
selesai diperiksa (due dilligence) akhir tahun lalu. "Delapan bank ini harus
mendapatkan kesempatan yang sama dengan bank-bank yang lebih dulu selesai di-due
dilligence, beberapa bulan lalu," ujar Subarjo, salah satu Direktur Bank
Indonesia.

        Subarjo sendiri, yang menangani soal likuidasi ini, sebelumnya tak tahu
kalau likuidasi akan ditunda. Kamis (25/2) pekan lalu, ia masih mengumumkan
bahwa likuidasi akan diumumkan Sabtu (27/2). Hanya saja Subarjo menghaluskannya
dengan "penghentian kliring". Hingga Jumat (26/2) pagi Subarjo masih bersikeras
likuidasi akan diumumkan besoknya karena bank-bank yang akan dilikuidasi sudah
diputuskan. Begitu pun Gubernur Bank Indonesia, Sjahril Sabirin dan Menteri
Keuangan Bambang Subianto. Kedua orang itu pun kaget bukan kepalang ketika tahu
likuidasi ditunda. Bambang Subianto bahkan tahu dari wartawan yang menanyainya
di DPR.

        Hingga Kamis (25/2) malam ketika tim pengarah evaluasi perbankan
mengadakan rapat, keputusan pengumuman likuidasi hari Sabtu belum berubah.
Tahu-tahu, Jumat (26/2) setelah Ginandjar bertemu Presiden Habibie, keputusan
berubah. Likuidasi ditunda dua minggu lagi. Mengapa? Sejumlah sumber mengatakan,
penundaan ini merupakan hasil lobi sejumlah pemilik bank, di antaranya Aburizal
Bakrie, untuk mencari tambahan modal agar bank-bank mereka tak ditutup.
Keputusan penundaan likuidasi ini diambil oleh Dewan Pemantapan Ketahanan
Ekonomi dan Keuangan (DPKEK). Yang mengherankan, di DPKEK, Aburizal Bakrie
adalah Sekretaris Jendralnya. DPKEK selama ini juga menjadi anggota tim pengarah
evaluasi perbankan. "Penundaan itu jelas untuk menolong BNN yang butuh Rp 2
triliun untuk lolos dari likuidasi," ujar sebuah sumber.

        BNN bank hasil merger beberapa bank milik Bakrie belakangan ini dilanda
kesulitan likuiditas. Itulah sebabnya, dulu bank ini masuk kategori C. Bela-
kangan setelah disuntik dana yang entah dari mana, naik ke kategori B. Nah, agar
bisa aman, BNN harus menaikkan capital adequacy ratio hingga empat persen.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Feb 1999 jam 18:57:29 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke