----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

INFO-PEMBEBASAN
================

MAHASISWA ACEH AKSI MENUNTUT REFERNDUM BERSAMA ABANG BECAK DAN RAKYAT

Tuntutan referndum di Aceh ternyata semakin menguat, dengan ditandai
munculnya berbagai statemen dan aksi-aksi unjuk rasa. Metode perjuangan
yang dipakai pun semakin maju, yaitu dengan menggunakan aksi-aksi massa.
Aksi massa di Aceh baru mulai setelah Seoharto tumbang. Tumbangnya Seoharto
oleh hantaman aksi-aksi massa menyadarkan banyak pihak, termasuk mahasiswa
Aceh, bahwa mengorganisir rakyat untuk aktif dalam perjuangan adalah hal
yang paling vital. Sebelumnya, perjuangan di Aceh dilakukan oleh
kelompok-kelompok kecil bersenjata. Tentu saja kelompok-kelompok kecil
bersenjata tidak mungkin mengalahkan ABRI yang punya senjata lebih lengkap
dan canggih dan punya dukungan personel yang banyak. Kendatipun
kelompok-kelompok kecil bersenjata ini mendapat simpati dari rakyat, mereka
tidak mendapat dukungan riil dari rakyat, sebab rakyat tetap pasif. Maka,
yang paling penting justru menggerakkan mayoritas rakyat Aceh yang pasif ke
dalam demonstrasi-demonstrasi.

Aksi-aksi massa di Aceh dipelopori oleh mahasiswa yang tergabung dalam SMUR
(Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Rakyat). SMUR adalah komite aksi
mahasiswa pertama di Aceh. Sampai kini SMUR telah berkali-kali menggerakkan
demosntrasi, dan berusaha menggabungkan antara mahasiswa dan rakyat.
Strategi aliansi mahasiswa-rakyat ini memang strategi yang ampuh di
manapun, sebab (1) jumlah mahasiswa memang kecil jadi harus mendapat
dukungan rakyat ,  (2) mayoritas rakyat harus di gerakkan agar tidak pasif
dan (3) mahasiswa harus memberi kepemimpinan langsung kepada massa-rakyat
agar rakyat tidak berada dibawah kepemimpina elemen-elemen pro-rejim,
lebih-lebih dibawah kepemimpinan agen tentara.

Salah satu aksi aliansi mahasiswa-rakyat yang digerakkan SMUR adalah aksi
menuntut referendum, tanggal 1 Maret 1999. Aksi yang dipimpin SMUR itu
berhasil memobilisasi 500 orang yang terdiri dari : abang becak, mahasiswa
politehnik Lhoksumawe, rakyat di Lhoksumawe dan konvoi sepeda motor.

Peserta aksi membawa atribut antara lain poster sebanyak 12 lembar, yang
bertuliskan antara alian : " Aksi Damai Referendum"  yang dipasang di
becak, "Hanya ada satu kata : Referendum", "Referendum Jalan Damai Tanpa
Darah Rakyat", "Yang Anti Referendum adalah Pengkhianat Darah Rakyat",
"Kembalikan Kejayaan Aceh dengan Referendum", "Referendum Misi Damai",
"Tahun 1999, Bukan Parpol kami pilih, Tapi Referendum", "Referendum Yes,
KODAM No, Boikot Pemilu Oke!",  "Apakah Pilihan Rakyat Aceh di Pemilu ?
Referendum" , "I Love Referendum",  "MUsyawarah rakyat Aceh Bohong Belaka,
Referendum Pasti".

Selain Psoter-poster peserta aksi menggunakan ikat kepala putih bertuliskan
"Referendum" dan membawa bendera putih bertuliskan "Referendum"

Berikut adalah kronologi aksi tersebut yang dibuat oleh SMUR:

09.35 Wib
Evaluasi terakhir peserta aksi dan persiapan awal konvoi melalui  pembagian
atribut kepada peserta aksi, di Jl.perniagaan.

10.35. Wib
Para peserta aksi mulai membentuk barisan konvoi dan mulai bergerak dari
Jl. Perniagaan-Jl.Perdagangan-Jl.Cut meutia-Jl.Pase-Jl.Merdeka barat dengan
mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat setempat.

10.53. Wib
Peserta aksi masuk dan berhenti diterminsl bus Lhokseumawe kemudian puluhan
abang becak dan masyarakat ikut serta bergabung dalam aksi konvoi tsb.

11.00 wib
Selanjutnya konvoi berangkat dari ter9minal dan terus berangkat lagi dengan
rute masuk ke desa Kuta Blang (jl.Kenari),Desa Uteun Bayi,Desa Banda
Maseun,Desa Ujong Blang(jl.Darussalam).Konvoi berhenti sejenak di jalan
Darussalam dan membentuk formasi baru.  Becak-becak yang terpampang pamplet
berjalan di depan.Konvou lalu  berlanjut ke Desa Ulee (jl.Darussalam), Desa
Hagu Barat Laut(jl.Sentosa),Desa Hagu Tengah (jl.Sentosa-jl.Besi Tua), Desa
Hagu Selatan,Desa Kp.Jawa  Lama(jl.Samudra),Desa Lancang Garam(jl.Samudra
menuju ke SP.Jam),jl.Perdagangan-jl.Cut Mutia(terminal lama),jl.Suka
Ramai-Depan Pendopo Bupati-sp.Jam -jl. Merdeka(arah keluar kota),putar
kembali kearah kota.

11.47 WIB
Peserta aksi selanjutnya berkumpul di lapangan Hiraq Lhokseumawe dan
berkumpul sebentar sebelum membubarkan diri,dan berjanji akan terus
melakukan aksi-aksi serupa sampai perjuangan Referendum berhasil.

Lhokseumawe, 1 maret 1999

SOLIDARITAS MAHASISWA
UNTUK RAKYAT (SMUR)

Arie Maulana
Ketua Div.Jaringan Kerja

------------------------------------------------------------
SYARAT-SYARAT  UNTUK  PEMILU  BEBAS, DEMOKRATIS DAN JURDIL :
1. Diselenggarakan di bawah pemerintahan sementara, Pemerintahan Koalisi
Demokratik !
2. Tidak ada Dwi Fungsi ABRI ; Tidak ada jatah kursi bagi ABRI di MPR, DPR,
DPRD I dan DPRD II !
3.  Tidak ada UU Politik dan Peraturan lain yang tidak demokratis !
4.  Semua tapol/napol dibebaskan tanpa syarat !
5.  Tidak ada penjajahan di Timor Leste; Tidak ada operasi militer di Aceh
dan Papua Barat !
6. Tidak ada pembatasan partai, baik dari segi asas, ideologi,  garis
politik,  apalagi pembatasan yang bersifat administratif seperti jumlah
pendiri dan jumlah cabang yang dimiliki !
7. Tidak ada seleksi terhadap parpol oleh lembaga yang tidak demokratis
seperti "Tim Sebelas";  hanya Rakyat melalui Pemilu itu sendiri yang berhak
menyeleksi parpol peserta Pemilu !
8. Tidak ada litsus/screening  dan diskriminasi untuk calon anggota
legislatif, terutama untuk bekas tapol/napol beserta keluarga kasus PKI,
DI/TII, Aceh, dll. !
9.  Panitia pelaksana Pemilu adalah badan independen yang dibentuk oleh
partai peserta pemilu, tanpa ada intervensi oleh pemerintah/ABRI;
dilakukan pengawasan massal oleh badan independen maupun kelompok partisan
!
10. Tidak ada "money-politics" dan "kapitalisme-politik", yang  mendistorsi
" Satu Orang Satu Suara"  menjadi "Satu Rupiah Satu Suara" !
11. Tidak ada pembatasan  isi  maupun  metode kampanye, selama tidak
merugikan rakyat dan bersifat Demokratis !
12.  Adanya kesempatan yang sama dan merata bagi semua partai peserta
Pemilu untuk memanfaatkan asset negara, seperti dana, alat komunikasi,
media massa negara, dll. !
13. Tidak ada pembatasan terhadap ekspresi dan ide politik : adalah tidak
senonoh jika seseorang/kelompok diteror/diculik/dipenjara dan dibantai
karena mempunyai ide/cita-cita politik, seperti:  mendirikan Negara Islam,
mendirikan Papua Barat Merdeka, mendirikan Aceh Merdeka maupun mendirikan
Negara Sosialis !
APAKAH SYARAT-SYARAT INI SUDAH  TERPENUHI ?
JIKA BELUM, JANGAN MIMPI BAHWA PEMILU 1999 AKAN BEBAS, DEMOKRATIS DAN JURDIL
!
-------------------------------------------------------------

PEMBEBASAN
Diterbitkan oleh : Partai Rakyat Demokratik (PRD)
Jl. Utan Kayu No.17 A, Jakarta Timur

E-mail : [EMAIL PROTECTED]
Web-page : http://www.pegasus.com.au/~prdint1

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Mar 1999 jam 07:06:19 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke