----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------
Precedence: bulk
GOLKAR PECAH, EDY SUDRAJAT PIMPIN PANITIA PEMBENTUKAN PARTAI
JAKARTA (SiaR, 16/12/98) Golkar benar-benar pecah. Kubu Edy Sudrajat
yang kalah dengan Akbar Tanjung dalam Munaslub Golkar beberapa bulan lalu
telah ancang-ancang bentuk partai baru di luar Golkar.
Partai "Golkar Tandingan" yang isunya santer akan dideklarasikan Selasa
kemarin (15/12), ternyata para pemrakarsanya hanya mempublikasikan
terbentuknya Panitia Pembentukan Partai Keadilan dan Persatuan (PKP). "Saat
ini hanya diumumkan panitia pembentukan partai, sedangkan partainya sendiri
akan diumumkan serentak jika di seluruh cabang sudah siap," kata Edy
Sudrajat yang memimpin acara jumpa pers itu.
Ratusan wartawan dalam dan luar negeri yang sudah menunggu di lantai
enam gedung Jakarta Design Center (JDC) ini sempat kecewa. "Katanya
deklarasi partai, lho kok hanya pengumuman panitia pembentukan? Apakah ini
bukti kebingungan Pak Edy dkk?" tanya seorang wartawan.
Edy dalam kesempatan itu adalah orang yang paling sibuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan wartawan yang kritis terhadap sikap kelompok Edy
Sudrajat ini, termasuk ditanyakan pula isu keterlibatan Cendana dalam
pembiayaan partai baru tersebut. "Kami dibiayai Cendana? Boro-boro. Kenal
saja nggak," elak Edy menjawab isu tersebut.
Edy mengatakan bahwa partainya bukanlah merupakan partai pecahan
Golkar. Ia secara diplomatis mengatakan bahwa Partai Keadilan dan Persatuan
yang akan didirikan tersebut merupakan partai yang sama sekali baru.
"Kalaupun sebagian besar adalah anggota Golkar, itu pun karena kebetulan
saja," kata Edy.
Pengumuman panitia persiapan dihadiri Bambang Warih Kusumo, Meutia
Hatta, Tatto S Prajamanggala, Wahono, John Pieris, Sarwono Kusumaatmaja, Sri
Edi Suwasono, tokoh-tokoh yang terlibat dalam pendirian partai ini.
Sementara Siswono tidak tampak hadir di acara itu. "Ia sedang melantik
pengurus cabang Gerakan Keadilan dan Persatuan Bangsa (GKPB ) di Magelang, "
kata Edy.
Menurut Edy, panitia pembentukan PKP ini akan dipimpin oleh dia
sendiri, wakil ketuanya Siswono Yudohusodo, dan sekretaris Tatto S
Prajamanggala sedangkan anggotanya antara lain Bambang Warih Kusumo, Meutia
Hatta, Hayono Isman dan lain-lain. Sedangkan yang duduk dalam dewan
penasehat adalah bekas tokoh-tokoh ternama seperti Sarwono, Said Agyl
Siradj, Suryadi , Sri Edy Swasono, Thomas Suyatno, Francisco Xavier Do
Amaral dan sebagainya.
Isu santer di luar forum nama Siswono disebut-sebut paling besar
peluangnya menjadi ketua partai. Pertimbangannya, dalam pemerintrahan
Soeharto, Siswono dipandang sebagai menteri yang relatif bersih dan tidak
banyak masalah. Selain itu, pertimbangan lainnya karena Siswono berasal dari
kalangan sipil.
"Bukankah sekarang lagi jamannya sipil," kata sumber SiaR.
Namun demikian, partai ini tidak memiliki sikap yang jelas terhadap
dwi fungsi yang akhir-akhir ini ditolak oleh masyarakat. "Banyak orang salah
mengartikan dwifungsi itu adalah prajurit ABRI yang di jabatan sipil. Itu
kan kekaryaan," sergah Edy.
Yang jelas, partai ini menurut sejumlah sumber, untuk membentengi
jangan sampai Golkar sebagai pendukung Habibie menang lagi dalam Pemilu
mendatang. "Untuk menghadang Habibie itu, tampaknya mereka sudah siap-siap
bergabung dengan Megawati, atau PKB milik Gus Dur. Buktinya, kelompok ini
sering bertemu dengan dua kelompok tersebut," ujar sumber ini.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Dec 1998 jam 13:00:41 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++