---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- From: Widodo, Bambang Tanty, Maaf bila saya akan memandang beda dengan cara pandang Tanty. Kita tidak bisa mencampurkan hutang budi dengan hukum. Bila kita mencampurkan hutang budi dengan hukum dan seseorang menjadi kebal hukum atau terbebas dari hukum karenanya maka supremasi hukum di negara kita mustahil bakalan terwujud. Adalah tidak pada tempatnya lagi hubungan kekeluargaan, hubungan konco, hutang budi dan praktek KKN menjadi selimut hukum di negara kita untuk mewujudkan supremasi hukum dalam era reformasi munuju Indonesia Baru yang Maju. Pandangan Tanty atas subject di atas maaf harus dicabut demi pendidikan politik rakyat. Rakyat sudah 32 tahun lamanya mendapat pendidikan politik dan system demokrasi yang terkontaminasi dengan KKN, kekerasan, pemaksaan dan seabreg praktek pelanggaran HAM yang kesemuanya itu menodai, merusak dan telah membodohi rakyat dalam berpolitik berdemokrasi. Sudah pada tempatnya sekarang pemerintah untuk meluruskan rel demokrasi ke arah yang benar dengan cara menempatkan seluruh warga negara sama terhadap hukum secara transparan bebas dari hubungan kekeluargaan, konco, hutang budi aatau praktek KKN sehingga rakyat, seluruh warga negara dapat melihat, merasakan, memikirkan dan sekaligus belajar hukum yang akan dan harus menjadi tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Transparansi, kejujuran dan niat baik dari pejabat pemerintah mulai dari atas sampai bawah menjadi kunci proses pendidikan politik rakyat. Kasus mantan Presiden Soeharto penanganannya harus adil berdasarkan HUKUM dan transparan. Siapapun tak terkecuali Presiden Habibie tidak dapat lepas dari HUKUM termasuk saya dan anda Tanty. Maaf kita tidak mau menambah pengalaman pembodohan rakyat menjadi 32 tahun plus. Cukup sudah dan kita semua sebagai warga negara yang HARUS memulainya. Salam REFORMASI TOTAL Bambang Abri Widodo ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Jan 1999 jam 09:53:47 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
