----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

        ANARKI SUDAH BERLAKU: KEJAHATAN, PENJARAHAN, MAIN HAKIM
                        PENANGGULANGAN ANARKI HARUS PRIORITAS HABIBIE

Apa yang saya canangkan sejak lama, yaitu bahwa anarki mengancam Indonesia
akibat kejatuhan Suharto yang dibiarkan mengambang tanpa solusi yang resolut
(tegas) sedangkan krisis ekonomi, sosial, politik semakin gawat, kini sudah
men-
jadi kenyataan.

Para pengamat dan wartawan asing yang lebih tajam persepsinya daripada media
nasional sudah berani membuat ekuasi kejahatan kejahatan kejam, penjarahan
dan tindakan massa main hakim sendiri yang semakin marak sebagai anarki.
Memang tahap anarki nasional yang saya khawatirkan belum mencapai kedah-
syatan.

Namun apa lagi yang kita tunggu setelah terbukti bahwa "si monster" yang tidak
mungkin bisa dijinakkan lagi itu sudah memperlihatkan wajahnya sehingga sudah
menjadi fenomena nasional bukan lagi peristiwa sporadis?

Kejatuhan Suharto adalah suatu akibat bukan sebab hakiki anarki tahap permu-
laan ini. Kejatuhan Suharto adalah akibat penindasan rejim fasis militerisme a
la
Jepang Suharto yang dibarengi dengan KKN.

KKN Suharto adalah bak kata pepatah, Guru kencing berdiri, Murid kencing ber-
lari: crime against humanity Suharto, penjarahan kekayaan negara dengan sistem
KKN adalah sebab utama krisis nasional yang dikuakkan oleh krismon.

Penangkapan penangkapan sewenang wenang, pembantaian pembantaian mas-
sal di Aceh, Timtim, Jakarta, penculikan aktivis anti-Suharto, pemelaratan
rakyat
dengan paksa oleh rejim Suharto adalah pemicu anarki yang kemudian dilanjut-
kan dengan penembakan mati para mahasiswa Trisakti dan di Semanggi oleh
rejim Habibie. Rejim Habibie ternyata tidak bisa melihat dosa dosa nasional
Su-
harto dan secara sadar atau tidak melanjutkan tindakan biadabnya sehingga
mustahil bisa mengupayakan solusinya.

Jasa jasa Habibie memberikan kebebasan pers dan kebebasan berpolitik men-
jadi kabur akibatnya.

Kesemuanya itu tidak luput dari pengamatan para wartawan asing dari Hongkong,
Australia dan Amerika (South China Morning Post, Sydney Morning Herald, Was-
shington Post, dll). Media nasional mungkin malu untuk mengutip berita dan
analisa mereka sehingga pembaca Indonesia tidak kecipratan pemberitaan dan
analisis yang lebih canggih.

Anarki permulaan ini saja sudah sulit kalau tidak mustahil bisa diatasi rejim
Ha-
bibie dengan dwifungsi ABRI-nya sekalipun, mereka sudah kewalahan tapi jangan
diharap akan mengakuinya.

Malah pemerintah pura pura tidak tahu dan mau memaksakan "pemilu jurdil"
yang tidak jurdil sedangkan si monster anarki sudah semakin tumbuh.

Prioritas Habibie seharusnya bukan "pemilu jurdil" yang tidak mustahil bisa
jurdil itu mengingat kekuatan politik dan keuangan Suharto yang masih ung-
gul. Prioritas Habibie harus dikonsentrasikan pada tindakan anti-anarki bukan
secara militer atau polisionil belaka tapi juga secara sosiologis, psikologis,
ekonomis.

H.S. Supangkat
New York

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Jan 1999 jam 11:44:57 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke