----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

From: GOMBLOH EDDY
DAMPAK BURUK NEPOTISME PENERIMAAN SISWA SECABA POLISI.

Sudah sejak lama dalam proses merekrut bintara polisi sangat
ditentukan oleh aturan mendahulukan anggota keluarga polisi lebih dulu,
baru peserta diluar keluarga, celakanya para calon bintara polisi yang
berasal dari keluarga polisi sebenarnya bukanlah anak-anak yang benar-
benar bercita-cita ingin jadi polisi.

Biasanya mereka adalah anak-anak perwira menengah polisi yang gagal
masuk perguruan tinggi negeri, mereka masuk juga bukan karena keinginan
sendiri melainkan karena kehendak sang ayah karena mereka tidak tahan
melihat anaknya menganggur.

Bukan menjadi rahasia umum lagi, para bintara polisi yang berlatar be-
lakang masuknya karena unsur Nepotisme ini justru sekarang banyak
sekali yang menjadi duri dalam daging ditubuh Polri, mereka umumnya
kurang bertanggung jawab, menjadi pemeras, bahkan banyak juga yang
pecandu narkotika.

Nah, bila anda ingin membuktikan silahkan tengok Bintara Polisi yang
berasal dari keluarga perwira menengah dibilangan kompleks polisi
Pengadegan, Jakarta selatan, anda mau beli ganja, anda mau beli video
porno, bahkan putao mereka pasti akan memasoknya, sumbernya berasal
dari barang-barang yang berstatus sitaan polisi.

Kalau anda berada diseputar pasar glodok, para polisi yang kerjanya
minta-minta dengan menggertak pada toko-toko milik WNI keturunan, si-
lakan cek, pasti mereka anak dari Pamen Polisi.

Ada suatu kasus yang paling mengenaskan, sepasang muda-mudi WNI KC
sedang pacaran ditangkap oleh para polisi teller, dengan tuduhan si-
pemuda pecandu Narkotika mereka dipisahkan. Sementara polisi teller
melakukan pelecehan seksual pada pasangannya, ketika ingin disetubuhi,
wanitanya menolak ahirnya dipaksa melakukan oral seks, untungnya si
wanita masih sadar selesai melaksanakan pekerjaan, sperma yang tumpah
kemulutnya ditampung disapu tangannya, dengan didampingi pengacaranya
keesokan harinya melapor ke Polda metro Jaya, sapu tangan dipakai
sebagai barang bukti. Maklum anak Perwira, meskipun terbukti bersalah
urusan ini selesai dengan berdamai dan pelakunya hanya cukup diskors
tanpa pengadilan.......................................

Eddy G.

Note :
Pelaku pemerkosa tinggal dikompleks Pamen Polri Pengadegan, disinipun
banyak Bintara Polisi yang tinggal bersama orang tuanya dan berperilaku
seperti dalam tulisan ini.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Mar 1999 jam 10:19:42 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke