----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Media Indonesia, 22 Maret 1999

Rekayasa Penembakan Untuk Diskreditkan ABRI
Kelompok Prokemerdekaan Korbankan Anggotanya Sendiri

DILI-Danrem 164/Wira Dharma Kolonel Inf Tono Suratman menyatakan,
ada upaya dari pihak pendukung prokemerdekaan untuk memutarbalikkan
fakta yang bertujuan mendikreditkan ABRI.

"Indikasi tersebut terlihat dari beberapa kejadian, terakhir di
Kampung Mariabo. Desa Ritubo. Kecamatan Maliana. Kabupaten Bohonaro
yang mengakibatkan empat orang tewas dan dua orang lainnya luka
berat akibat terkena peluru." Katanya. di Dili, Minggu.

Peristiwa tragis. Jumat (19/3) sekitar pukul 19:30 Wita yang
menyebabkan Domingos (31), Pedro (21), Fonsika (12), dan Rubi (12)
meninggal dunia, sementara Marciso (18) dan Lucia (12) mengalami
luka parah merupakan ulah kelompok pendukung prokemerdekaan.

Kelompok tersebut sengaja menghancurkan dan menghabisi keluarga
Olitio Baros yang selama ini dikenal sebagai pendukung gerakan
Klandestin. Yang kemudian diisukan melakukan perbuatan tersebut
adalah kelompok Halilintar pimpinan Panglima Integarasi Joau
Tavares.

"Perbuatan yang tidak berperikemanusiaan itu sudah sering dilakukan
sebagai upaya rekayasa mereka untuk mendiskreditkan ABRI." Katanya,
menegaskan.

Dijelaskannya, berdasarkan pengakuan masyarakat setempat, sebelum
kejadian pada hari Kamis (18/3) sekelompok pemuda tidak dikenal
dengan mengendarai dua mobil dan 10 kendaraan sepeda motor
mendatangi Kampung Mariobo, tempat kejadian perkara.

Keesokan harinya, Jumat (19/3) kelompok tersebut kembali datang ke
kampung tersebut. Dan salah satu dari rombongan tersebut menyuruh
beberapa warga kampung agar menghindar, karena hari ini kampung
tersebut akan diserang kelompok orang dari hutan.

Sekitar pukul 19:30 Wita, dua rumah, satu diantaranya kediaman
Olitio Baros dirusak dan sebelum dilakukan penembakan terhadap para
korban, kelompok tersebut terlebih dahulu mengambil uang sebanyak
Rp 2 juta dan satu buah tape recorder.

Setelah kedua rumah diobrak-abrik dan melakukan penembakan yang
menyebabkan empat orang tewas dan dua orang luka parah, kelompok
tersebut meninggalkan tempat dan mengisukan bahwa yang melakukan
perbuatan itu dari kelompok Halilintar, binaan Joau Tavares.

"Modus operandi demikian itu sangat mudah terbaca oleh masyarakat.
Mereka sengaja mengorbankan anggota kelompoknya sendiri untuk untuk
mendiskreditkan ABRI ataupun pemerintah Indonesia," katanya.

Danrem menjelaskan bahwa Olitio Baros adalah mantan GPK Fretilin
yang telah menyerahkan diri beberapa tahun yang lalu.

Meskipun tidak aktif lgi ikut pergerakan di hutan. Olitio salah
satu tokoh Klandestin yang memberikan dukungan bagi pergerakan di
hutan.

Aktivitasnya terakhir yang dapat diperoleh bahwa yang bersangkutan
aktif mengumpulkan sumbangan dari masyarakat untuk perjuangan
prokemerdekaan. (Ant/O)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Mar 1999 jam 10:30:46 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke