----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


PKB-PPP BENTROK DI MAGELANG, PDI PERJUANGAN MELERAI

        MAGELANG (SiaR, 24/3/99), Ini peristiwa unik, dua partai politik (parpol)
terlibat tawuran, ada parpol lainnya yang melerai, sehingga bentrokan dapat
dihindarkan. Peristiwa ini terjadi di Magelang, Minggu (21/3) sore kemarin,
ketika massa dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan massa Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sedang berkonvoi bertemu di jalan raya antara
Semarang-Yogyakarta, dan akibatnya kedua pihak saling menyerang.

        Perkelahian di jalan raya dekat desa Payaman, Magelang itu, menurut
keterangan sejumlah saksi mata kepada koresponden SiaR, terjadi sekitar
pukul 16.00 WIB dan sempat membuat panik banyak anggota masyarakat sekitar
yang segera menutup rapat-rapat toko-toko dan rumah-rumah mereka. Jalan raya
antara Semarang-Yogyakarta macet, dan kendaraan-kendaraan yang khawatir
terjebak di area perkelahian terpaksa berputar arah untuk menghindarkan diri.

        Menurut saksi mata warga desa Payaman, mulanya tak ada tanda-tanda akan
terjadi bentrok ketika kendaraan pengangkut massa di barisan depan
berpapasan. Kedua pihak saling memberi salam dengan yel-yel masing-masing
partai. Tapi entah siapa yang memulai, tiba-tiba dalam rombongan kendaraan
pengangkut massa di barisan belakang saling melempar batu dan memukul dengan
benda-benda keras.

        Perkelahian di jalanan itu membuat warga sekitar panik. Kaca-kaca mobil
pecah, beberapa orang terluka dihajar dengan benda-benda keras. Beruntung di
sekitar tempat dimana tawuran terjadi, terdapat beberapa posko PDI
Perjuangan, dan di luar dugaan kedua partai yang sedang bertikai tersebut,
ratusan simpatisan PDI Perjuangan yang dikomandoi belasan satgas PDI
Perjuangan mengambil inisiatif melerai dan mendamaikan kedua kubu partai
Islam yang sedang baku pukul itu.

        Koresponden SiaR melaporkan, kedua kubu yang bentrok tersebut dapat
didamaikan oleh para satgas dan anggota PDI Perjuangan. Bahkan seusai
perkelahian guna mengantisipasi keadaaan, maka dicapai kesepakatan, kedua
rombongan parpol yang sedang berseteru itu sepakat untuk dikawal oleh para
satgas dan anggota PDI Perjuangan untuk kembali menuju markasnya masing-masing.

        Situasi dapat dikendalikan setelah bantuan pengamanan dari Polres Magelang
tiba di lokasi untuk membantu massa PDI Perjuangan mengamankan situasi.
Memang, warga desa Payaman, Magelang selama ini dikenal sebagai basis
pendukung PDI Perjuangan. Ketua DPC PPP Kabupaten Magelang KH Abdul Rozaq
kepada koresponden SiaR, menyatakan terimakasihnya atas tindakan simpatik
yang dilakukan para satgas dan pendukung PDI Perjuangan.

        "Terhadap para pendukung PDI Perjuangan, cara simpatik ini bisa jadi
rujukan kami untuk mengantisipasi hal-hal serupa, jika terjadi dengan parpol
di luar PPP, maka satgas PPP wajib melakukan tindakan seperti tadi,"
ucapnya. Menurut KH Rozaq, pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan
pihak PKB untuk menyelesaikan salah paham yang terjadi.

        Tindakan positif yang dilakukan kader-kader PDI Perjuangan dalam kasus
insiden di desa Payaman tersebut, bukanlah yang pertama kali. Dalam
kerusuhan di Karawang awal bulan Januari 1999 lalu, satgas-satgas PDI
Perjuangan dapat menenangkan massa perusuh yang beringas dan siap membakar
Gereja Imanuel yang terletak di Jalan Tuparev. Padahal pada saat itu, aparat
keamanan sudah tak mampu mengatasi kebrutalan massa perusuh, yang dengan
berbagai perlengkapan, seperti bensin dan alat pembakar siap membakar gereja
tersebut.

        Satgas PDI Perjuangan yang berasal dari Posko-posko Gotong Royong di
sekitar Jalan Tuparev segera melakukan pagar betis mengamankan gereja dari
amukan massa, dan dengan tindakan persuasif, akhirnya massa perusuh dapat
dibujuk untuk tidak melakukan tindakan anarkis membakar gereja tersebut.
Menurut sejumlah kesaksian penduduk Karawang, para satgas PDI Perjuangan
tersebut juga berhasil menghalau massa perusuh berbadan kekar dan berambut
cepak yang ditengarai akan menjarah dan memperkosa penghuni rumah-rumah pada
saat kerusuhan tersebut.

        Sisi positif dari kehadiran posko-posko Gotong Royong PDI Perjuangan
tersebut sayangnya luput dari perhatian banyak pihak, malahan
pernyataan-pernyataan mendiskreditkan terhadap kehadiran dari posko-posko
itu keluar dari mulut beberapa tokoh nasional, antara lain dari Ketua Umum
PB NU Abdurrahman Wahid sendiri yang mensinyalir posko-posko gotong royong
yang menjamur itu, ditengarai menjadi "sarang" premanisme.

        Terhadap tudingan tersebut, Kwik Kian Gie, salah seorang Ketua PDI
Perjuangan pernah menyebutkan, kalaupun ada satu dua ekses tindak
kriminalitas yang terjadi di dekat posko gotong royong milik PDI Perjuangan,
mesti diteliti, apakah benar pelakunya itu kader PDI Perjuangan. "Ah, yang
jelas-jelas premanisme yang dilembagakan oleh ormas-ormas pemuda onderbouw
Golkar, kenapa nggak itu saja yang dipersoalkan. Itu konkrit, mereka
berkolusi dengan alat keamanan memalak tempat-tempat hiburan dan lain-lain.
Barangkali itu karena orang-orang tersebut iri dengan kecintaan rakyat
terhadap PDI Perjuangan," katanya beberapa waktu lalu kepada SiaR.

        Masih menurut Kwik, yang membedakan kehadiran posko-posko gotong royong PDI
Perjuangan dengan kuningisasi Golkar di masa lalu adalah, kalau kuningisasi
itu karena modelnya top-down penguasa Orde Baru, sedangkan kehadiran posko
gotong royong adalah karena inisiatif dari rakyat sendiri, bottom-up.
"Jangan inisiatif rakyat dicurigai dong. Dulu diintimidasi penguasa agar
menuruti kemauan penguasa, sekarang dicurigai tokoh-tokoh nasional. Kasihan
rakyat kita," lanjutnya.***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Mar 1999 jam 19:37:38 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke