---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Diusulkan, Uang Gambar Soeharto Ditarik Jakarta, JP.- Pengurus Pusat Al Ittihadiyah meminta Presiden Habibie menarik uang rupiah lima puluh ribuan bergambar mantan Presiden Soeharto. Presiden juga diminta menarik prangko bergambar Soeharto dari peredaran. Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan antara Pengurus Pusat Al Ittihadiyah dan kepala negara di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Setelah pertemuan, Drs Imron Kadir, ketua umum ormas Islam tersebut, secara panjang lebar menjelaskan soal itu kepada pers. Kami mengusulkan sebaiknya uang kertas dan prangko bergambar Pak Harto ini ditarik saja," ujarnya. Sebagai gantinya, untuk uang kertas lima puluh ribuan, dia menyarankan agar dicetak uang baru dengan latar belakang gambar Pahlawan Nasional dari Aceh dan Masjid Raya Banda Aceh. Itu bisa mengobati hati rakyat Aceh yang telah dilukai selama Soeharto berkuasa," ungkap Imron. Selain mengusulkan penarikan uang kertas dan prangko bergambar Soeharto, Pengurus Pusat Ittihadiyah kemarin meminta kesediaan Presiden Habibie membuka Muktamar Ittihadiyah di Jakarta pada 22 23 April nanti. Pertemuan kemarin juga sempat diwarnai dialog menarik. Pasalnya, selain meminta bantuan pendanaan muktamar, Ittihadiyah minta diberi perkebunan kelapa sawit seluas dua sampai tiga ribu hektare. Dijelaskan, perkebunan tersebut akan dikelola para anggota ormas itu untuk meningkatkan perekonomian mereka. Hanya, Presiden Habibie tidak secara langsung menanggapi permintaan tersebut. (win/uf) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Mar 1999 jam 04:00:04 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
