---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- DANA PENSIUN BANK EXIM PUN TERKURAS. Siapa yang tidak kenal Bank EXIM, yang permainan valasnya kerugiannya terbesar dalam sejarah perbankan nasional BAIK dahulu, sekarang dan entah berapa abad lagi tidak akan tersaingi oleh perbankan di Indonesia . Hari inipun sejarah mencatat bahwa kerugian tersebut telah ditutup oleh Pemerintah Republik Indonesia yang tentunya uangnya berasal dari rakyat yang sekarang hidupnya kempang kempis. Aktor Utama, Aktor Pembantu, figurant dan fasilisator yang berdiri dibelakangnya hidup dengan aman damai tenang sentausa bahagia tanpa ada sanksi hukum kepada mereka. Banyak yang iri hati betapa nikmatnya menjadi bankier pemerintah, mereka kebal hukum termasuk tentu juga kebal rasa malunya. Kalau hal itu terjadi pada bank swasta tidak tahulah awak apa yang akan terjadi. Belum lagi kredit macetnya yang diserahkan kepada BPPN, jumlahnya tidak banyak cuma Rp 100 trilyun, dari kredit macet tersebut tentu terikut pula kredit macet yang berkkn. Hal ini pun tidak menjadi persoalan, pemerintah yang baik hati akan melakukan merger keempat bank tersebut dan akan menyuntikkan dananya lebih dari seratus trilyun. Pokoknya beres, maksudnya baik, sekali mendayung empat lima pulau dilalui, yaitu hilangnya perkara permainan valas, hilangnya tindak lanjut secara hukum kredit berkkn, hilangnya tanpa bekas pertanggungan jawab pejabatnya dan sebagai hiburan bagi rakyat nantinya dijanjikan akan ada satu Bank Pemerintah yang kuat. Tinggalkan saja masalah banknya , karena ada cukung yang membacknya, sekarang beralih ke Dana Pensiun Bank Exim. Ternyata dana Pensiun Bank Exim pun terkuras dengan pola yang sama, yang terindikasi kuat adanya KKN dibalik transaksi yang ada. Lihat saja ( ya cuma lihat saja, habis mau apa lagi) sebagai suatu contoh pembelian Mall Yogya. Mall ini sebelumnya milik fihak ketiga teman dekat petinggi Bank Exim. Mall ini tidak layak, kosong dan pendapat operasionalnya tidak bisa menutup biaya operasionalnya, kreditnya pada suatu Bank Pemerintah diancam kemacetan. Datang si petinggi Exim(snk) sebagai juru selamat, tanpa FS dan segala macamnya perintahkan Dana Pensiun Bank Exim take over kreditnya. Setelah beberapa waktu berjalan kreditnya benar-2 macet, dengan mudahnya si petinggi tadi memberi instruksi pindahkan kreditnya ke EXIM. Setelah dipindahkan ke Exim Kreditnya sudah tidak ketulungan lagi. Kerugian makin membesar, kreditnya menjadi macet. Kalang kabut? Indak ado kamus itu. Sekarang bukan lagi perintah bukan lagi intsruksi tetapi ini TITAH BAGINDA RAJO, jual saja Mall Jogya itu kepada Nasabah sahabat kental petinggi BANK EXIM TADI. Supaya laku dan tertutup kerugian Dana Pensiun tadi, penjualannnya disatukan dengan satu gedung milik Dana Pensiun yang terletak di Jalan Thamrin. Soal dananya sinasabah tadi tentu saja tanpa keluarkan uang sesenpun, cukup dari take over kredit dan Kredit dari Bank Exim sendiri. Penjualan dilakukan dengan menjual saham perusahaan (PT TTP anak perusahaan dana pensiun Bank Exim) yang mengelola kedua gedung tadi. Penjualan seperti biasanya tanpa FS dan petimbangan lain cukup dengan titah baginda raja ; dirut dana pensiun(tyd) dan dirut pt ttp (sw) siap melaksanakannya tanpa reserve. Dengan penjualan ini maka segala seluk beluk yang tersimpan pada waktu pembelian dan pengelolaannya oleh pt ttp sudah terkubur habis. Dalam asset PT TTP selain kedua gedung tersebut adalah saham pada perusahaan lain yang nilai jualnya diperkirakan Rp 250 milyar. Alkisah dalam perjanjian lisan akan dikembalikan kepada dana pensiun, tetapi belum sempat terlaksana dan pembeli tidak akan mengembalikannya. Kalau hal ini benar dan saham tersebut tidak dikembalikan Dana Pensiun potensial untuk kebobolan sebesar Rp 250 milyar. Ini baru masalah besar, karena kalau bank exim ada cukongnya pemerintah yang membackup KALAU DANA PENSIUN SIAPA YANG HARUS MEMBANTUNYA, YANG JELAS PENSIUNAN YANG MENJADI KORBAN. Informasi lain menyebutkan SW sebagai dirut salah satu perusahaan lain dibawah naungan dana pensiun menerima kredit dari bank yang dipimpin snk, dari jumlah tersebut dipergunakan rp 100 MILYAR untuk pembelian saham pada perusahan lain yang diancam kebangrutan. Karena menyangkut soal pensiunan sudah waktunya sekarang dan tidak bisa ditunda lagi AGAR fihak yang berwenang dan peduli terhadap rakyat lemah dan anti kkn dalam segala bentuk dan daerahnya untuk turun tangan menuntaskan masalah ini, jangan dibiarkan karena menyangkut nasib pensiunan yang tidak berdaya. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 6 Apr 1999 jam 10:56:13 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
