----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Untuk kesekian kalinya aparat keamanan bersikap brutal terhadap rakyat Aceh.
Dini hari tadi (17-1-1999) sekitar jam 1.30 wib polisi menembaki
iring-iringan
rakyat yang sedang mengantarkan korban kecelakaan lalu-lintas. Insiden ini
terjadi di depan kantor Polsek  Blang Jereun, Lhoksukon Aceh Utara.

Sebenarnya iring-iringan tersebut adalah untuk mengantarkan korban
kecelakaan
lalulintas ke  rumah sakit. Adapun jumlah massa adalah : 8 orang di dalam
mobil yang sedang menggantar korban kecelakaan itu,dan 11 orang yang
berboncengan mengendarai sepeda motor.

Insidenini terjadi karena kesalahpahaman polisi yang mengira iring-iringan
tersebut
adalah aksi demonstrasi massa yang anarkhis.Polisi menjadi panik, dan
menurut
keterangan yang kami peroleh dari masyarakat penembakan iu terjadi tanpa
adanya tembakan peringatan untuk menghentikan massa. Jarak antara pasukan
dan
massa sekitar 20 meter. Salah seorang penembak yang teridentifikasi oleh
korban adalah sersan satu Hokki.

Dalam insiden itu telah jatuh 5 orang korban. Masing-masing ialah:Jafar
Husen
(27)  warga Desa Blang Jereun, mengalami luka tembak dirahang kiri  atas
tembus kemulut dan dalam kondisi kritis, Rusli (25) warga desa Alue  luka
ringan karena terserempet peluru dipelipis kanan, Saifuddin (18)warga desa
Alue luka ringan terserempet peluru di pelipis kiri, Amri Harun (20)warga
desa
Alue luka tembak dikaki kanan dan harus dioperasi,  dan Hendri (26) warga
desa
Alue terkena peluru dijempol kanan serta terserempet peluru di pelipis kiri
dan leher sebelah kiri.

Kami mengetahi peristiwa ini karena kebetulan kawan-kawan SMUR sedang
berjaga
di Rumah Sakit Umum Lhokeumawe untuk mendampingi korban-korban Operasi
Wibawa
'99 yang masih takut terhadap teror aparat.  Ketika itu sekitar jam  4.30
pagi
para korban dibawa oleh keluarganya setelah mendapat pertolongan pertama di
poliklinik Mobil Oil. Melihat pelayanan Rumah Sakit tidak memuaskan, Ketua
SMUR, Kautsar bergegas menghubungi bupati Aceh Utara di pendopo untuk
meminta
agar mengontak Direktur RSU Lhokseumawe.Kebetulaan ketika itu Danrem
Lilawangsa Kol. Johny Wahab ada di sana pagi tadi,dan Kautsar menyampaikan
informasi ini kepadanya,  serta meminta agar pelaku penembakaan itu
diusut.Danrem menyanggupi dan segera memerintahkan-melalui radio  HT-kepada
DenPom untuk mengusut kasus ini.

Kautsar, ketu aSMUR, juga sempat mengecam tindakan ini sebagai wujud tidak
profesionalnya ABRI.

Salam dari SMUR,

Arie Maulana
Divisi Jaringan Kerja Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Jan 1999 jam 04:53:57 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke