----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: Jono Hardjowirogo

Federalisme Untuk Indonesia

Walaupun kebanyakan politikus2 di Indonesia mengangap bentuk negara federal
sebagai  suatu option yang tidak dapat diterima, kesulitan yang dihadapi
Indonesia pada waktu ini mengharuskan adanya penelitian kembali option
tersebut. Bagi Indonesia di masa depan, dimana prinsip2 demokrasi akan terus
berkembang, bentuk negara federal itu sangat menarik ditinjau dari beberapa
segi praktis, seperti employment, distribusi, pertanggungan jawab,
kestabilan, dsb.

Walaupun situasi ekonomi Indonesia pada waktu ini sangat parah, kestabilan
politik terus berlaku. Kestabilan ini pada dasarnya disebabkan oleh adanya
ABRI yang berfungsi sebagai penggaransi keamanan. Kedudukan ABRI sebagai
badan penggaransi keamanan ini kelihatannya adalah kunci dari bentuk negara
federal yang sesuai untuk Indonesia.

Dari perspektif ABRI, Indonesia dibagi menjadi sejumlah wilayah Komando
Daerah Militer (KODAM), dimana setiap Panglima KODAM tersebut langsung
melapor ke PANGAB. Bentuk negara federal yang cocok untuk Indonesia harus
menggunakan framework ABRI ini sebagai tulang belakangnya. Jadi pemerintahan
sipil tersebut  harus bertumbuh sejajar dengan pemerintahan militer
sedaerah.

Jadi jumlah provinsi harus bersamaan dengan jumlah KODAM yang operasionil.
Kepala daerah tersebut adalah seorang Gubernur yang dipilih olah rakyat
seprovinsi. Gubernur2 yang terpilih tersebut tidak lagi ada dibawah
kekuasaan Kementrian Dalam Negri, seperti pada waktu ini. Kekuasaan mereka
sebagai seorang chief executive dari provinsi2 tersebut hanya ada dibawah
Presiden RI. Gubernur2 tersebut juga menjadi anggota2 Dewan Gubernur yang
diketuai Presiden RI. Tingkat Dewan Gubernur tersebut boleh dikatakan
sejajar dengan tingkat kabinet RI.

Struktur seperti ini banyak dicerminkan dibidang ekonomi, dimana
konglomerat2 yang memiliki perusahaan2 yang lebih kecil. Perusahaan2 yang
tergabung didalam kongglomerat tersebut pada dasarnya bebas berfungsi
di-bidang2 tertentu, walaupun mereka pada dasarnya adalah hanya sebagian
dari suatu badan yang lebih besar. Begitu juga Provinsi2 atau negara2 bagian
tersebut diatas. Mereka adalah bagian dari RI.

Walaupun seorang Gubernur itu adalah seorang Chief Executive, sudah terang
tugas2-nya akan agak berbeda dengan tugas2 Presiden RI yang jugalah seorang
Chief Executive. Bidang2 angkatan perang dan keuangan nyatanya jatuh didalam
kekuasaan Presiden RI, sedangkan keamanan daerah (kepolisian), kesehatan,
dan pendidikan jatuh didalam kebijaksanaan Sang Gubernur.

Demi keseragaman negara2 bagian tersebut, DPR RI harus mengeluarkan piagam
(charter) yang dapat depergunakan untuk membentuk negara2 bagian tersebut.
Piagam tersebut harus mengatakan apa kekuasaan mutlak dan kewajiban negara2
bagian tersebut. Setelah negara2 bagian tersebut terbentuk, segala fungsi
DPR yang mengenai negara2 bagian harus ditransfer ke Dewan Gubernur yang
setelah itu menjadi satu2nya badan yang bisa membahas soal2 yang menyingkung
semua negara2 bagian.

Banyak politikus2 yang mengatakan bahwa jika Indonesia menjadi negara
federal, kemungkinan besar bahwa Indonesia akan mengalami disintegrasi.
Banyak negara2 bagian tersebut akan mengendaki kemerdekaan mereka masing2.
Jika struktur ABRI yang tersebut diatas dipertahankan, kesatuan RI akan
dapat diteruskan. Karena piagam negara bagian yang tersebut diatas tidak
memungkinkan seorang gubernur untuk menguasai suatu angkatan bersenjata,
kemungkinan adanya konflik bersenjata akan lenyap.

Sistim federal itu juga mempunyai banyak keunggulan (advantage). Misalnya:
Bentuk negara federal akan mengatasi soal employment. Ditinjau dari segi
tenaga kerja, kita dapat melihat bahwa negara2 bagian tersebut akan
memerlukan tenaga kerja yang semacam Pegawai Negri Sipil, tetapi tingkat
daerah. Jumlah PNS Daerah yang akan diperlukan paling sedikit akan lebih
dari lima lipat PNS yang sudah dipergunakan pada waktu ini. Para PNS yang
sudah dipergunakan didaerah akan tetap berfungsi seperti pada waktu ini.
Disamping mereka para PNS Daerah akan berfungsi demi kepentingan negara2
bagian masing2.

Dari segi kependudukan, bentuk negara federal juga mempunyai banyak
keuntungan. Waktu Republik Indonesia lahir, jumlah penduduknya hanya ada
kira2 65 juta. Sekarang pulau Jawa saja penduduknya sudah melebihi jumlah
tersebut. Kita memilih bentuk negara kesatuan pada tahun 1945 karena untuk
perjuangan bentuk tersebut sangat serasi; cocok sekali untuk pada waktu itu.
Konsentrasi kekuatan dan kekuasaan mengharuskan bentuk negara yang
sedemikian. Sekarang, dimana jumlah penduduk RI hampir mencapai 250 juta,
bentuk pemerintahan pusat nyatanya tidak lagi sesuai dengan kebutuhan
rakyatnya. Presiden RI sebagai Chief Executive dari suatu negara yang
mempunyai hampir 250 juta penduduk tidak akan dapat mengatasi setiap
persoalan yang dihadapi penduduknya.

Dari segi kedaerahan, manfaat  negara federal juga ada. Soal2 mengenai hukum
adat dan bahasa daerah, misalnya, akan dapat diperhatikan lebih dalam. Sejak
Kemerdekaan Indonesia tahun 1945, atau mungkin juga sejak Sumpah Bangsa
Indonesia tahun 1928, bahasa2 daerah dan kultur2 identitasnya sangat
merosot. Demi persatuan bangsa peradaban daerah ditempatkan di korsi
belakang, sehingga banyak kebudayaan daerah yang hampir menghilang
karenanya. Walaupun dalam Sumpah Pemuda kita semua setuju demi kesatuan
bangsa dan negara untuk mengutamakan Bangsa, Bahasa, dan Negara Indonesia,
Sumpah tersebut tidak mengharuskan lenyapnya kesukuan maupun kebudayaan
daerah. Tanpa kebudayaan2 daerah, slogan Bhineka Tunggal Ika tak akan
berarti sama sekali.

Jono Hardjowirogo
New York, USA
January 25, 1999

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 26 Jan 1999 jam 11:04:27 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke