----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

From: Rony Sulaiman

Yth. Pak Siswa,

Fakta tentang suku Tiong Hwa di Indonesia adalah bahwa suku Tionghwa
selalu jadi sasaran empuk dimasa lalu, jadi target sebagai kambing hitam
yang sewaktu-waktu bisa dibantai, dikorbankan. Bila pemerintah gagal
dalam memakmurkan rakyat maka orangorang Tionghwa atau Cina yang
dijadikan tumbal. Rumah mereka dibakar, mereka dibunuhi, anak-anak
perempuan mereka diperkosa, dibunuh dan dibakar agar kaum Tionghwa mau
minggat dari bumi Indonesia. Kenapa selalu orang Cina yang selalu jadi
target ? Toch mereka itu semua pengecut, tidak pernah bisa bersatu untuk
melawan kecuali pada pemberontakan Tionghwa di tahun 1740 (kalau tidak
salah).

Pertanyaannya disini adalah bukan peran Tionghwa yang masih perlu
dianalisa, melainkan mengapa orang Cina tidak pernah mau bersatu seperti
halnya orang Yahudi di Amerika dan kita perlu mendiskusikan bagaimana
cara kita berjuang untuk mendapatkan hak kita yaitu hak asasi manusia,
hak untuk tidak didiskriminasi, hak untuk tidak selalu dikorbankan
seperti kambing qurban.
Kalau bukan kita yang memperjuangkan itu semua siapa lagi ? Seperti
halnya kemerdekaan Indonesia yang di ambil dari penjajah saat vakuum,
bukannya kita juga perlu menggunakan momentum saat ini untuk bergabung,
menyatukan visi, menyatukan kekuatan (apapun bentuk kekuatan itu) untuk
memperjuangkan hak-hak kita yang tidak pernah kita dapat dibumi
Nusantara sebagai Ibu Pertiwi kita juga. Hak mana tidak pernah didapat
oleh kakek moyang kita demikian pula anak cucu kita bila bukan kita yang
memperjuangkannya sekarang.
Bila saya ditanya caranya bagaimana, maka sebaiknya kita menyatukan
kekuatan, potensi kita semua dalam naungan partai PDI-Perjuangan dan
ikut aktif berjuang disana agar partai PDI-Perjuangan mendapatkan suara
mayoritas untuk merubah tatanan negara ini agar bisa menjadi lebih baik
untuk semua rakyat Indonesia yang tidak dibedakan menurut warna kulit,
asal keturunan, seperti halnya negara Amerika, Australia, New Zealand
dan negara-negara lainnya. Dimana semua rakyat memiliki hak yang sama,
sehingga kita keturunan Cina ataupun Tionghwa bisa ikut berpartisispasi
aktif dalam membangun negara tercinta Nusantara.
Secara jujur saya masih percaya pada raklyat Indonesia dan masa depan
negara Indonesia yang pasti cerah. Yang brengsek hanyalah pemerintahnya
dengan system korupsinya yang sudah sanagt parah seperti kanker yang
merajalela yang perlu segera diamputasi dan dibuang kedalam api. Yang
saya maksud adalah semua yang duduk dalam DPR sekarang maupun
DPR-Suharto, semuanya harus diadili dan dihukum, harta hasil korupsi
dikembalikan kepasda pemerinytah untuk dikembalikan kepada rakyat berupa
sembako, menaikkan gaji pegawai negeri sebesar 6 - 10 kali lipat, agar
korupsi bisa diberantas dengan segera.
Salam dari Nusantara ke Amsterdam yang dingin, gelap dan lembab tapi
demokratis. Ikutlah berdoa agar negara Indonesia bisa segera terlepas
dari cobaan ini dan segera bisa jadi negara yang kuat, adil dan makmur.
Salam, Chiman 85

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 29 Jan 1999 jam 10:08:03 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke