----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

From: Mung Murbandono

Kepada saudara yang terkasih kurban tabrak lari,
Saya mengandaikan cerita Anda jujur. Sejatinya, peristiwa yang Anda alami,
memang memprihatinkan, hanya tetes kecil dari lautan kejadian yang sama.
Semua orang normal menyesalkan kejadian tersebut. Memalukan bangsa
Indonesia!

Saya, konon, Jawa "pri" (artinya orang Yunan purba). Kita semua tahu, "pri"
dan "nonpri" itu rekayasa politik busuk. Istri saya "nonpri" (orang Yunan
juga). Dan mayoritas "orang Indonesia" sama seperti saya dan istri saya -
kecuali "ras-ras" yang kemudian jadi saudara-saudara kita orang Irian,
Ambon, NTT dan sejenisnya. Tapi semuanya sama. Sama-sama manusia. Dan
penting diketahui "orang Indonesia" tidak/belum ada, ia masih menjadi.
Jadi, "prI" dan "nonpri" itu tidak ada.

Pendahuluan di atas sekadar ingin memperkenalkan posisi saya. Saya yakin
seyakin-yakinnya bahwa membeda-bedakan orang atas dasar ras, warna kulit
dan lain-lain semacam itu adalah primitif.  Tidak relevan untuk kehidupan
yang beradab dan apalagi untuk kehidupan modern.

Harapan-harapan saya kepada Anda setelah "musibah" itu:
(1) Mohon jangan frustrasi. Jangan takut. Jangan "mengalah" kepada salah
kaprah.
(2) Anda bagian Indonesia! Jangan mau diteror! Indonesia itu negara Anda!
(3) Mohon maaf, jangan tergoda gampang "menyogok", untuk cari gampangnya
saat     menghadapi persoalan. Pejabat atau siapapun, akan "ketakutan",
kalau kita juga berani "menggertak" dengan modal kebenaran. Maka,
well-informed, itu penting sekali. Dan tiap orang, asal mau, pasti bisa.
(4) Krisis Tanah Air membuat banyak orang ingin "ngabur" ke luar negeri,
kalau bisa.   Meski saya bisa memaklumi hal tersebut, tapi sejatinya tidak
menyelesaikan masalah. Yang benar adalah "melawan" kesalah-kaprahan
tersebut, dengan terus menerus memperjuangkan hak-hak Anda sebagai warga
Indonesia (dan tentu saja memenuhi kewajiban Anda).  Pro-aktif ikut
terlibat dalam segala permasalahan  bangsa/negara. Bergabung dengan
berbagai organisasi reformatoris, khususnya politik, sebab inilah momentum
paling tepat bagi tiap orang Indonesia untuk menyuarakan aspirasinya. (Ini
harapan makro).
(5) Harapan mikro: berpartisipasi aktif dalam kegiatan di RT tempat Anda
tinggal, meluaskan kerjasama/persahabatan/persaudaran dengan sebanyak
mungkin orang tanpa pandang bulu muatan ke-SARA-an mereka. (Mohon diingat,
SARA itu mulia yang harus dikembangkan dan bukannya berhala yang harus
dicemaskan.)

Mohon maaf kalau dirasakan menggurui. Itu bukan maksud saya. Ini semua saya
tulis, demi kebaikan bersama, sebab soal "kisruh" SARA ini membuat saya
lelah sekali. Gara-gara "pribumi" setitik, rusak Indonesia-kita sebelanga!

Salam kasih,
L Murbandono Hs
Hilversum, Nederland.-

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 29 Jan 1999 jam 10:08:07 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke