---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk SEPULUH PROVOKATOR ASAL CIANJUR DITANGKAP POLDA MALUKU AMBON (SiaR, 29/1/99) -- Dugaan keterlibatan keluarga mantan Presiden Soeharto sebagai dalang kerusuhan Ambon semakin nyata setelah penyidikan pihak Polda Maluku menemukan bukti, bahwa sepuluh orang diantara 50 provokator yang tertangkap mengaku dikirim oleh sebuah yayasan di Cianjur, Jawa Barat. Demikian koresponden SiaR melaporkan dari Ambon, Kamis (28/1) kemarin. Pengakuan kesepuluh provokator itu diperoleh setelah diinterograsi secara maraton oleh pihak kepolisian sejak tertangkap tangan saat memprovokasi massa pada tanggal 19 Januari 1999 lalu, yaitu pada Idul Fitri hari pertama. Berdasarkan pengakuan tersebut, maka Kapolda Maluku Kol (Pol) Karyono kepada para wartawan menyebutkan secara tegas, bahwa provokator kerusuhan Ambon itu berkaitan dengan dalang yang berada di Jakarta. Nara sumber SiaR, seorang tokoh masyarakat Ambon di Jakarta, menyebutkan ratusan provokator yang dikirim dari Jakarta, adalah gabungan preman-preman terlatih dari sebuah ormas pemuda onderbouw Golkar, dengan preman-preman yang direkrut dari sebuah yayasan yang didanai keluarga Cendana di Jawa Barat. Dari penyusuran SiaR, ternyata yayasan itu yang disebut para provokator sebagai lembaga yang mendanai dan mengirim mereka untuk melakukan kerusuhan di Ambon, adalah yayasan yang juga terlibat di dalam proses rekrutmen sebagian anggota Pam Swakarsa untuk mengamankan Sidang Istimewa, 11-14 November 1998 lalu. Kesaksian penduduk Cianjur di mana yayasan tersebut berlokasi menyebut- kan, bahwa sebelum Sidang Istimewa ada dua tokoh nasional yang berkunjung ke sana, yaitu Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra, yang dikenal dekat dengan mantan Presiden Soeharto dan Menteri Koperasi/Usaha Kecil Menengah Adi Sasono yang juga Sekretaris Umum ICMI. Disebutkan, kedua tokoh itu menyerahkan sejumlah dana, agar yayasan tersebut merekrut orang-orang yang akan dilibatkan untuk pengamanan Sidang Istimewa MPR. SiaR juga menemukan adanya modus baru perekrutan massa oleh kekuatan- kekuatan pro status quo, yang nantinya akan diterjunkan sebagai provokator kerusuhan, atau untuk diadu secara fisik dengan kekuatan-kekuatan reformasi total, yakni melalui pendirian yayasan-yayasan berwarna agama atau sosial. Salah satunya adalah Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia (YAKMI) yang didirikan putri sulung mantan Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut, dan Wakil Ketua DPR/MPR Abdul Gafur. Ketika Sidang Istimewa, November 1998 lalu, YAKMI menerjunkan sekitar 10 ribu orang anggotanya sebagai anggota Pam Swakarsa yang ditempatkan di sekitar Parkir Timur Senayan. Tugas mereka adalah untuk menghadang demonstrasi para mahasiswa penentang Sidang Istimewa MPR.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 30 Jan 1999 jam 03:37:02 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
