Dear Bung Ahmad Sudirman,

Perkenankan saya sedikit urun rembuk masalah demokrasi (yang dinilai haram
dan tak dapat dilaksanakan dalam negara yang berdasarkan daulah Islam).

Pertama-tama, tentang 'demokrasi' itu sendiri. Banyak sekali perdebatan
tentang masalah 'demokrasi' . Dua belahan dunia, baik barat maupun timur
sibuk berdebat tentang 'demokrasi'. Rakyat dari segala lapisan dan profesi
juga ikut serta memperdebatkan masalah yang sama. Tentu saja warna
perdebatannya berbeda-beda. Demokrasi menurut kalangan akademisi tentu
berbeda dengan demokrasi menurut abang-abang becak yang lagi mangkal dan
menikmati kopi di warung. Juga tentu berbeda demokrasi menurut kacamata
barat dan demokrasi menurut kacamata Asia.

Lee Kuan Yew, pernah menyebut bahwa demokrasi tidak sesuai dengan norma
Asia. Tentu yang dimaksud 'tidak sesuai' disini adalah untuk kepentingan
nasional Singapura, untuk kepentingan partai yang berkuasa dan untuk
kepentingan politiknya. Di lain pihak, Samuel Huntington (bekas penasihat
keamanan gedung putih) juga menyebutkan bahwa dunia ini di bagi dua, yang
sebagian adalah dunia barat yang demokratis, yang lain adalah dunia timur
(Islam dan Confusianis) yang tidak demokratis.

Kesimpulannya : anda tinggal melihat demokrasi dari kacamata yang mana ....
Apakah dari kepentingan pribadi atau golongan atau negara ... ataukah dari
kepentingan 'martabat manusia' itu sendiri.

Menurut pendapat saya, basis dari demokrasi adalah ide tentang bagaimana
menegakkan martabat manusia. Ibn Qutaiba, penulis  Khalq Al-Insan
berpendapat  'ketika beliau ditanya tentang hal yang paling penting di
dalam panggung dunia ini (yang bisa dikatakan oleh manusia), jawabnya
adalah tak ada hal lain yang lebih penting dari 'martabat kemanusiaan'.
Tentu saja disini bukan berarti demokrasi akan berhenti sebagai proteksi
egoisme pribadi, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk penghargaan atas
martabat kemanusiaan secara umum dan diwujudkan dalam bentuk pemenuhan
kebutuhan akan keadilan. Martabat kemanusiaan tak akan dapat ditinggikan di
atas kemiskinan, kemelaratan, penderitaan, pelanggaran dan pencabutan hak
dan ketidak perdulian.
Tidak akan ada penghargaan atas martabat kemanusiaan jika kedudukan wanita
tidak dinyatakan sederajad dengan laki-laki (dalam bentuk pemberian
kesempatan dan pemberian gaji). Tidak akan ada penghargaan atas martabat
kemanusiaan jika hak manusia dilenyapkan.Demokrasi secara substansial
berarti adanya pengakuan dan penghargaan atas martabat kemanusiaan (bukan
hanya dari pengambilan keputusan menurut suara terbanyak)

Ada satu pepatah yang sangat penting untuk direnungkan bersama:
Man's capacity for justice makes democracy possible, but man's inclination
to injustice makes demokrasi necessary.

Juga dikatakan sementara ahli ilmu politik:
Manusia punya kecenderungan untuk menyalahgunakan kekuasaan, jika ia punya
sedikit kekuasaan, ia cenderung untuk menyalahkan gunakan, jika ia
mempunyai kekuasaan mutlak, ia pasti akan menyalahgunakan.

Saya percaya bahwa hanya manusia sekaliber Nabi Muhammad lah yang mampu
memimpin negara ... sebab dengan landasan keimanan yang tak goyah, beliau
tidak akan pernah menyalahgunakan kekuasaan Allah yang di delegasikan pada
Beliau untuk memimpin bangsa. Dalam lindungannya, martabat kemanusiaan akan
dilindungi. Inilah demokrasi yang sebenarnya.

Masalahnya sekarang :
Manakah ada manusia yang mampu bertahan sebagai dinding karang seperti
Beliau ?
(sedangkan seorang komandan polisi yang mau menyekolahkan anaknya (yang
kebetulan kurang pintar), di salah satu sekolah negeri ternama di kota saya
dulu tinggal di Jawa Timur, perlu datang sambil membawa ajudan dan seragam
lengkap) ... Ini baru komandan lho ... belum presiden dari sebuah negara
besar yang memiliki lebih dari 13.000 pulau dan 210 juta penduduk.

Realitanya ... apakah mungkin ada pemimpin sekaliber Nabi yang mampu
memimpin Indonesia, menjadi khalifah baru dan menjalankan segala kehendak
Allah tanpa cela ????
memang demokrasi sering bahkan selalu disalahgunakan, yang mengakibatkan
terjadinya anarki dan kelumpuhan sistem. Namun itu kan tidak berarti bahwa
'kediktatoran' adalah jawaban.

Salam,
Shanti

------------------------------------------------------------------------
eGroups Spotlight:
"Aok-china" - Adopting older kids from China.
http://offers.egroups.com/click/243/4

eGroup home: http://www.eGroups.com/list/mimbarbebas
Free Web-based e-mail groups by eGroups.com

Kirim email ke