http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] Stockholm, 11 April 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. SEDIKIT TENTANG PENGANGKATAN KHALIFAH DIMASA KHULAFAUR RASYIDIN. Ahmad Sudirman Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA. Tanggapan untuk Saudara Nurhamid (Indonesia). Terimakasih saya ucapkan kepada saudara Nurhamid atas koreksi yang anda berikan dalam rangka "watawa shoubil haq watawa shoubish shober". Untuk sedikit menambah informasi terhadap jawaban saya dalam tulisan "Seorang penganut Kristen bertanya siapa yang akan menjadi Khalifah dan dari partai mana?". Dimana saya memberikan jawaban "Terakhir tentang masalah siapa yang pantas menjadi Khalifah dan dari partai mana?. Jawabannya adalah masalah siapa yang akan diangkat menjadi Khalifah dan dari partai mana itu akan terlaksana apabila seluruh kaum muslimin dan kaum non muslim yang ada di Indonesia telah membangun kembali Daulah Islam Rasulullah. Artinya Daulah Islam Rasulullah telah berdiri, baru Khalifah dipilih. Jadi selama belum berdiri kembali Daulah Islam Rasulullah, Khalifah tidak bisa dipilih". Hal itu didasarkan kepada apa yang telah dicontohkan Rasulullah dalam membangun Daulah Islam pertama di Yatsrib dan pengangkatan Khalifah di masa Khulafaur Rasyidin. Sebelum Rasulullah membangun Daulah Islam di Yatsrib dan masih berada di Mekkah, pernah Rasulullah ketika mengadakan ikrar Aqabah ke dua memilih dua belas orang dari muslimin Yatsrib dan diangkat sebagai pemimpin. Sembilan orang dari suku Khazraj dan tiga orang dari suku Aus. Yang dari Khazraj adalah Asad bin Zararah, Rafi' bin Malik, Ubadah bin Shamit, Sa'ad bin Rabi', Mandzar bin 'Amr, 'Abdullah bin Rawaha, Bara bin Marur, 'Abdullah bin 'Amar dan Sa'd bin 'Ubadah. Dari suku Aus adalah Usaid bin Hudnair, Sa'd bin Khaitsmah dan Rafa'ah bin 'Abdul Mundzar. (Majid 'Ali Khan, Muhammad The Final Messenger, 1980). Disini Rasulullah mengangkat pemimpin-pemimpin untuk memimpin kaum muslimin yang telah ada di Yatsrib dan mereka itu bukan sebagai Khalifah, melainkan sebagai pemimpin golongan-golongan dari kaum muslimin yang telah ada di Yatsrib, yaitu dari suku Khazraj dan suku Aus. Setelah Rasulullah hijrah dan sampai ke Yatsrib, diadakanlah suatu perjanjian pertahanan bersama dengan suku-suku atau bani-bani yang ada di Yatrsib pada waktu itu. Dimana perjanjian tersebut dikenal dengan nama Piagam Madinah atau Undang Undang Madinah. Dimana dalam perjanjian pertahanan tersebut diadakan suatu kesepakatan antara Nabi Muhammad SAW di kalangan Orang-orang yang beriman dan memeluk Islam (yang berasal) dari Quraisy dan Yatsrib, dan orang-orang yang mengikuti mereka, mempersatukan diri dan berjuang bersama mereka." Seterusnya mereka yang mengadakan ikatan perjanjian pertahanan berasama siap bersatu dibawah pimpinan Rasulullah dan "Tidak seorang pun diperbolehkan bertindak keluar, tanpa ijinnya Muhammad SAW". Jadi dengan adanya perjanjian pertahanan bersama inilah lahirnya Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya. Dimana Rasulullah selain sebagai seorang Nabi dan Rasul juga sekaligus sebagai pemimpin Negara Daulah Islam. Nabi menjadi pemimpin Daulah Islam setelah Daulah Islam itu dibentuk bersamaan dengan lahirnya Piagam Madinah, seperti yang tertulis dalam Bab VI TUGAS WARGA NEGARA pasal 23 Piagam Madinah yaitu "Tidak seorang pun diperbolehkan bertindak keluar, tanpa ijinnya Muhammad SAW". Pasal ini menunjukkan bahwa Rasulullah telah memegang pimpinan Daulah Islam dan bertanggung jawab baik ke dalam atau keluar. Kemudian, setelah Rasulullah wafat dan Daulah Islam harus berjalan terus, maka dilakukanlah pemilihan Khalifah, dimana Khalifah Abu Bakar sebagai khalifah pertama. Dususul dengan pengangkatan Khalifah Umar bin Khatthab sebagai Khalifah kedua. Selanjutnya pengangkatan Khalifah Usman bin Affan sebagai Khalifah ketiga. Kemudian pengangkatan Khalifah Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah keempat. Setiap diadakan pengangkatan khalifah, maka semua kaum muslimin memberikan bai'atnya kepada Khalifah yang telah terpilih. Jadi kesimpulannya, Khalifah dipilih dan diangkat setelah berdiri Khilafah Islam atau Daulah Islam. Sebelum Daulah Islam berdiri pemimpin-pemimpin yang ada adalah pemimpin-pemimpin kaum muslimin dari berbagai golongan, suku, bani, masyarakat, atau kalau jaman sekarang dari partai-partai yang bernafaskan Islam. Jamaah-jamaah dengan pemimpinnya ini sesuai dengan atsar Umar bin Khotthob, "innahu laa islama illa bijama'atain wala jama'ata illa biimarota wala imaarota illa biththo'ah" (Riwayat Ad-Darimy jilid I halaman 79). Dimana pemimpin-pemimpin jamaah ini bukanlah disebut sebagai Khalifah dalam Khilafah Islam atau Daulah Islam. Tetapi kalau mereka telah sepakat mengadakan suatu perjanjian bersama untuk mengadakan deklarasi bersama membangun kembali Daulah Islam Rasulullah, maka setelah Daulah Islam terbentuk dipilihlah siapa yang akan memegang tapuk pimpinan sebagai Khalifah yang akan memimpin Daulah Islam atau Khilafah Islam ini. Inilah sedikit tambahan dan sekaligus sebagai tanggapan untuk saudara Nurhamid (Indonesia). Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ----- Sun, 11 Apr 1999 Nurhamid <[EMAIL PROTECTED]> Nurhamid menulis : Subject: Re: SEORANG PENGANUT KRISTEN BERTANYA SIAPA YANG AKAN MENJADI KHALIFAH DAN DARI PARTAI MANA?. Assalamu 'alaikum wr.wb. Ahmad Sudirman wrote: Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. "Terakhir tentang masalah siapa yang pantas menjadi Khalifah dan dari partai mana?. Jawabannya adalah masalah siapa yang akan diangkat menjadi Khalifah dan dari partai mana itu akan terlaksana apabila seluruh kaum muslimin dan kaum non muslim yang ada di Indonesia telah membangun kembali Daulah Islam Rasulullah. Artinya Daulah Islam Rasulullah telah berdiri, baru Khalifah dipilih. Jadi selama belum berdiri kembali Daulah Islam Rasulullah, Khalifah tidak bisa dipilih". 1. Saya bersyukur kepada Allah Ta'ala atas semangat Bapak Ahmad Sudirman yang telah mencurahkan pemikirannya untuk Islam serta upaya tegaknya kembali Khilafah di muka bumi ini, seperti tercermin pada banyak tulisan-tulisan bapak yang sudah dipublikasikan keseluruh dunia lewat internet ini, khususnya pada homepage yang Bapak miliki, termasuk saya sendiri pun sudah banyak membacanya. Semoga Allah Ta'ala melimpahkan fahalanya. 2. Membaca beberapa tulisan Bapak baik di email ataupun di homepage, terakhir tulisan ini yang merupakan jawaban atas pertanyaan saudara Shanty dari Australia yang salah satu pertanyaannya ialah "Siapa yang pantas menjadi Khalifah dan dari partai mana?" Terlepas pertanyaan ini datangnya dari penganut Kristen, maaf saya hanya mengambil jawaban Bapak saja yang tertera di atas, bahwa "akan terlaksana apabila seluruh kaum muslimin dan kaum non muslim yang ada di Indonesia telah membangun kembali Daulah Islam Rasulullah. Artinya Daulah Islam Rasulullah telah berdiri, baru Khalifah dipilih. Jadi selama belum berdiri kembali Daulah Islam Rasulullah, Khalifah tidak bisa dipilih." 3. Perkenankan saya sebagai sesama muslim ingin meluruskan terhadap jawaban Bapak di atas. Jawaban di atas ini sepertinya tidak berangkat dari dalil, baik dari Al-Qur'an ataupun dari Al-Hadits Shohih atau minimal Atsar atau dengan memberikan gambaran Tarikhnya. Padahal setiap mu'minin itu diperintahkan oleh Allah agar setiap menyelesaikan masalah itu kembalilah kepada Allah dan Rasul (QS.An-Nisa ayat 59) dan dilarang mendahului-Nya (QS.Al-Hujurat ayat 1). 4. Kalau Khalifah itu tegaknya menunggu seluruh kaum muslimin dan non muslim sudah berdaulat, nah kalau begitu kapan terwujudnya? Padahal membaiat seorang Imaam atau Khalifah itu merupakan kewajiban bagi mu'minin yang tidak bisa ditawar-tawar, seperti yang disabdakan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam "man maata bighoiri imaamin mata mitatan jahiliyyah" (HR.Ahmad dari Muawwiyah, Musnad Ahmad juz 4 halaman 96) dan atsar Umar bin Khotthob, "innahu laa islama illa bijama'atain wala jama'ata illa biimarota wala imaarota illa biththo'ah" (Riwayat Ad-Darimy jilid I halaman 79). Dari atsar Umar ini dapat difahami bahwa tegaknya Islam itu di atas Al-Jama'ah dan terwujudnya Al-Jama'ah itu setelah keum muslimin mengangkat (membaiat) seorang Imaam/khalifah. Jadi justeru jawaban Bapak itu sangat bertentangan dengan dalil-dalil di atas. Demikian koreksi yang bisa saya berikan dalam rangka "watawa shoubil haq watawa shoubish shober", dan mohon maaf. Wassalam Nurhamid ----- ------------------------------------------------------------------------ Internet FileZone: Always FREE! Instantly store & access your valuable PC files on the net, from any Web browser. http://offers.egroups.com/click/235/0 eGroup home: http://www.eGroups.com/list/mimbarbebas Free Web-based e-mail groups by eGroups.com
