---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk KELUARGA KORBAN PEMBANTAIAN PERISTIWA 1965-1966 TUNTUT SOEHARTO JAKARTA (SiaR, 16/41999) Keluarga para korban pembantaian yang terjadi sejak tahun 1965-1966 terhadap orang-orang yang dituduh melakukan pemberontakan pada 30 September 1965 akan mengajukan tuntutan kepada Soeharto, mantan Presiden RI. Sebab pembantain-pembantaian tersebut merupakan kejahatan politik yang dilakukan Soeharto sebagai pelaksana utama operasi tersebut. Demikian dikatakan mantan Pengurus Dewan Pengurus Pusat Gerwani, Ny Sulami ketika mendeklarasikan Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965-1966 kepada wartawan di kantor YLBHI, Kamis (15/4). Dalam Yayasan itu Sulami duduk sebagai ketuanya. Sulami dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa korban pembunuhan tahun 1965-1966 diperkirakan sekitar tiga juta orang. Sebab menurutnya, dari daerah kecil seperti Blora saja, perhitungan konkretnya menunjukkan angka 8.000 orang yang dibunuh dalam kurun waktu tersebut. Dari penelitiannya yang dilakukan selama empat tahun terakhir menun- jukkan bahwa terdapat sejumlah kuburan massal di beberapa daerah di Jawa yang diduga sebagai tempat pembuangan korban-korban pembunuhan itu. "Ternyata semua informasi dari daerah-daerah yang dikatakan kuburan massal di Blora, Boyolali Selatan yang sudah dilaporkan itu kami tengok, yang di Blora yang kehilangan keluarganya sebanyak 8.000 keluarga termasuk Ketua DPRD dan istrinya. Kebetulan istri ketua DPRD itu teman saya dalam mendirikan Gerwani tahun 1950-an, mereka ditanam hidup-hidup," kata Sulami. Yayasan Penelitian Pembunuhan 1965-1966 itu antara lain didirikan oleh Pramoedya Anantar Toer, Hassan Raid, Kussalah Subagyo Tur, Sumini Martono, Ribka Tjiptaning, Suharno dan Sulami. Yayasan ini bertujuan untuk memberikan landasan kerja yang lebih jelas bagi mereka dalam mengungkapkan data dan fakta-fakta khususnya mengenai jumlah korban selama kurun waktu itu (1965-1966). Disebutkan pula, bahwa Ensiklopedi Brittanica (1991) menyebutkan jumlah korban antara 800 ribu sampai satu juta orang. Selain pembunuhan-pembunuhan massal, ensiklopedi itu juga menyebut bahwa selama kurun waktu itu telah terjadi tindakan kekerasan dan pelecehan-pelecehan baik kepada anak maupun perempuan. Mereka juga membenarkan adanya pengarakan terhadap tokoh-tokoh PKI, Pemuda Rakyat di daerah-daerah dengan cara ditelanjangi dan kemudian disiksa sampai mati. Tetapi menurut Sulami, data tersebut masih perlu diverifikasi lagi dan itu salah satu tugas yayasan yang dipimpinnya.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Apr 1999 jam 02:10:47 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
