---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Barangkali saya tidak perlu memuji bahwa milis indopub asuhan John adalah milis yang banyak disukai banyak orang. Konon seratus ribu lebih akes pembaca setiap hari membuka ini milis.Ternyata dari puluhan ribu manusia itu kebanyakan dari mereka adalah netter pasif yang mengamati tapi tidak berbicara, sedang beberapa puluh penulis berlomba berlagak " intelek" termasuk saya.. Kolom demi kolom lahir di milis ini. Beberapa penulis sangat berbakat dan mampu menghadirkan cerita atau pemikiran yang baik dan kreative. Tapi setelah saya amati, ada satu kecenderungan yang linear antara milis ini dengan karakter bangsa kita. Jadi walaupun sudah mengaku modern, berwawasan luas dan mencoba belajar demokrat , cerdas tetap saja anda akan menemukan bahwa kebanyakan penulis aktif di milis ini melakukan peniruan atau penyembahan yang berulang ulang secara tidak kreatif.. Bila anda mau sedikit lebih cermat, anda akan mendapatkan bahwa kebanyakan kolom bernama seperti cerita wayang orang dalam kultur jawa. Di mulai dari kolom Pandita,muncul kolom-Perwira Alengka, Kolom-Caraka Gendenk,kolom-Mahardika dan kolom -Arjuna. Mirip dengan kesombongan budaya etnis keraton Jogja seperti Hamengkubowono dan para ningrat Jawa lainnya, isi dari kolom kolom itu penuh dengan bahasa aneh yang mencoba meng intelek dengan sisipan bahasa jawa atau sansekerta. Tidak kalah memusingkannya, kebanyakan kolom ini banyak memakai singkatan seperti TDA,Blaur,Gohkarna Tidji Tibeh atau apalah yang memusingkan,untuk dicerna. Dan walaupun Ide asalnya adalah dari sang Pandita ( dia pengamat yang kreative walaupun banyak menuliskan hal yang sama terus menerus ) penyakit ini menularpada kolom Arwah Alengka ( Sang perwira yang commited suicided lantaran ngga sanggup bayar pulsa telepon timbul gentanyangan menjadi roh ) kemudian muncul Caraka Gendenk yang mencoba nyentrik dan sok aneh, dan yang terakhir sang Arjuna bangkotan yang kelewat arif dengan berlagak menyenti penulis lain dengan gaya kromo inggil ( what ever.) ber halus halus memprotes, memproklamirkan diri sebagai orang tua yang ber agama Islam kental, sok demokrat yang lucunya mengajak John untuk menghentikan kolom penulis lain yang terlalu berbicara terbuka.. Walaupun ada juga sebuah kelegaan karena milis ini memiliki kolom Marina yang sangat supel dan apik, IM, seorang pendobrak, Jusfiq -megaphone mewakili kelompok rasionalis yang sering memerahkan telinga orang. Supangkat-yang tidak lelah menerjang keyboard mengajak orang untuk berpikir mengenai politik,Nadri- duta besar kaum Ahmadiyah yang melolong lolong meminta belas kasihan, saya tetap melihat bahwa milis ini tetap didominan oleh sekelompok masyarakat wayang. Barangkali inilah wajah Indonesia sesungguhnya. Kebanggan etnis terlalu kuat, semua orang sibuk menjagokan golongan dari etnis atau agamanya sendiri.. Yang Islam menjagokan pimpinan Islam dengan dalih " Orang Muslim haram di pimpin oleh orang non muslim" atau " Ambilah pemimpin dari satu golonganmu" sebuah pemikiran purba yang sebenarnya tinggal menjadi fosil tidak berguna di jaman modern sekarang ini. Yang Jawa, mahluk pemamah biak beranak banyak yang akhirnya menjadi mayoritas di Indonesia, mencalonkan pemimpin atau tokoh reformasi juga dari suku yang sama. Sialnya, seperti di milis ini, di Indonesia golongan minoritas seperti Cina atau masyarakat kristen yang mendominasi sepertiga negeri di Indonesia timur tidak mempunyai pilihan untuk mencalonkan orang satu agama atau satu daerah untuk menjadi pemimpin. Karena bila orang minang seperti saya misalnya mempunyai kolom- Urang Awak, atau kolom -Minang Jayo, atau orang Kristen membuat kolom-Iman Nasrani atau orang Atheist punya kolom- AntiTuhan,orang Cina punya kolom-Cina Merdeka kami bakalan disemprot sebagai seorang penganut sukuisme,missonaris , PKI dan pembela Edi Tansil. Orang orang Irian yang cuma di wakili 15 kursi dalam pemilu nanti misalnya, jelas tidak punya pilihan lain selain Mega, Gus Dur Hamngkubowono, Amien Rais, Adi Sasono, yang semuanya orang jawa ditambah Habibie ( setengah Jawa ) dan semuanya Islam... Belum lagi pulau Jawa adalah pemegang mutlak jumlah kursi dengan jumlah ratusan. Untuk memenangkan pemilu model begini sebenarnya tidaklah susah, memang di pulau Jawa saja bagi bagi satu partai lebih dari cukup. Dan bagi rejim haram jadah ini kursi Abri dan utusan Daerah adalah properti yang bisa di ganggu gugat adalah satu bentuk kemenangan mutlak telak. Kembali mengenai indopub. Walaupun ini milis sudah menyuarakan kebebasan berpendapat. Milis tetap dipenuhi etos wayang yang ke jawa jawaan.Dan sekali lagi lucunya sang Arjuna yang seharusnya tampan dan bijaksana ( menjadi tua adalah hal yang biasa, menjadi keropos otak , itu abnormal ) Berkali kali meminta perhatian dengan tulisan yang membosankan tentang perlunya menulis yang baik, seolah olah tulisan dia adalah yang terbaik. Manusia renta ini adalah ciri ciri terbelakang ras homoerectus yang menghilang somewhere in kampung Wajak di Jawa tengah. Dan kini dia muncul untuk membawa angin kentut baru pada wacana berpikir manusia muda Indonesia.. Wajah Indonesia mungkin ada di muka dia.. Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Apr 1999 jam 16:35:24 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
