----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Berbahagialah para setan gundul, tuyul, kuntilanak,
dan dedemit haus darah diseluruh dunia. Tahun 1999
ini bulan Juni ( in the year of 1999 ,in the month of June,
tulis Nostrodomus ) ramalan tentang pertumpahan darah
kerusuhan besar akan berlangsung di Indonesia dan
kemungkinan besar akan menjadi kenyataan.

Mecca pembantaian telah dimulai secara sporadis.
Kehancuran demi kehancuran, Sambas,Aceh, Ambon
Banyuwangi,Semanggi,adalah nyanyian kecil pengantar
opening sebuah opera gila.

Pintu pintu masuk kedalam gedung opera sudah dibuka.
Satu dua orang telah datang lebih awal untuk duduk
menyaksikan persiapan drama sinting ini dibuka.

Oh Ya sebagai pelengkap pentas kolosal ini, serombongan
choir menarik oleh ABRI di pimpin oleh seorang conductor
sakit jiwa bernama Wiranto mulai memainkan " serenade ber
darah di Timor Timur" .Pemimpin Teater bego bernama
Habibie beserta rombongannya mulai termangu mangu
mengikuti irama dari neraka, pentas akbar ini akan
dibuka nanti begitu pemilihan umum tiba.

Tidak perlu menjadi pintar untuk menganalisa Indonesia.
Jauh sebelum pembantaian di Timor Timur ini berlangsung.
Ketika Habibie memberikan salvo " memerdekakan Timor
Timur" Saya sudah mencurigai bahwa ini cuma sebuah
" Sugar Coated Posion " yang berbahaya.

Dalam panggung teater gila Habibie berperan sebagai
pihak demokrat yang baik hati, dan Wiranto sebagai
penjaga keamanan yg bertabiat buruk. Bersama sama
mereka menyiapkan sebuah acara pertumpahan darah
di negeri Timor Leste untuk mengelabui dunia bahwa
" Tanpa Indonesia, Tim Tim bakalan hancur lebur"

Oh ya ABRI jelas jadi sang sutradara. Para Indonesian
Serbian haram jadah ini memang paling jago mengadu domba
orang miskin kurang pendidikan. Jika ABRI mandul untuk
mengehentikan kerusuhan di Ambon ,Sambas dan Jakarta
tempo hari, ABRI malah sejago para gigolo dalam memuaskan
napsu " orgasme melihat darah orang timor"

Sambil onani para manusia berseragam ini bareng bareng
menyaksikan kucuran darah yang mereka ciptakan dengan
di wakili kaum milisa, orang sipil bersenjata pro jakarta..

Dan Wiranto dan para cecunguk tengkulak peluru itu,
sekarang disatu tempat hampir saja orgasme , bau misiu
dan mayat ratusan manusia selalu membangkitkan ereksi
manusia ber otak najis seperti dia ini.

Timur timur sedang di jadikan experimen politik.
Indonesia di bawah pimpinan orang goblok seperti Habibie
dan jongos jongos tidak ber prinsip mencoba melakukan
manuver terakhir untuk meredamkan api separatisme.
Seperti di Aceh, mereka berexperimen janji janji gombal
yang bila termakan oleh orang Aceh, mereka sebenarnya
seperti sapi yang sedang digemukan, untuk di bantai lagi
nanti bila dagingnya di perlukan..

Indonesia tidak bakalan melepas timor timur, karena
banyak kepentingan pemerintah di negera yang manusianya
di jadikan budak ini. ABRI, misalnya mempunyai kepentingan
bisnis yang besar karena dana untuk mempertahankan
tim tim sebagai bagian dari Indonesia, dana untuk mengembang
kan Tim Tim duitnya banyak di makan ABRI. Sedang pemerintah
jelas selain melirik tanah dan kebun kopi, juga dahaga oleh
potensi minyak di Timor Gap..

Sebagai penonton yang memegang karcis kelas kambing
saya disini cuma bisa menyaksikan gladi resik biadab
dari sebuah opera celaka..

Gilanya di Grand Opera berdarah bulan Juni nanti , semuanya
pemainnya adalah badut kejam yang tidak lucu. Satu dua badut
bernama Mega , Amien dan Dur cuma tampil sebentar untuk
melawak, mereka juga tidak lucu dan tidak berbakat..

PAN, rombongan sirkus yang sedang sok demokrat
dan menjilat jilat masyarakat calon pemilih minoritas
seperti cina dan orang kristen muali kelihatan belang.
Di balik image menawarkan solusi negera federasi buat
Indonesia ( Yang kemudian secara pengecut di mentahkan
kembali oleh si Rais ) menjagokan seorang preman pasar
pembunuh berdarah dingin bernama Yorris, seorang hit man
sahabat keluarga cendana sebagai wakil dari Irian..Masya Allah...

Mega, jelas memang wanita kampungan yang dungu.
Theo Syafei, ex algojo penghina Islam jelas jelas sudah
menjadi orang penting di PDI perjuangan. Hanya seorang
ber otak kecoa yang mau mengkoleksi kecoa. Dan Mega
dalam hal ini adalah kecoa..

Dur, yang ini gilanya belum sembuh sembuh juga.

Di Opera sinting ini, saya menatap pesimis dengan
masa depan bangsa kita. Setelah saya tatap itu karcis
masuk, Saya tidak tertarik untuk ikut jadi penonton
dan bersama sama dengan para setan belang, cacing
cacing tak bertulang dalam satu gedung.

saya lalu memutuskan untuk merobeknya
dan menjadi golput...!!


Hasan Basri


Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 19 Apr 1999 jam 03:59:04 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke