---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Pernah saya mengalami rasa bimbang tentang akidah saya sendiri, duduk diatas pembaringan dalam kegelapan kamar, saya menoleh ke dalam , mencari kepastian atas pertanyaan yang menghantui saya sejak beberapa teman netter menanyakan " apakah saya ini benar benar seorang muslim?" dan banyak musuh netter yang memproklamirkan " bahwa saya jelas jelas seorang atheist simpatisan komunis ". Saya adalah seorang muslim, dan saya tidak pernah tertarik untuk pindah ke agama lain, bahwa banyak tulisan saya yang menerjang Islam, semata mata cuma "pemikiran dalam Agama Islam " yang selalu saya serang, jika saya mempermainkan " Tuhan" itu bukan berarti saya tidak percaya Tuhan, secara esensi bagi saya Tuhan exist .Mitos mitos tentang Tuhan atau "salah pikir tentang Tuhan " yang sebenarnya sedang saya coba jadikan polemik. Saya adalah seorang muslim, dan barangkali menurut orang lain saya adalah muslim yang bingung. Karena berbeda dengan kebanyakan orang Islam, saya tidak gampang terhanyut hanyut pada paham paham yang tidak rasional. Memikirkan Tuhan dan keaslian ayat ayat bagi saya adalah wajar wajar saja, Agama , seperti yang kita lihat dalam sejarah adalah sebuah pemahaman yang terus menerus memerlukan revisi. Dalam Islam, kita disuruh percaya bahwa Islam adalah agama yang merevisi agama lama seperti agama orang Yahudi dan Nasrani, Al Quran adalah revisi atau perbaikan dari versi Taurat dan Injil yang kata kita ( orang Islam ) banyak dipenuhi penyimpangan penyimpangan yang dibuat oleh manusia. Yang membedakan saya dari maintream orang Islam adalah. Saya tidak yakin Al Quran itu sempurna,seperti yang telah di janjikan Allah, sebab menurut saya janji janji seperti ini sebenarnya bukan saja milik orang Islam, dalam Taurat , Zabur dan Biblepun Tuhan selalu berjanji terhadap kesempurnaan kitab sucinya, Sempurna adalah kata sifat yang abstrak, bagi orang Islam Bible itu tidak sempurna, Taurat itu sudah cemar, dan Zabur sudah tidak asli. Tapi bagi nasrani atau Yahudi pandangan mereka tetntu jelas lain.Mereka percaya Tuhan menjaga kitab suci mereka dari kepalsuan. Bagi saya, kitab suci baik Bible atau Quran adalah sebuah buku yang tidak mungkin sempurna. Karena sempurna yang absolut itu ada di luar pemahaman logika, sempurna dalam hal ini barangkali bukan milik manusia.Dan barangkali ini adalah Tuhan. Tapi Kitab suci bukanlah Tuhan, dia dicetak dan diterbitkan mengutip omongan Tuhan, Jelas Tuhan tidak pernah terdengar langsung berbicara dan selalu butuh medium melalui nabi nabi. dan berhubung nabi itu adalah manusia biasa, wajar saja bila terjadi kesalahan informasi,kesalahan memori kesalahan menterjemahkan dalam kalimat yang pas atau kesalahan hapalan.. Kesalahan ini bisa berlarut larut karena bercampur dengan budaya dan peradaban masyarakat setempat. Pada orang Islam misalnya selalu terdapat image bahwa sorga seperti yang mereka reka dalam Quran adalah sebuah tempat indah" sungai dari anggur dan madu, padang hijau, penuh bidadari cantik dan istana terbuat dari pualam dan emas" Bila anda pernah menyelidiki budaya orang arab, anda bakalan mengerti bahwa surga versi begini sebenarnya adalah surga para manusia gurun tandus yang haus yang selalu merindukan "Air, anggur, wanita , harta dan perhiasan". Emas dalam jaman itu memang adalah logam mulia yang paling berharga, mereka jelas belum mengenal logam yang lebih mahal yang ada jaman sekarang seperti Platimum atau Titanium. Mengenai etos Iskandar Zulkarnain, misalnya.. Orang Islam percaya bahwa Alexander the Great yang pernah menguasai tanah Mecodania sampai India dan mendirikan imperium di Mesir adalah seorang pemimpin saleh dan penyembah Tuhan yang taat . ( Anda bisa lihat komik komik agama yang dijual di emperan mesjid sunda kelapa) Padahal menurut penelitian historis, Alexander yang mati muda ini adalah seorang homosex yang menyukai anak kecil (pedophile) Dia bukan saja tiran kejam, tapi dalam kekuasannya Alexander yang mati muda ini pernah memproklamirkan bahwa dirinya adalah Tuhan, dan memaksa orang untuk menyembah murid Aristoteles yang pernah kena penyakit kelamin ini. Banyak hal dalam ajaran Islam yang tidak real, cemar terkena mitos mitos peradaban lokal. Satu lagi tentang bentuk Buraq, kendaraan nabi sewaktu Isra Miraj ada sempalan dari Islam yang menggambarkan kendaraan nabi itu adalah sebuah kuda atau singa berkepala wanita. Mitos ini didapat dari peninggalan orang Assyria yang menyembah berhala mixed antara manusia dan binatang. Ada juga anggapan di Islam bahwa orang Islam adalah pembebas perbudakan, dan orang barat adalah pencetus budak budak negro yang menggiringnya dari Afrika. Pertama dalam Al Quran, banyak anda jumpai bahwa Islam tidak membebaskan perbudakan. Dengan banyaknya ayat yang menyuruh kita untuk " adil terhadap budak" atau" Halal menikahi budak" atau" Budak adalah properti" atau"membebaskan budak dengan cara mengawini mereka" Atau masyarakat yang kalah dalam peperangan " halal untuk dijadikan budak " itu mengartikan bahwa Islam toleran dengan perbudakan.Bahkan nabi sendiripun punya seorang budak perempuan.. Yang kedua, slave atau budak bukanlah monopoli yang melekat pada orang negro. Slave dalam jaman rumawi adalah orang orang Slavic yang berkulit putih, kebiasaan orang Rumawi ini justru diteruskan oleh orang orang Arab dengan menggantikan objek dagang orang ini pada masyarakat negroid di Afrika. Jadi tidak heran bahwa budak dalam peradaban Arab kebanyakan adalah negro seperti Bilal, sang muazin yang puisinya di pakai memanggil orang sholat. Saya adalah Islam, tapi saya percaya Islam tidak statis sempurna, Saya adalah orang beragama. Saya masih menyembah Tuhan, saya tetap percaya Muhammad adalah pemimpin yang bijaksana walaupun mempunyai sisi gelap. Tapi saya telah berhenti untuk mendoakan Muhammad. Seperti respek saya pada Thomas Jefferson , walaupun dia konon main gila dengan Sally Hemmings, budak negronya sendiri, saya tetap menganggap dia sangat berjasa memperkenal kan Demokrasi pada umat manusia, kita barangkali harus berterima kasih tapi bukan menyembah sang Thomas atau Muhammad dan mendoakan dia terus terusan.. Dan saya akan terus melakukan pencarian ini, dan tidak berkebaratan untuk mengaku salah dan keliru bila anda yang bisa memberikan pandangan baru.. Hidup sebenarnya adalah bagian dari pencarian. Anda dan saya, kita semua tanpa tidak disadari terus menerus mencari sebuah kepastian, Saya bangkit dari tempat tidur untuk duduk mengetik di depan komputer ini juga dalam rangka mencari jawaban dari sejumlah kegelisahan. Dalam pencarian terhadap hakikat Tuhan di Jaman modern seperti ini, sebenarnya jarak diantara kita dengan dia tidak lagi terlalu jauh.. Peradaban modern tidak seperti yang selalu di anggap banyak orang sebagai jaman orang berpaling dari Tuhan dan jauh dari kebenaran, malah adalah jaman paling tepat untuk mengenal Tuhan dan mendekatkan diri pada kebenaran... Dan jauh diatas sana barangkali Tuhan akan tersenyum melihat tingkah manusia yang begelisahan seperti saya dan barangkali anda.. Barangkali kita sudah dekat, dan barangkali dengan mencopot kacamata agama yang lensanya kebanyakan sudah kabur, membersihkan minyak minyak lengket berdebu itu, kita bisa melihat Tuhan secara lebih jelas.. God bless the Internet... Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Apr 1999 jam 18:59:24 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
