---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- SUHARTO DIPAKSA TURUN TACHTA, REZIM ITU BELUM RUNTUH Oleh: Mawie Ananta Jonie. 32 tahun yang lalu rezim Orde Baru itu ditegakkan Dengan fitnah dan pecah belah lalu kuasai Dengan dal;ih kaum Komunis hendak merebut kekuasaan Dengan dalih matinya beberapa jenderal dibantai Dengan dalih pemerintah Soekarno korupsi dan hancurnya ekonomi Orang-orang yang setia padanya ditangkapi Partai-partai yang mendukung politiknya dijarahi Bung Karno diancam dan diintimidasi Di bidang politik Di bidang ekonomi Di bidang militer Sampai Istana Negara tempat kabinet sedang bersidang Dikepung dengan pasukan gelap yang bersenapang Bung Karno terpaksa menghidar ke Istana Bogor Dengan beberapa orang pembantu dekatnya Suharto mengejarnya dengan beberapa orang jenderal untuk menteror Memaksa Panglima Menanda tangani Super semar Bung Karno dikepung Terkepung Dikepung Begitu Super Semar jatuh ke tangan Suharto Bertindaklah dia menurut sekehendak hatinya Di Jakarta disebarkannya rasa ketakutan dan permusuhan Di antara suku dan golongan Di antara keyakinan dan kepercayaan Dan penangkapan-penangkapan Di antara bangsa Indonesia saling berbunuh-bunuhan Suharto mengirim tentara ke Jawa dan Bali Suharto mengirim tentara ke Sumatra dan Kalimantan Suharto mengirim tentara ke Maluku dan Sulawesi Di mana-mana serdadu berkeliaran Untuk mengancam dan membinasakan Orang orang Komunis Orang-orang Bung Karno Orang-orang progresif Orang-orang yang setia pada revolusi Didukungnya kelompok yang mengibarkan panii Balas dendam dengan pembunuhan Tangkap dan bunuh 1000 orang Untuk mencari seorang pejuang Sejuta mati Puluhan ribu yang di dalam bui. Puluhan tahun rezim Orde Baru berkuasa Dengan menggadaikan Tanah Air dan Bangsa Dengan menjajakan kekayaan alam kemana-mana Dengan memperkaya diri sendiri Famili Teman Dan saudara Dengan meminta-minta kepada negara adikuasa Dengan mengemis-ngemis kepada negara tetangga Untuk pembangunan Pembangunan apa dan punya siapa? Bohong! Kota-kota besar dirancah-rancah Desa-desa punah Hasil bumi punah Hasil laut punah Keluarga dan teman Suharto terlalu serakah Korupsi Kolusi Nepotisme Adalah urat nadi dari kekuasaan rezim Suharto Anak dan mantunya memonopoli perekonomia Indonesia Anak dan mantunya duduk di kursi-kursi pemerintahan Saudara dan temannya duduk dikursi-kursi kekuasaan Bila setiap bantuan luar negeri datang Mereka bergadang Rakyat serta negeri dipertaruhkan untuk membayar hutang Siapa yang menantang Tangkap Tendang Sergap Ganyang Megawati Sribintang Pakpahan Budiman Dan tokoh-tokoh pro demokrasi Dan tokoh-tokoh reformasi Digebuki Dibui Perlawanan dan perlawanan Muncul dimana-mana Juga pembungkaman Koran-koran harian Dan majalah Mingguan Berlangsung dimana-mana Sumatra Jawa Kalimantan Sulawesi Nusa Tenggara barat Nusa Tenggara Timur Maluku Dan Irian Menyalakan api perjuangan Yang bersenjata Atau dengan kata-kata Suharto lagi-lagi mengirimkan pasukan Untuk memadamkan Tapi api dalam sekam Kuasakah 1000 bataljon untuk meredam? Sudah berapa lama Timor Timur ditaklukkan? Tapi perjuangan bersenjatanya tak terkalahkan 32 tahun rezim Orde Baru menguasai Indonesia Mereka telah menggali lobang kemiskinan untuk Indonesia Mereka telah menumpukkan hutang untuk Indonesia Mereka telah menenamkan dendam di hati rakyat Indonesia Mereka telah menyulut perlawanan dari rakyat Indonesia Kebakaran hutan di Kalimantan Kebakaran hutan di Sumatra dan di Jawa Kebakaran hutan di Nusa Tenggara dan pulau lainnya Kecelakaan kapal terbang yang merenggut nyawa Tabrakan kapal di laut lepas yang mendatangkan bencana Peringatan dan peringatan Dari manusia Dan dari alam Suharto tetap keras kepala Sampai perekonomian negeri ini begitu parah Rakyat dihimbau untuk mengencangkan ikat pinggang Padahal kekayaan Suharto berlimpah ruah Harta kekayaan anak-anaknya banyak tak terbilang Hari ini ribuan mahasiswa dan pemuda turun ke jalan Membangunkan penduduk Ibu Kota Menentang Suharto Sampai orang-orang yang setia kepadanya Sampai orang-orang keprcayaannya Meminta Suharto mengundurkan diri Suharto tetap keras kepala Maka arus massa itu mengalir tak terbendungkan Menuntut perobahan Dengan pani reformasi Mereka ber-aksi Dengan tulus hati Memekikkan agar kekuasaan Suharto dinganti Tapi sementara jenderal yang berpasukan Berusaha mengalihkan sasaran Berusaha mengalihkan perhatian Maka toko-toko dibakar Maka kedai-kedai dibakar Maka gedung-gedung dibakar Outo dan motor dibakar Golongan Tionghoa menjadi si penderita Harta Dan nyawa Ratusan orang yang mati Terbakar atau ditembaki Tapi sementara jenderal yang berpasukan Berusaha menimbulkan kekacauan Mereka melepaskan tembakan Dan korban berjatuhan Di kalangan mahasiswa Yang tak berdosa Barisan reformasi itu semakin panjang dan panjang Dikuasainya Gedung Perlemen di Senayan Bendera setengah tiang dikibarkan Lambang berduka-cita atas kematian Lambang berduka-cita atas kehancuran ekonomi Lambang kesengsaraan rakyat Indonesia di bawah tirani Sangsaka Merah Putih berkibar-kibar Lagu-lagu revolusioner berkumnadang Puisi-puisi yang menggugagt dibacakan Semboyan-semboyan tuntutan dipekikkan Gantung Suharto! Seret Suharto ke pengadilan! Jakarta ya Jakarta saksi kehidupan Jalan ke Istana Merdeka dipagar kawat berduri Jalan ke Istana Merdeka dipagar serdadu bersenapan Jalan ke Istana Merdeka dipagar tank Semua untuk mengadang para demonstran Semua untuk menyelamatkan Suharto dan kekayaan Semua untuk menyelamatkan sebuah kekuasaan Yang memerintah dengan tangan besi Yang oleh rakyat sangat dibenci Jalan jalan itu lengang dan menakutkan Menunggu sebuah kejatuhan Menjelang 20 Mei aksi-aksi itu semakin meninggi Penuh keyakinan akan kebenaran yang diperjuangkan Mereka mendapat dukungan para politisi Maka berbondong-bondonglah tokoh-tokoh perlawanan Yang hidup matinya berada di luar sistim kekuasaan Tapi juga ada datang pahlawan kesiangan Tidak apa-apa Mari bergandengan tangan Siapa saja yang mau menggulingkan Suharto Siapa saja yang menginginkan reformasi politik dan militer Siapa saja yang menginginklan reformasi di bidang ekonomi Mari bergandengan tangan Di dalam perjalanan perjuangan yang panjang Akan terjadi kristalisasi Siapa yang berjuang untuk reformasi Dengan siapa yang berjuang untuk menyelamatkan diri Tuntutan reformasi yang dipelopori mahasiswa ini Disambut daerah-daerah di luar Jakarta Jawa bergolak Sumatra bergolak Kalimantan bergolak Sulawesi bergolak Nusa tenggara bergolak Maluku bergolakj Irian bergolak Bergolak Berontak Menuntut Gantung Suharto! Adili Suharto! Disambut dunia dengan rasa gembira dan percaya Radio dan televisi Memberitaknnya sepanjang hari Surat-surat kabar Mengulasnya panjang lebar Pemimpin-pemimpin semnetara negara di dunia Menyuarakan maksud yang sama Suharto mundur! Dalam bahasa diplomasi Dal;am bahasa yang gampang dimengerti Akhirnya kekuasaan Suharto yang didukung laras senapang itu Akhirnya kekuasaan Suharto yang dibela dengan laras laras senapang itu Akhirnya kekuasaan Suharto yang diselamatkan dengan senapang itu Pada tanggal 21 Mei 1998 Turun takhta Suharto turun takhta Ya, Suharto turun takhta! Karena tuntutan massa Karena tekanan massa Karena perjuangan massa Karena kekuatan massa Dan massa tidak bisa diperdaya Massa melihat dengan nyata sekarang yang berkuasa Adalah orang-orang lama yang setia pada Suharto Adalah orang-orang yang melindungi Suharto Suharto jatuh Tapi rezimnya belum runtuh! Almere Stad, Holland, 23 Mei 1998. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 8 May 1999 jam 06:27:46 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
