---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- Ini adalah catatan harian 2 manusia yang berbeda dunia. Sengaja dituliskan bergantian dalam bahasa yg juga berbeda. Seperti di manapun, latar belakang seseorang memang menentukan isi pikiran dan cara mengrekpresikan perasaan melalui diary. Nisye adalah anak tunggal dari keluarga InsinyurJundo Badaksono. Kesepian putri tunggal yang lahir dari pasangan ningrat cucu Raden Sukogundik VIII yang menamatkan SD dan SMP di London ini memang sangat berbeda dengan sepinya Bonang, seorang pria keturunan Batak yang lama tinggal di gang seng yang lahir dari keluarga Binsar Rajagagu, seorang supir metromini S 105 Jurusan Tanah Abang- Pulo Gadung yang begitu miskinnya sampai satu satunya harta paling dibangga banggakan pada tetangga sekelilingnya adalah TV 14 inch butut merek national dan sebuah video player mono yang setengah rusak yang sengaja diletakan pas berhadapan dengan pintu depan, agar orang yang lewat didepan rumah bisa melihat keluarga Binsar sedang relaks menikmati film-film silat cina seperti layaknya para keluarga elit di Menteng sana. Nisye: Rabu,12 Maret 1999. Papa berangkat ke Austria hari ini.Dan mama belum juga pulang dari Perth.Rumah ini terasa begitu sepi, Saya capek menunggu Tante Lydia yang katanya janji jemput sore ini untuk nonton fashion show di ball room Hilton.Kenapa saya merasa begitu sepi padahal dirumah ada 5 pembantu dan 2 supir? Mungkin lantaran lantaran Mang Koneng ,supir mama nggak masuk kerja hari ini lantaran istrinya kena muntaber di Bojolali, tapi mungkin gara gara bubar hubungan dengan si Eggy, pacar sialan yang ketahuan main belakang dengan Ratih,teman adiknya yang lagi sekolah di Paris. Tapi apapun alasannya saya merasa begitu dingin dirumah ini.Oh mama...Nisye kangen sama mama... Bonang: Rabu,12 Maret 1999: Hari ini adalah hari yang paling sialan. Pertama aku nggak habis pikir kenapa paman Sitonggil masih berani juga datang kesini. Kasihan aku pada Ibuku yg jualan klontong di emperan Bendungan Hilir akhir kahir ini jarang laku, malah dijadikan tempat utangan om Sitonggil. Uang tabungan ibuku yg seharusnya untuk membeli sepatuku yang sudah soak makanya sering diledek sama teman sekelasku dengan julukan " Mr Hole " bikin aku malu sekali.. Dasarlah memang anak STM Budut kaya kami memang kurang kerjaan selain kurang jajan. Hari ini lobang WC macet lagi. Rumah ini makin pengap dengan bau sampah manusia. Entah numpang dirumah siapa aku berak nanti? Nisye Kamis 13 Maret 1999. Untuk menghindari kesunyian, saya membaca buku " Snow Country" Yanusari Kawabata. Tapi ending ini cerita malah bikin saya sedih. Tadi Malam di pegelaran mode Versace, saya hampir nangis,pakaian di lemari sudah banyak, saya tidak perlu pakaian, saya memerlukan seseorang. Tadi siang saya bubaran sekolah saya mampir Blok M, pertama kali jalan jalan sendirian tanpa ditemani supir kadang terasa aneh juga. Wiihh..cowok cowok yang nongkrong di taman itu matanya pada jelalatan semua. Mungkin seragam saya terlalu tipis, makanya saya pernah complain ke mama " Nisye nggak butuh seragam dengan bahan import dari Yunani ini ma,Nisye pengen sama dengan yang temen temen yang lain " Tapi dasar mama dia malah menjawab , "Anak Mama harus lebih menonjol dari anak anak yang lain. Kamu ini adalah cucu dari Raden Palubulan yang punya keraton di Semarang yg sekarang jadi pangkalan bemo lantaran keluarga saingan di keratonan Pakualam memerintahkan pak Camat untuk membongkar istana musuhnya ini " Bonang Kamis ,13 Maret 1999: Aku sebal dengan Pak Sulaiman tetangga rumah itu. Masa Koran Pos Kota yang kupinjam tadi siang, sehabis bubaran sekolah, karena tersobek sedikit lembaran bergambarnya itu langsung aku dimaki maki olehnya. Dia bilang " Saya ini kolektor kartun doyok selama lima tahun lebih " Ahhh dasar orang udik, aku cape harus ke terminal untuk membeli koran menggantikan koran sialan itu. Hari ini Komariah tumben jajan di warung sebelah. Aku intip dari jendela dia makin manis saja, sayangnya Komariah itu anak wak Haji Subeni yang saking galaknya konon mampu membikin keder si Lesi, anjing yang tampang nya mirip Harmoko milik Pak Kodir. Nisye Jumaat 14 Maret 1999 Baru saja mama interlokal dari Perh, katanya kepulangannya di tunda lantaran dia harus ikut seminar kecantikan di Hongkong. Saya cukup jengkel juga, makanya saya pasang musik CD the Nutcracker March nya Tchaikovsky keras keras, Sesudah itu saya main piano Eine Kleine Nacthmusik- Mozart. Tapi semua itu tidak banyak membantu. Saya call Tanti di hand phonenya, tapi walaupun sahabat, Tanti ternyata lebih senang menghabiskan waktu sama cowoknya. Sabtu ini mereka mau weekend ke Bali.Oh...saya merasa makin sepi.. Bonang, Jumaat,14 Maret 1999. Itu speaker mesjid ributnya minta ampun. Udah capek pulang sekolah, lapar dan dirumah cuma ada teri basi dan nasi kutuan, kenapa hari ini mesti dengerin orang teriak teriak dalam bahasa arab? ini kan menggangu ketenangan aku yang lagi ingin dengerin albumnya Pance dan Iwan Fals yang selalu mengingatkan aku pada Komariah dan " gunung gede " nya itu.. tapi Bapakku bilang, melihat perempuan jangan dilihat dari parangrango nya tapi bisa ngga dia menjahit pakaian laki laki? walah..aku kok tetep aja lebih menyukai gunung dan kemping di gunung itu bagiku tetap impian seorang pecinta alam dan perempuan. Si Ucok adikku bengeknya kambuh lagi. Kasihan sudah pantatnya bisulan, kakinya banyak koreng si Ucok sekarang harus banyak tidur di kamar sumpeknya yang berselebahan dengan wc mampet he he he.. Nisye Sabtu, 15 Maret 1999 Ada yang aneh hari ini, di Plaza Senayan sore tadi ketika habis belanja parfum Eternity hadiah buat mama nanti, saya masuk beli ise cream Hagendaz. Pada saat saya melangkah keluar saya bertabrakan dengan seorang cowok anak STM Budut. Ice cream yang saya pegang tertumpah di baju dekilnya. Saya malu dan merasa bersalah cepat cepat saya minta maaf dan bersihin es krim yg berleponan sekitar pundaknya. Wajah cowok ini terkesima demikian dahsyat. Mukanya rada hitam tapi manis, matanya bagus dan rahangnya nampak begitu kuat memancarkan kejantanan yg tidak saya temukan pada teman teman sekolah di SMA 6 tempat saya sekolah. Badannya bidang. Tali pingganngya murahan, sepatunya bolong didepan. Dan walaupun dia tidak sewangi Eggy, sang Mantan yang hobby parfum Georgio Beverly Hills, wajah laki laki ini menampakan keramahan. Koyo di jidatnya dan bau minyak cap kampak dari ketiaknya malah membuat saya berdetak entah kenapa.Sayangnya ketika saya sedang bersihkan es di dadanya dia tersenyum dan menolak " Sudah nggak apa apa, biar saya aja yg bersihkan " Lalu dia berjalan menjauh,dan tiba tiba saya merasa kehilangan .. Bonang Sabtu 15 Maret 1999 Pertama kali dalam hidupku aku bertabrakan dengan seorang bidadari di plaza Senayan sore tadi. Tuhan apakah ini yang namanya keberuntungan. Cewek wangi yang sexy itu tanpa sengaja menyenggolku menumpahkan es krim buatan jerman ke seragamku. Wajahnya begitu cantik dan halus. Merah di pipinya lantaran malu membuatku terpesona, bibirnya merekah membuatku lupa pada Komariah. Itu wangi enak sekali tercium membangkitkan cinta. Aku tertegun menatap lengannya yang mengusap usap bajuku dengan halusnya. dadaku bergetaran dengan kerasnya. Cewek elit ini membuat tubuhku lumer, tapi ketika aku sadar bahwa es krim jerman itu masih nempel melekat di bajuku, segera aku bilang " biar nggak apa apa, saya bersihkan sendiri " Aku permisi dan berjalan kepintu luar.Matahari masih terik diluar sana ketika aku comot es krim itu dari bajuku , lalu aku jilat jilat es krim mahal yang tidak pernah kunikmati selama hidup ini. Ahhhh...memang lezat rasanya. satu skop ini es krim harganya sama dengan penghasilan Bapakku sehari...ahhhh Nisye Minggu 16 Maret 1999 Entah kenapa saya tidak pernah melupakan cowok yang saya tubruk kemarin,Mungkin saya jatuh cinta. Tapi rasanya mustahil keluarga ini menerima laki laki se aneh dia. Sedangkan Bowo, anak mantan Dubes Hungaria yg berusaha mendekati saya saja diledeki oleh Papi sebagai " cowok tidak berkelas " Tuhan... apa kata mami dan papi nanti bila melihat seorang laki laki date malam minggu turun dari Bajaj dan sepatunya berlubang? Ahhh....lupakan saja.. Saya dan dia berada di dunia yang berbeda.. Bonang Sabtu 16 Maret 1999 Aku cuma seorang anak gang. Tapi aku tahu bahwa aku ini jatuh cinta pada cewe yg menabrakku di senayan. Barangkali dia juga suka padaku, ahh seandainya aku lahir dari keluarga koruptor, aku bakalan bisa pacaran sama ini cewek. Tapi aku cuma sebongkah batu yang tidak berdaya sekarang ini, yg kubisa cuma menatap awan yg berarak di langit sana. Aku tidak punya lengan untuk meraih cinta suci ini. Tuhan, bagaimanapun..aku masih bisa bersukur Tidak mendapatkan cewek ini bukanlah persoalan besar. Menikmati es krim Jerman gratisan itu sebenarnya malah rejeki yang tidak terkira.. ---end Hasan Basri [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 13 May 1999 jam 22:01:02 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
