---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://click.indo-news.com/cgi-indo-news/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- From: Pendamba kemerdekaan Agama dipakai untuk sembunyikan status quo Saya melihat ada usaha-usaha untuk menyudutkan kaum reformis dengan dalih agama. Berhati-hatilah terhadap taktik para pendukung status quo yang menggunakan agama sebagai alat untuk menyembunyikan belang sesungguhnya. Sudah banyak terjadi dalam sejarah bagaimana para politikus menggunakan agama untuk kepentingannya sendiri. Dimulai dengan penyalahgunaan kekuasaan gereja Katholik di abad pertengahan, penyalahgunaan agama di Afghanistan untuk membantai lawan, sampai yang paling konkrit penyalahgunaan agama oleh Rezim Orde Baru dan Orde Babi (Orde Baru Habibie) untuk mempertahankan kekuasaan. Kita semua tahu bagaimana Soeharto pada awalnya merangkul orang-orang beragama Kristen/Katolik karena ia beranggapan bahwa kekuatan Islam yang bersatu akan berbahaya. Pada awal Orba, Soeharto mempercayakan ABRI kepada orang Kristen/Katolik karena ia percaya bahwa orang minoritas tidak akan mampu melakukan kudeta terhadapnya dan hanya akan puas menjadi kacungnya. Hal ini ia lakukan sampai Benny Moerdani mampu melakukan konsolidasi kekuatan yang cukup signifikan yang dapat dilihat dengan penolakan ABRI terhadap cawapres Soedharmono. Pada saat itu Soeharto sedikit panik dan mengubah taktiknya. Ia ganti merangkul agama Islam untuk dibenturkan dengan agama Kristen/Katolik. Mulailah acara pembakaran gereja yang dilakukan oleh para pendukung Soeharto. Kemudian provokasi terhadap umat Islam akan bahaya agama Kristen/Katolik di Indonesia. Juga rumor tentang adanya Kristenisasi di Indonesia. Semua ini tujuannya hanyalah untuk melanggengkan kekuasaan Soeharto. Sayangnya sebagian rakyat kita terpesona oleh naik hajinya Soeharto dan keluarga. Orang-orang yang berpikiran picik ini berpikir bahwa Soeharto telah bertobat dan membela Islam tanpa berpikir secara kritis. Mereka menganggap Soeharto adalah simbol pembela Islam tanpa tahu bahwa yang membantai orang-orang di Tg Priok, Lampung adalah ABRI dengan perintah langsung dari Soeharto. Anda bayangkan kalau Tg Priok dan Lampung tidak disetujui oleh Soeharto apakah Try Sutrisno akan naik pangkat ? Sekarang Orde Babi khawatir dengan kekuatan reformasi dan berusaha merangkul kalangan partai agama. Ia berusaha mendeskriditkan Megawati dengan alasan bahwa wanita tidak dapat menjadi Presiden. Kemudian kacungnya yang bernama AM Saefuddin mempertanyakan agama Megawati karena ia berkunjung ke pura. Saya melihat orang-orang ini berpikiran picik dan orang yang termakan oleh isu yang dibawakan oleh Orde Babi hanyalah orang yang dungu. Lihatlah Orde Babi tidak melakukan apa yang dimandatkan oleh rakyat, yaitu pengadilan terhadap Soeharto. AM Ghalib yang berpura-pura dungu mengatakan Soeharto tidak memiliki kekayaan. Saya rasa kerbau-pun akan tertawa kalau mendengar pernyataan bahwa Soeharto miskin. Semua orang tahu bagaimana anak Soeharto menghabiskan devisa jutaan dollar untuk berjudi di Las Vegas (Saya pernah bertemu Sigit di Las Vegas). Kalau ia tidak punya kekayaan milyaran dollar apa mungkin anak-anaknya seboros itu. Tetap tingginya popularitas Megawati meskipun dihantam terus dari kiri dan kanan menunjukkan bahwa masyarakat kita semakin matang dan tidak termakan oleh omong kosong status quo yang berpura-pura membela rakyat. Kita tahu bahwa Megawati dengan PDIP nya adalah yang paling konsisten menentang Soeharto, mempertahankan supremasi hukum dan mengecam kekerasan. Megawati berani menuntut menteri-menteri yang terlibat dalam kerusuhan 27 Juli karena ia berusaha mengemukakan hukum meskipun ia tahu bahwa hukum di Indonesia pada zaman Orba dan Orde Babi busuk dan partainya tidak akan memenangkan tuntutan. PDI-P juga paling konsisten mengecam KKN yang dilakukan oleh Soeharto dan kroni-nya pada saat tokoh-tokoh yang menganggap diri-nya pro-reformasi ikut-ikutan menjarah Indonesia. Hidup Reformasi ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 May 1999 jam 17:34:29 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
