---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- Stockholm, 14 Juni 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. KALAU MEMANG SUDAH BERDIRI KEMBALI DAULAH ISLAM RASULULLAH DIABAD MODERN INI, TIDAKLAH MUNGKIN UMMAT ISLAM TERPECAH BELAH KEDALAM NEGARA-NEGARA KECIL YANG TERPISAH. Ahmad Sudirman Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA. Jawaban untuk saudara Dr Hasan Arifin (Indonesia). Saudara Hasan Arifin pada tanggal 11 Juni 1999 menyampaikan pertanyaan dan tanggapan langsung terhadap tulisan "Partai politik sekuler menang pemilu di Daulah Pancasila dengan UUD'45-nya yang sekuler bukan berarti Islam redup" yang dipublisir pada tanggal 8 Juni 1999. Dimana tanggapan dan pertanyaan saudara Hasan Arifin adalah, "Saya hanya ingin bertanya, apakah di dunia ini sudah ada Negara Islam yang sesuai dengan apa yang digariskan oleh Rasulullah SAW?. Saudi Arabia, Iran, Iraq, Libya, Malaysia, Pakistan, Afghanistan, Yordania, Uni Emirat Arab, Maroko, Aljazair, Kuwait dan banyak lagi, manakah yang sudah sesuai dengan ajaran Islam ?. Bukankah kalau Partai yang berazaskan Islam menang di Indonesia mereka akan bertindak sewenang-wenang terhadap mazhab lainnya, seperti Taliban di Afghanistan. Setiap ummat Islam pasti punya keinginan untuk hidup didalam negara Islam, tapi tentu saja tidak untuk satu lokasi seperti Indonesia atau lainnya, tapi dunia dan kalau mungkin diruang angkasa juga yang dipimpin oleh seorang Imam Zaman yang kedudukannya lebih tinggi dari Nabi, Rasul atau Malaikat sehingga dapat hidup damai dan sejahtera. Untuk sementara sebaiknya memang sekuler saja sampai datangnya manusia pilihan Tuhan yang punya peran untuk itu. Saya tidak melihat sosok yang dapat dibanggakan dari Partai-Partai yang katanya berazaskan Islam, mungkin Bapak Ahmad Sudirman pelajari dulu kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari dan tidak hanya melihat azas Islam yang hanya dipakai sebagai kedok untuk mencari kekayaan dan kekuasaan". Baiklah saudara Hasan Arifin. Dalam tulisan "[990104] Mencontoh Negara Islam pertama yang dibangun oleh Rasulullah dengan Undang Undang Madinah-nya", saya menulis, "Setelah Rasulullah saw wafat, Negara Islam yang telah dibangun oleh Rasulullah diteruskan dan dikembangkan oleh Khulafaur Rasyidin ( Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar bin Khattab, Khalifah Usman bin Affan, Khalifah Ali bin Abi Thalib)(11 H-40 H, 632 M-661 M). Yang mendasari Negara Islam ini adalah akidah Islam, dimana segala sesuatu yang menyangkut masalah struktur, sistim, dan pertanggungjawaban masalah kenegaraan bersumber dari aqidah Islam. Juga Konstitusi dan undang undang bersumberkan dari akidah Islam ini, sebagaimana tercermin dalam undang undang Madinah, "Bahwa bila ada perselisihan dan persengketaan yang nampaknya dapat mengganggu, harus dikembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya". Untuk tambahan boleh baca tulisan "[980721] Membentuk Negara Islam Indonesia dengan sistim Khilafah" dalam kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad/daftar.htm Hancur dan hilangnya sistem khilafah (tentang sistem khilafah ini bisa di baca dalam tulisan "[980924] Negara Islam yang dicita-citakan" ) dalam Daulah Islamiyah setelah berakhirnya masa Khulafaur Rasyidin dan munculnya Dinasti Umayah (40 H-132 H, 661 M-750 M) yang disebut dengan monarkhi "parlementer",Dinasti Abbassiyah ke I (132 H-218 H, 750 M-833M) yang disebut dengan monarkhi "konstitusionil", Dinasti Abbassiyah ke II (218 H-247 H, 833 M-816 M) yang disebut dengan monarkhi yang absolut, Dinasti Abbassiyah ke III (247 H- 322 H, 816 M-934 M) yang disebut dengan zaman anarkhi, Zaman diktator (Amirul umara) (324 H-334 H, 934 M-945 M) , Dinasti Sultan Bani Buyah ( 334 H-467 H, 945 M-1075 M), Dinasti Fathimiyah ( 297 H-567 H, 909 M-1171 M) yang disebut dengan pemerintahan theokrasi, Dinasti Umaiyah di Andalus (300 H-422 H, 912 M-1031 M) dan dinasti Usmaniyah di Turki (699 H-1341H,1385M-1923M) yang disebut dengan autokrasi sultan yang diktator. (Zainal Abidin, Membentuk Negara Islam, 1955). Setelah berdirinya dinasti Umayah dengan ibu kotanya Damaskus di Syria, pengangkatan khalifah bukan secara langsung lewat ulil amri, melainkan langsung diangkat dan dipilih berdasarkan keturunan. Misalnya, khalifah Mu'awiyah bin Abi Sufyan dari dinasti Umaiyah mengangkat putranya Jazid sebagai khalifah. Begitu juga di masa dinasti Abbassiyah yang berkedudukan di ibu kota Bagdad di Irak dan di masa dinasti Fathimiyah di Magribi (Maroko sekarang) sampai dinasti Usmaniyah di Turki. Daulah Islamiyah yang memakai sistim khilafah yang telah dijalankan oleh Khulafaur Rasyidin hilang dan hancur ketika Dinasti-dinasti tersebut muncul. Nah sekarang, apabila kaum muslimin Indonesia sudah mau menerima dan sepakat untuk membangun Daulah Islamiyah di daerah atau wilayah kepulauan Indonesia sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw bersama kaum Muhajirin dan kaum Anshar serta kaum Yahudi di daerah Yatsrib seribu tiga ratus tujuh puluh enam tahun yang lalu, maka Daulah Islamiyah yang meliputi seluruh kepulauan Indonesia tersebut akan merupakan pelindung dan perisai bagi kaum muslimin yang berada di wilayah kepulauan Indonesia dan yang berada di seluruh dunia serta tempat berhijrah bagi seluruh kaum muslimin yang ada di dunia sekarang serta tempat untuk membangun ekonomi berdasarkan Islam yang Insya Allah akan menjadi contoh tauladan bagi negara-negara sekuler dan negara-negara atheis lainnya". Jadi dalam membangun Daulah Islamiyah ini bukan meniru model "Negara Islam" Saudi Arabia, Iraq, Libya, Malaysia, Pakistan, Afghanistan, Yordania, Uni Emirat Arab, Maroko, Aljazair, Kuwait dan banyak lagi, sebagaimana yang ditanyakan oleh Saudara Hasan Arifin diatas, melainkan Daulah Islamiyah yang telah dibangun dan dicontohkan oleh Rasulullah yang diteruskan dan dikembangkan oleh Khulafaur Rasyidin". Nah sekarang, tentu saja usaha untuk mengembalikan Daulah Islam rasulullah yang telah dikembangkan oleh Khulafaur Rasyidin itu memerlukan waktu yang panjang dan usaha yang sungguh-sungguh dari setiap kaum muslimin dimanapun berada dengan mencontoh kepada metode Rasulullah, seperti yang telah saya tulis dalam tulisan, "[990303] Melahirkan fakta pertahanan bersama diantara kelompok-kelompok muslim dan diantara kelompok-kelompok non muslim yang dijiwai oleh Undang Undang Madinah". "[990415] Cara untuk membangun kembali Daulah Islam Rasulullah di abad millennium yang modern bukan dengan cara revolusi atau cara evolusi melainkan dengan cara Rasulullah". "[990515] Akankah kita tetap menggunakan pendekatan politik semata didalam pengembalian Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinah-nya?". Tulisan-tulisan diatas dapat dibaca di http://www.dataphone.se/~ahmad/daftar.htm Terakhir, memang belum saatnya sekarang tampil kaum muslimin dengan pemimpinnya yang akan mengembalikan Daulah Islam Rasulullah di muka bumi ini, melainkan sekarang ini adalah merupakan suatu periode awal dimana seperti yang dicontohkan Rasulullah, mempersiapkan secara diam-diam untuk membina aqidah, tauhid, akhlak, hukum, sejarah Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul, surga, neraka, sifat-sifat manusia, golongan-golongan manusia, kejahatan syaitan, kemuliaan malaikat dan ilmu pengetahuan terhadap diri, istri, keluarga, kawan, tetangga. Kemudian dilanjutkan dengan berpaling dari orang-orang yang menentang Islam tanpa kompromi untuk membangun jamaah Muslim yang terdiri dari berbagai golongan, organisasi, partai, suku, masyarakat dengan menunjuk pemimpin dari setiap golongan, suku, masyarakat yang telah terlibat dalam jamaah Muslim untuk memimpin golongan, organisasi, partai, suku, masyarakatnya. Baru setelah kuat dan telah sampai saatnya, maka seluruh golongan, organisasi, partai, suku, masyarakat yang tergabung dalam jamaah Muslim melakukan hijrah, yaitu melahirkan ikrar bersama untuk mengadakan perjanjian pertahanan bersama dalam rangka membangun kembali Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya. Inilah sedikit jawaban dari saya untuk saudara Dr Hasan Arifin. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 Jun 1999 jam 00:40:44 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
